Belum Ada Judul


Pernah kita sama-sama susah
terperangkap di dingin malam
terjerumus dalam lubang jalanan 
digilas kaki sang waktu yang sombong
terjerat mimpi yang indah
lelap.
Pernah kita sama-sama rasakan 
panasnya mentari hanguskan hati
sampai saat kita nyaris tak percaya 
bahwa roda nasib memang berputar
sahabat masih ingatkah kau?
Sementara hari terus berganti 
engkau pergi dengan dendam membara di hati.
Cukup lama aku jalan sendiri 
tanpa teman yang sanggup mengerti
hingga saat kita jumpa hari ini 
tajamnya matamu tikam jiwaku
kau tampar bangkitkan aku, sobat.

Iwan Fals
Iklan

Kamu Juga Bisa Kok!!!


Kita akan selalu menjadi apa dan siapa yang kita pikirkan.

Jadi, pikirkan menjadi hal-hal yang baik atas diri kita,

Maka hidup kita akan selalu baik.

Sesungguhnya, setiap orang bisa melakukan apa yang dianggapnya bisa dilakukan. Yup, sesungguhnya jika kita menganggap orang lain hebat maka kita pun bisa sehebat dia! Kita semua punya kemampuan lebih dari apa yang kita lakukan untuk mengubah keadaan. Ayo, tunjukkan dong kalau kita hebat jika memang kita ngiler sama kehebatan orang lain.

Tidak perlu merasa rendah diri ketika kita belum bisa mencapai sesuatu seperti yang orang lain capai. Sebab, perasaan rendah diri merupakan suatu perasaan yang selalu membuat kita merasa berbeda dengan orang lain, merasa lebih rendah dibandingkan orang lain. Perasaan menyiksa ini timbul dan merupakan refleksi dari hati kita yang tidak dapat menerima diri kita secara utuh. Kita selalu membesarkan kekurangan yang kita miliki tanpa mempertimbangkan lagi kelebihan yang ada dalam diri kita.

Perasaan rendah diri akan membuat kita tertutup dengan lingkungan karena kita membuat jarak dengan orang yang kita anggap lebih baik dari diri kita itu. Hal ini akan sangat merugikan proses sosialisasi kita lho. Seringnya, kita tidak berusaha mengatasi perasaan rendah, malahan semakin menyalakan perasaan lemah dan salah. Kita harus percaya bahwa persoalan bisa atau tidak bisa adalah persoalan yang ada di dalam diri kita.

ALLAH SWT menciptakan potensi sama rata pada manusia untuk meraih prestasi gemilangnya. Namun, prestasi itu akan dapat diraih jika manusia itu sendiri yakin dan percaya diri pada kemampuannya. Jadi, tidak ada yang tidak bisa, jika kita sendiri sudah yakin kalau kita bisa. Semua terserah kita.

Pikirkanlah bahwa ketika kamu berpikir bisa melakukan apa yang orang lain bisa lakukan maka kamu pasti bisa!

“Maka sungguh akan kamu berikan kepadanya kehidupan yang baik.”

(QS An Nahl: 97)

Tulisan ini dibuat saat sedang stress dengan berbagai mata kuliah yang sedang dihadapi…

Sarjana Muda


Berjalan seorang pria muda dengan jaket lusuh di pundaknya
Disela bibir tampak mengering, terselip sebatang rumput liar
Jelas menatap awan berarak wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah melongkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau sarjana muda resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu
Empat tahun lamanya bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depanmu
Langkah kakimu terhenti didepan halaman sebuah jawatan
Tercenung lesu engkau melangkah dari pintu kantor yang diharapkan
Tengiang kata tiada lowongan untuk kerja yang didambakan
Tak peduli berusaha lagi namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Engkau sarjana muda resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu
Empat tahun lamanya bergelut dengan buku
Sia sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap,”maaf ibu”

Setelah menggalau habis ngerjain UTS selama ini yang ajeb-ajeb aja gak ada kemajuan, ngobrak-abrik file lama dan menemukan lagu ini. Ternyata, aku masih jauh dari kata ‘pandai bersyukur’ (ALLAH Maafin aku T.T)
OK, ayo teman2. mulai semangat lagi.
untuk yang sudah ada jaminan, jangan leha-leha. jalan masih jauh. jangan sampai jatuh di tengah jalan. ini belum finish.
untuk yang belum ada jaminan, tetap berusaha. percayalah, usaha yang telah dilakukan itu besarnya akan sebanding dengan hasil yang akan didapat, bahkan bisa jauh lebih besar jika ALLAH SWT berkehendak.

Lagu ini entah udah sejak jaman kapan, tapi masih representatif sampai sekarang. berarti keadaan masih sama kan? Angkatan kita, insyaallah, akan membuat lagu ini tidak lagi representatif dinyanyikan.

 
OI cinta damai 😀

11 Juni 2 Tahun yang Lalu


Iseng-iseng membuka file foto yang ada di laptop. Gak sengaja nemuin folder “perpisahan SMA”. tertera tanggal 11 Juni 2009. wow…sudah hampir 2 tahun ya, cepat sekali waktu berjalan. Itu waktu yg cukup lama bagiku untuk tidak lagi berkumpul dengan sahabat2ku yang sekarang sudah menyebar dimana-mana. Dan, itu artinya juga aku sudah 2 tahun menjadi orang perantauan. Ckckckck…sebelumnya tidak pernah membayangkan.

File foto yang berisi lebih dari 100 foto ini terus aku pandangi (ini cuma yg dari dvd). Di situ bisa bercerita tentang banyak hal. Almarhum kepala sekolahku yang baik hati, guru2 yang masuk dalam versi “favorit” menurutku, sampai guru2 “killer” macam pak yang itu tuh…(sensor). Terus foto2 wali murid dan juga teman2ku semua dari kelas ipa 1-5, ips 1-3 dan bahasa. Dan juga foto-foto dari panitia. Ya ampun…….semua cantik-cantik dan ganteng-ganteng :D. Memakai kebaya, dandan di salon (mayoritas), pake high heels, tas2 ketiak macam ibu-ibu, rambut dimacem-macemin, jilbab juga dimodif, and so on lah. Yang cowok kayak bapak-bapak, pake batik, celana bahan dan sepatu, bahkan ada yang sekelas cowoknya pake baju batik seragam (hahaha…kreatif! pinjam di desa nya siapa pasti gitu). Ada beberapa foto mantan gebetanku (*sensor), sahabat2 terbaikku masa SMA, OSMASA 2007/2008 (keluarga keduaku yang tak akan pernah tergantikan :*), Separow Community (Selama nya IPA loro……yang masih lengkap), dan juga alm. Fuad Adi Nugroho waktu ngeband (maskot…miss u!! semoga tenang di alam sana bro). Tibalah pada beberapa foto seorang gadis dengan jilbab pink & kebaya merah, ngomong pake mik. di sebelahnya duduk cowok memakai baju batik kayak bapak-bapak banget yang baca doa, hoho…sepertinya kenal, hhahaha. dan semuanya itu sudah 2 tahun yang lalu……………lama.

Lalu berlanjut ke video. Dimulai dengan gendhing jawa yang halus, pemainnya dari kelas x dan xi.kalo aku gak salah denger, guru ahli di bidang karawitan (seni memainkan alat musik dan menyanyi jawa) ini sudah meninggal dunia. jadi inget, dulu waktu main gamelan dibawah tekanan, bapaknya horor gitu sih, main lempar2 sepatu dan matah2in rotan lagi, haha…Lanjut, lalu tarian gambyong oleh 2 orang teman yang emang udah ahli tari2an macam gini. Setelah itu, tttaaaaaaaaaarrrrrrrraaaaaaaaaa…………….si gadis berjilbab pink dan berkebaya merah tadi membuka acara dengan bahasa jawa tingkat tinggi yang dia sendiri gak begitu tau artinya (95% yang hadir juga pada gak tau artinya mungkin, hehe…). dan ternyata, si gadis di shoot banyak banget di video itu (zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz). Padahal, jika dibandingkan dengan murid perempuan yang lain dia beda jauh. si gadis cuma pake jilbab biasa dan kebaya yang juga biasa (minjem ibunya lagi), make up dikit (udah ke salon itu), sepatu jalan untuk anak SMP, dan gelang karet warna hitam berjumlah 10 buah di tangan kirinya. cantik?? jauh.

kalo dirasa-rasa, acaranya yang inti jawa banget ya, kayak orang mau nikahan (yg nikah pake adat jawa

tentunya). tinggal kurang siapa pengantinnya, sama sop dan hidangan2 yang lain. siapa sih dulu seksi2 acaranya (siapa juga koor nya?) untuk acara kayak gini? cuma senyum2 aja bayangin dulu gimana. sok merasa bebas, sok merasa udah dewasa, sok cantik, sok keren, dan yg ini udah banyak, sok mahasiswa. sekarang merasa udah tua, bukan anak SMA lagi soalnya. hadeh -.-“

aih…sekarang gimana ya kabar teman2 yang lainnya? seperti kata2 terakhir di halaman pertama buku tahunan “…semoga kelak kita bisa bertemu lagi dengan impian yang tergenggam erat di tangan kita masing-masing.”

 

 

 

Untuk semua teman-temanku alumni SMA N 1 Sukoharjo angkatan 2009, miss u all 😀

Terima Kasih…


Saat semua terasa begitu nyata, saat itu pula terasa hampa.

Saat semua menjadi tiada, aku kembali manjadi tanpa rasa.

Saat kau menjauh entah karena apa, aku menemukan kembali sosokku yang bebas lepas.

Saat kau menghindar, aku berjalan kembali pada aturan diriku.

Saat semua menjadi cerita, aku telah berkemas untuk berkelana lagi.

Entah angin apa yang menyadarkan langkahku.

Maaf, aku telah lancang memasuki duniamu.

Meski aku tak yakin kau akan mendengar maafku karena aku tidak membisikkan.

Entah musim apa ini yang membuat semuanya menjadi samar dan lamat untuk diamati antara aku dan kau.

Aku kira kita sejalan.

Aku kira kita satu tujuan.

Aku kira kita sepaham.

Tapi, kita terlalu beda.

Mungkinkah kamu yang pelan-pelan menghapusnya dari dalam hidupku dan hidupmu?

Yaaaa,,,mungkin, sangat mungkin.

Sekali lagi, maaf.

Aku memang tidak tahu diri.

Tapi, tenanglah.

Apakah kau lupa, perempuan di depanmu ini sebongkah karang.

Apakah kau lupa, perempuan di depanmu ini seliuk angin.

Apakah kau lupa, perempuan di depanmu ini pantang menangisi sosok yang tak menggubrisnya.

Jangan kau panggil aku lagi jika nanti kita bertemu di tengah jalan, palingkan saja mukamu seperti yang lalu-lalu.

Aku tidak tahu, itu sombongmu atau malumu untuk menyapaku.

Tetaplah tegar, kau laki-laki dan aku perempuan.

Apa kau perlu untuk menungguku beberapa tahun lagi untuk melihat siapa perempuan ini sesungguhnya?

Tidak perlu.

Mengingatku pun jangan.

Tidak usah menunggu esok atau lusa, sekarang pun aku akan pergi sambil mengemasi kenangan-kenangan kita.

Terima kasih telah mau singgah dalam hidupku yang mungkin tidak menyenangkanmu.

*pada suatu cinta, kisah ini pernah ada

Jakarta, 21 juni 2010

Mengobrak-abrik blog lama, menemukan secuil file ini. sudah hampir setahun sejak pertama kali ditulis, tapi belum sempat juga dikasihkan. atau memang sebaiknya tidak dikasihkan ya??

Integritas Mahasiswa dan Perubahan


Mahasiswa. Sosok intelektual yang selalu dikaitkan dengan nilai integritas. Integritas sendiri menurut Purwadarminta adalah kesempurnaan, kesatuan, keterpaduan, dan ketulusan. Sedangkan menurut Andrian Gostik & Dana Telford, integritas adalah konsistensi antara tindakan dan nilai.

Banyak kalangan yang mengartikan integritas mahasiswa sebagai suatu sikap ataupun perilaku mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi panutan masyarakat sebagai sosok intelektual yang menjunjung tinggi idealismenya, cerdas, dinamis, dan penuh ide kreatif. Mahasiswa sendiri adalah sebutan yang diberikan pada seseorang yang menuntut jenjang pendidikan lebih tinggi setelah melalui 12 tahun pendidikan di bangku SD, SMP, dan SMA. Sebagai mahasiswa, tentu memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa putih abu-abu. Di samping mahasiswa sebagai pelajar, mahasiswa dituntut senantiasa menuangkan ide kreatifnya, berpikir kritis dalam menyikapi fakta di masyarakat dan menjadi agen perubah (agent of change) untuk mengantarkan masyarakat pada kondisi yang lebih baik.

Tidak ada yang tidak berubah di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, begitu pula bangsa kita. Sejarah telah mencatat bahwa perubahan-perubahan besar yang pernah terjadi pada suatu bangsa pasti dilatarbelakangi oleh pemuda yang menjadi anak bangsanya. Begitu juga dengan Indonesia, rezim orde lama dan orde baru pun runtuh karena peran mahasiswa.

Mahasiswa memiliki idealismenya sendiri. Idealisme yang sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan untuk kampus, masyarakat, bahkan untuk negara ini. Idealisme yang masih murni tanpa terikat pada institusi apa pun, akan semakin lengkap dengan pemikiran yang bebas dari belenggu kepentingan golongan mana pun. Bisa dibayangkan, kepada siapa lagi rakyat akan bertumpu jika krisis kepercayaan terhadap para pemimpin telah melanda negeri ini.

Di sini sangat diperlukan apa itu yang namanya integritas. Mahasiswa secara tidak langsung mempunyai 3 peran sekaligus, sebagai agen perubahan, penjaga nilai dan cadangan masa depan. Mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang dapat menyadari, memahami, dan menjalankan peran yang diberikan kepada mereka dengan sebaik-baiknya. Mereka bukan hanya dengan menjadi kutu buku yang hanya rajin mengikuti kuliah demi kuliah. Mereka adalah yang juga berani bersentuhan dengan persoalan masyarakat. Namun sentuhannya didasarkan pada cita-cita ideal keilmuan yang bermakna, bukan lepas makna. Sehingga, ketika menjadi corong masyarakat, itu karena memang suara di loudspeaker-nya dibutuhkan pada ruang dan waktu yang tepat.

Mahasiswa yang berintegritas adalah yang mampu menampilkan idealismenya dengan cara yang elegan. Mereka mampu melihat secara jelas cara yang terbaik mengekspresikan idenya. Singkatnya, menjadi mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang mampu membaca dan memperhitungkan dampak dari aksi-aksi mereka, termasuk dampak berupa pandangan masyarakat luas.

Mahasiswa yang berintegritas adalah orang yang cerdas, yang tentu akan memilih menjadi pemain, sedangkan pecundang akan pasrah sebagai penonton dan pengamat. Mereka ingin memecahkan masalah masyarakat tanpa menimbulkan masalah lebih besar seperti yang sering terjadi selama ini.  Mereka yang aksinya selalu mempertimbangkan tanggung jawab sebagai harapan orang tua, pemuda harapan umat, calon intelektual negeri, dan pelanjut generasi bangsa.

Mahasiswa yang berintegritas rajin melakukan pengasahan intelektual. Mereka sadar bahwa mengasah intelektual tentunya tidak bisa dilakukan di jalan raya atau di pintu gerbang kampus, tetapi juga dilakukan di meja kelas, di perpustakaan, di pusat-pusat kajian dan pengkaderan. Pengasahan intelektualisme inilah yang merajut mahasiswa untuk memiliki ketajaman berpikir yang nantinya digunakan sebagai modal penting setelah meninggalkan kampus. Pikiran-pikiran mencerahkan adalah hal yang sangat berguna untuk dibagi ke masyarakat.

Seharusnya, mahasiswa tidak hanya berdiam diri saja melainkan harus berpikir dan bergerak untuk melakukan perubahan yang mengarah pada kebaikan dan kebenaran. Dengan berpegang teguh pada idealisme yang berstandar pada kebenaran dan semangat yang berkobar-kobar, perjuangan dan pergerakan yang dilakukan mahasiswa akan mampu mengantarkan bangsa ke gerbang yang lebih baik. Banyak yang bisa mahasiswa lakukan, jadi mulailah dari saat ini, mulailah di sini dan mulailah merubah diri. Mahasiswa adalah pembuat sejarah, jangan hanya mencatat dan belajar sejarah.

Perubahan mungkin belum tentu terjadi walau pun mahasiswa bergerak mengikuti hati nuraninya (idealismenya), tapi perubahan akan benar-benar tidak terjadi jika tidak satupun mahasiswa menyadari perannya sendiri di negeri ini. Untuk itulah integritas mahasiswa diperlukan untuk perubahan. Jadi, kalau bukan kita siapa lagi?

tulisan ini pernah dimuat di Buletin Statistik edisi VII/2011 dengan beberapa editan di berbagai tempat. hahaha,,,,bahasanya terlalu formal yak sepertinya -.-“

Bermimpilah, Karena Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpi Itu…


Bismillahirrahmanirrahim…

Hai sobat Ukhti semua, buletin Ukhti kali ini akan membahas sedikit mengenai impian (cita-cita). Kata Andrea Hirata dalam salah satu novelnya dalam tetralogi Laskar Pelangi:

Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.

 

Mimpi kita sekarang tentunya beda dengan mimpi di saat kita masih kecil dulu. Sekarang kita berpikir secara realistis, jadi dalam bermimpi pun juga (seharusnya) realistis. Bermimpi untuk bisa menyelesaikan kuliah dengan baik, dapat penempatan seperti yang diharapkan, dll. Gak mungkin kita bermimpi minta kepada Allah SWT diberi “pintu kemana saja milik Doraemon”, bisa terbang kayak Superman, dll (ini impian anak-anak yang mustahil ada di dunia nyata).

 

Selagi masih muda dan masih bebas untuk bermimpi, maka bermimpilah yang tinggi. Orang yang punya mimpi, berarti dia masih punya semangat untuk menjalani hidup yang telah diberikan Allah SWT kepadanya.  Seperti kata orang, hiduplah dengan mimpi, tapi jangan hidup dalam mimpi. Tahu bedanya? Hidup dengan mimpi akan membuat kita terus optimis dengan tujuan kita dan fokus pada target yang akan diraih, sedangkan hidup dalam mimpi berarti kita terus menerus hidup dalam dunia mimpi kita tanpa berusaha untuk merealisasikannya.

 

Jangan mentang-mentang bermimpi itu gratis lantas kita hanya cukup jadi pemimpi saja. Diperlukan usaha yang tidak main-main untuk mewujudkan mimpi. Sebuah hadits mengatakan:

…berusaha keraslah (antusias) dalam mengerjakan apa saja yang bermanfaat bagimu,

Dan mohonlah pertolongan kepada Allah SWT dan jangan malas.

(HR Muslim)

 

Semua mimpi-mimpi kita yang kita anggap mustahil akan menjadi nyata saat kita benar-benar sungguh berusaha dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT (tawakal). Yang tidak mungkin pun akan menjadi mungkin disaat Allah SWT berkehendak. Pernah mendengar kisah Nabi Ibrahim saat menantikan kelahiran putranya, Nabi Yaqub, dari istrinya yang bernama Sarah? Di usia beliau berdua yang sudah sangat lanjut, adalah sangat mustahil untuk bisa mempunyai anak. Tetapi, Allah berkehendak lain sehingga lahirlah Nabi Yaqub.

 

Ukhti yang baik , ingatlah sebuah hadits Qudsi berikut:

 

Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu terhadap Diriku

 

Maka, yakinlah suatu saat nanti mimpi-mimpi kita pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Jikalau tidak, percayalah bahwa Allah SWT akan menggantikannya dengan rencana yang lebih baik.

 

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,

Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.

Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak.

(QS Al-Baqarah : 216)

Tulisan ini bisa dilihat di buletin Ukhti STIS edisi 2 tahun 2011. tentunya setelah melewati proses editing. semoga bermanfaat 🙂