PTK di Indonesia #2


Well….inilah lanjutan dari artikel sebelumnya.

  1. AMKG (Akademi Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika). Program studi nya D3 dan pendidikannya semi militer. Tes masuknya meliputi tes akademik (matematika, fisika, dan bahasa inggris), tes psikotes, wawancara dan tes kesehatan. Oya, gak seperti program D3 yang rata-rata lama kuliahnya 3 tahun, di sini sistem kuliahnya 4 tahun. Rinciannya sebagai berikut : tahun pertama di semester 1&2, tahun kedua PKL di stasiun BMKG, tahun ketiga di semester 3&4, dan tahun keempat di semester 5&6. Pada tahun kedua, mahasiswa pada PTK ini sudah menajdi CPNS, dan tahun terakhir sudah sebagai PNS. Iseng aku tanye tentang seragam yang mereka pakai. Ternyata nih, ada 3 macam seragam: seragam PDH (pakaian dinas harian) yang biasa dipakai untuk kuliah sehari-hari, PDUK (pakaian dinas upacara kecil) dan PDUB (pakaian dinas upacara besar). Keren-keren loh bajunya. Uang ikatan dinas mereka juga lumayan, kemaren aku dengar dari mereka sendiri 750ribu.  Sama seperti PTK yang lain, mahasiswa akan di DO saat IP berada di <2,60. Setelah lulus, alumni akan ditempatkan di stasiun meteorologi, klimatologi dan geofisika yang ada di Indonesia. Leboh lengkapnya cek di web www.amg.ac.id
  2. STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat). Berada di bawah Departemen Perhubungan. Program pendidikannya ada yang D4 dan ada yang D3, juga menerapkan sistem pendidikan semi militer. Tes masuknya ada 3, yaitu TPA, wawancara, dan tes fisik. Mata kuliah yang ditekankan adalah fisika, matematika dan bahasa inggris. Di PTK ini ada asramanya loh, ajdi gak ribet nyari kos-kosan. Berlaku sistem DO bagi mahasiswa yang IPnya <2,5. Ada informasi tambahan dari tarunanya, uang kuliah saat masuk sekitar 14 juta dan ada dana kegiatan taruna sekitar 500ribu per semester (ini yang aku catat saat wawancara). Alumni dari PTK ini tidak langsung ditempatkan bekerja di Departemen Perhubungan, tetapi mendaftar lagi sebagai CPNS. Alumni dari sini lebih diutamakan daripada alumni perguruan tinggi lain pada saat mendaftar di Dephub. Info lengkapnya di http://sttd.wetpaint.com
  3. STTT (Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Jangan kaget ya dengan nama PTK yang satu ini. STTT mempunyai ikatan dinas dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) dan merupakan satu-satunya perguruan tinggi di bidang teknologi tekstil milik pemerintah. Yang dipelajari di PTK ini tuh mulai dari masalah awal sampai akhir masalah pertekstilan, dari sejak berbentuk serat sampai menajdi baju yang sudah di desain. Meskipun program pendidikannya meliputi D1, D3, dan D4, tetapi hanya yang ada pada jenjang D3 saja yang terdapat kelas berstatus ikatan dinas. Biaya pendidikannya gratis, bahkan dapat tunjangan (semacam uang ikatan dinas) yang besarnya bervariasi tiap-tiap daerahnya. Dari salah satu mahasiswanya, untuk info lebih lengkap di www.kemenperin.go.id atau www.stttekstil.ac.id
  4. IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) Program pendidikannya adalah D4 dan juga menerapkan sistem pendidikan semi militer. Tingkat 1&2 mahasiswa berstatus CPNS, tingkat 3 juga masih berstatus CPNS dan menjalani PKL, sedangkan untuk tingkat 4 sudah diangkat menjadi PNS. Untuk tes masuknya ada 6 tahap, meliputi : tes administrasi, psikotes, tes akademik (Pancasila, UUD 1945, kewarganegaraan, matematika dasar, bahasa inggris, bahasa Indonesia dan pengetahuan umum), samapta (semacam tes fisik), kesehatan, dan pantukir. Untuk informasi awal pendaftaran, calon praja bisa memperoleh informasi di BKD tiap-tiap provinsi ataupun kota. Oya, mahasiswanya merupakan utusan daerah masing-masing, makanya harus lewat BKD. PTK ini mempunyai 2 fakultas yang didalamnya ada 6 jurusan. 200 alumni terbaik dari PTK ini berhak melanjutkan ke jenjang S1 segala jurusan dengan beasiswa dari pemerintah. Lulusan dari PTK ini akan bekerja di instansi pemerintahan, dikembalikan lagi ke BKD (melihat analisi jabatan) dan posisi paling rendah adalah sekertaris lurah. Info lebih lengkapnya di www.ipdn.ac.id
  5. STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial) Dari semua PTK yang mengikuti PTK expo kemaren, brosur dari PTK inilah yang menurutku tampak paling eksklusif dan bagus , bahkan brosur dari kampusku pun kalah,hehehe…Program pendidikan PTK ini adalah D4,  berada di bawah naungan Departemen Kementrian Sosial. Ada 3 status mahasiswanya: tugas belajar (sudah menjadi PNS), ikatan dinas (dari pemprov atau pemkab atau pemkot) dan izin belajar (dari LSM atau yayasan lain). Tes masuk ada 2 tahap, akademik (UUD, psikotes, bahasa inggris dan matematika) dan wawancara. Mungkin ada yang bertanya-tanya, kuliahnya ntar belajar apaan yak? Kata narasumber yang aku wawancarai kemaren, kuliahnya banyak yang berhubungan dengan masalah-masalah social dan semacam psikologi-psikologi gitu (so pasti banyak hafalannya dong ya). Info lengkapnya di www.stks.ac.id

Itulah yang aku dapatkan dari wawancara oleh beberapa narasumber peserta PTK Expo kemaren. ini hanyalah gambaran secara sekilas saja mengenai PTK. Mungkin masih banyak kurangnya di sana-sini. Tujuanku cuma ingin membantu teman-teman untuk mengetahui PTK yang ada di Indonesia lebih jauh dan juga teman-teman yang tidak sempat datang ke PTK Expo kemaren. Mohon maaf ya kalo sekiranya ada yang salah atau kurang berkenan, aku menerima kritik dan saran yang membangun 🙂

Finally, JAYALAH PTK INDONESIA!!!!

Belajar Bersyukur Yuk…..


Titik kepuasan manusia manusia itu tidak terbatas dan rasa syukur menjadi benteng agar kita terjebak pada kerakusan.

Pernah merasa tidak puas pada bentuk fisik, kondisi keluarga, uang, atau malah pada keseluruhan hidup yang kita miliki. Ketika rasa tak puas itu menyerang, apa yang kamu rasakan? Tersiksa bukan? Ya, kerapkali rasa tak puas pada diri lambat laun akan menggerogoti kebahagiaan kita, bahkan lebih ekstrimnya akan membangkitkan berbagai penyakit hati seperti depresi atau stress.

Padahal, manusia memang tak akan merasa puas. Titik kepuasan manusia memang tak pernah terbatas. Ibaratnya, ketika kita minum air laut, bukannya dahaga tersembuhkan tapi justru kita semakin haus.

Patokan hidup manusia hanya satu, yaitu SYUKUR. Bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan akan membuat hidup kita lebih berkah. Syukur di sini bukan berarti tidak melakukan berbagai tindakan untuk membuat hidup menjadi ‘lebih’, namun rasa syukur adalah bentuk perwujudan untuk menghalangi diri kita menjadi orang yang tidak realistis dalam mencapai keinginan.

Allah SWT sudah menciptakan dirimu dalam satu paket utuh kelebihan dan kekurangan. Jadi, jika begitu adanya, untuk apa harus meniru-niru orang lain? Kenapa kamu tidak menjadi dirimu yang unik itu? Dirimu yang berbeda dengan orang lain.

Lihatlah dengan bijak siapa dirimu. Biarpun kulitmu hitam, tapi ketika kamu tersenyum kamu terlihat begitu manis. Biarpun kamu tidak pintar matematika, tapi kamu pintar mengarang. Biarpun kamu tidak punya kendaraan pribadi, tapi kamu punya kaki. Biapun kamu tidak jadi juara pertama, tapi prestasimu terus menunjukkan perubahan lebih baik.

…dan Allah SWT akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS Ali-Imran :145)

Sudah Titik


Tak lelo…lelo lelo ledhung..cup menengo anakku sing ayu…tak lelo…lelo lelo ledhung…ndhang turuo anakku sing ayu…1)

Perempuan tua berkebaya itu terus bersenandung di bawah rimbunnya pohon dan semilir angin siang pedesaan, hingga balita di gendongannya itu pulas terlelap.

Dengan sangat hati-hati, perempuan tua berkebaya itu melepas lendhang2) dari bahunya. Ia baringkan balita tadi di ranjang. Ia ambil bantal dan guling, lalu ditatanya sedemikian rupa agar si balita tidak jatuh.

“Bu, makan dulu. Saya tadi sudah masak sayur bayam sama tempe goreng kesukaan panjenengan3),” kata seorang perempuan muda, ibu si balita tadi.

“Sebentar Ndhuk4), mumpung hari nggak begitu panas, aku mau mencabuti rumput dulu sekalian bersih-bersih kebun,” ujar perempuan tua berkebaya itu, cekatan mengambil peralatan berkebunnya.

“Tapi Bu, istirahatlah dulu. Dari pagi kan panjenengan belum istirahat,” kata perempuan muda khawatir.

“Nanti. Badanku pegel kalau kebanyakan istirahat.”

***

“Awas ya kalo jajan es lagi, nanti sakit gimana,” kata seorang laki-laki kepada bocah perempuan, si balita 5 tahun lalu. Si bocah hanya tertunduk, tidak berani menatap laki-laki itu.

“Sudahlah, anak sekecil itu kamu marahin dari tadi. Cuma perkara es,” sahut perempuan berkebaya dengan nada tinggi.

“Ibu nggak usah ikut-ikutan,” kata laki-laki itu.

“Nggak bisa, dia itu cucuku. Sini Ngger5), ayo tidur sama Mbah,” kata perempuan tua berkebaya sambil menggamit lengan si bocah, menagajak ke kamar, tidur.

            Laki-laki itu menghempaskan tubuhnya ke sofa. Bingung. Memarahi anaknya sama saja bertengkar dengan mertuanya.

***

“Mbah, mau pamit. Saya mau berangkat ke Jakarta, kuliah,” kata seorang gadis, si bocah perempuan 12 tahun lalu.

“Kapan pulangnya Ngger cah ayu6)?” tanya perempuan tua berkebaya yang semakin tua, matanya bekaca-kaca.

“Belum tahu Mbah. Mungkin 3 bulan lagi,” kata si gadis. Takzim dia mencium tangan dan kedua pipi simbah putrinya.

            “Hati-hati ya, Ngger. Hidup di perantauan itu harus mandiri. Belajar yang rajin ya, biar cepat dapat kerja,” doa sederhana dari mulut perempuan tua berkebaya. Si gadis cepat-cepat beringsut pamit setelah mengamini doa untuknya. Hatinya bergetar hebat. Bulir-bulir air berjatuhan dari mata indahnya.

***

Tidak seperti euphoria7) pulang kampung yang sering ia rasakan, kali ini berbeda.

Si gadis menangis tergugu di depan sebuah gundukan tanah yang sudah ada sejak beberapa hari lalu. Si gadis berdoa dalam hati untuk yang di hadapannya. Hening. Sunyi. Khusyuk.

Cukup lama si gadis di situ. Matahari beranjak naik, beranjak pula si gadis. Pulang. Meninggalkan perempuan tua yang telah damai dalam tidur panjangnya.

Jakarta, 30 Maret 2011

Ket:

1) sebuah nyanyian dalam bahasa Jawa, biasa digunakan untuk menidurkan seorang anak

2) lendhang : berasal dari kata selendhang, biasa digunakan perempuan Jawa zaman dulu untuk menggendong.

3) panjenengan : kamu untuk orang yang dihormati (bahasa Jawa)

4) Ndhuk : berasal dari kata gendhuk, yang berarti anak atau nak, biasa digunakan untuk memanggil anak perempuan.

5) Ngger : anak atau nak (bahasa Jawa)

6) Ngger cah ayu : anak yang cantik (bahasa Jawa)

7) euphoria : rasa senang yang berlebihan

in memoriam my lovely grandma, rest in peace in heaven 🙂

PTK di Indonesia #1


Anggaplah ini oleh2 dari PTK Expo yang diadakan di STAN tgl.23-24 April 2011 dan baru saja aku kunjungi. Kalo gak demi adikku tercinta, kayaknya gak bakalan deh aku tanya-tanya ke PTK-PTK lain tentang bagaimana-bagaimananya mereka, hehehehe… Dan karena my baby face ini,aku masih dikira anak SMA loh (karena aku nggak pake PDA). Gak papa deh, makumlah. Hehehehehe 🙂

Ok, mulai yak. Tulisan ini buat adikku tercinta (sebut saja si upin kokoriko dan si ipin moik), temen sekelasku Suci yang gak bisa datang ke PTK expo, kakak tingkatku kak Liza yang tadi sms suruh ambilin brosur, dan semua teman-teman yang merasa pengen membaca aja. Di sini, ada 11 PTK yang aku tulis. sebelumnya maaf ya kalo  isal infonya kurang lengkap, gak teliti atau apa lah. mohon koreksinya :).  Sebenarnya ada 13 PTK yang ikut PTK expo kali ini, tapi 2 PTK (STAN dan STIS) sepertinya sudah pada tahu jadi gak aku tulis. Yah…kalo pengen tahu lagi, buka websitenya atau tanya sama mahasiswa/i nya langsung. Let’s begin.

  1. AKIP (Akademi Ilmu Pemasyarakatan). Dibawah Kementrian Hukum dan HAM. Pendidikan progam studi D3. Gambaran umum, kerjanya ntar di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, lembaga pemasyarakatan wanita, dll. Setiap angkatan mahasiswanya sekitar 65 orang. Calon mahasiswa adalah lulusan SMA perwakilan dari daerah, mulanya kabupaten  lalu disaring hingga tingkat provinsi. Tes nya ada 4 tahap: tes fisik, tes psikologi, tes kesehatan, tes keterampilan dan bakat. Lulusan langsung ditempatkan di tempat-tempat yang membutuhkan baik di daerah maupun pusat. Selama kuliah (sebelum dilantik jadi PNS) mendapat tunjangan dari pemerintah sebesar 800ribu, kalo sudah dilantik 1,2juta (lumayan gede kan ya, hehe). Web nya di www.akip.ac.id
  2. STMM MMTC Yogyakarta (Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta). Dibawah Kementrian Komunikasi dan Informatika. PTK ini masih baru. Dan di dalam kampus ini, ada mahasiswa yang menjadi mahasiswa PTK maupun non PTK (karena kampusnya jadi satu). Pendidikannya program studi D4. Mahasiswanya ada yang berasal dari lulusan SMA dan atau pegawai yang sudah bekerja (lulus kuliah), semuanya adalah utusan dari masing-masing pemerintah daerah. Untuk penempatannya, ya baliklah ke pemerintah daerah masing-masing yang mengutus mereka. Web nya di www.mmtc.ac.id
  3. STEM (Sekolah Tinggi Energi Mineral). Program studinya mulai dari D1 sampai D4. Mahasiswa yang berasal dari lulusan SMA hanya minoritas, karena sebagian besar mahasiswanya rata-rata sudah bekerja di suatu instansi. Jadi, setelah lulus mereka kemabali lagi ke instansi mereka masing-masing. Sama seperti PTK yang lain, di sini berlaku juga system DO. Syarat untuk lolos dari DO adalah IP harus lebih dari 3,00 (lumayan gede juga nih). Iseng aku tanya, kalo lulusan SMA mau daftar ke situ gimana daftar nya? Jawabnya, dia harus melamar dulu untuk bisa disekolahkan (istilahnya dibiayai) instansi atau perusahaan tertentu, seperti Pertamina (yg lain apa ya aku lupa). Tes nya meliputi tes akademis, psikologi, dan tes wawancara. Kuota per tahun tidak pasti, tergantung kuota perusahaan. Tahun ini 2010 kemaren sekitar 250-260an mahasiswa, sedangkan tahun 2009 sekitar 200-400an. Web nya di www.akamigas-stem.esdm.go.id
  4. ATK (Akademi Teknologi Kulit). Maaf untuk PTK yang satu ini, aku gak mengumpulkan banyak informasi. Saat aku menghampiri standnya, brosur belum ada. Perwakilan dari ATK cuma ada beberapa dan sepertinya ketika aku datang belum siap. Yang aku tahu, letak PTK ini di daerah Yogyakarta. PTK ini bukan mengurusi masalah kulit manusia semacam skincare atau sejenisnya, tapi kulit hewan untuk diolah kembali dan dimanfaatkan untuk hal-hal lain. Web nya di www.atk.ac.id
  5. STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara).Dari PTK-PTK yang aku wawancarai, menurutku PTK ini lah yang paling eksklusif. Kenapa? Karena setiap tahunnya hanya menerima 40 orang mahasiswa baru untuk lulusan SMA. Wow, benar-benar pilihan orangnya ya. Jujur aja aku penasaran, kenapa cuma sedikit? Alasannya adalah nanti setelah mereka bekerja, tugas mereka berhubungan dengan apa yang namanya rahasia negara. Pastinya, gak sembarangan dong ya untuk bisa dipercayai menyimpan dokumen-dokumen negara yang bersifat sangat rahasia. Yang namanya rahasia, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh melihat dan mengetahui. Kurang lebih itulah alasannya kenapa setiap tahunnya Cuma segelintir orang yang bisa masuk ke PTK ini. Program studi nya adalah D4, setelah lulus mereka langsung diangkat menjadi PNS golongan 3A. Pelajaran yang harus dikuasai adalah matematika dan komputasi, tapi ujian masuknya ada tes TPA, matematika dasar, bahasa inggris dan fisika. Hanya untuk lulusan IPA dari SMA atau MA. Lumayan lama juga tes nya, ada 6 tahap. Tes tertulis, seleksi administrasi,tes psiko, tes kesehatan dan tes kebugaran, wawancara, dan terakhir pantukhir. Kuliahnya semi militer. Yang ditekankan di sini, katanya, adalah mental nya. Oya, PTK ini dibawah naungan Lembaga Sandi Negara (langsung dibawah Presiden). Sama seperti PTK lain, untuk lolos DO mahasiswa harus punya IP diatas 2,75. Lulusan dari PTK ini akan bekerja di Lembaga Sandi Negara selama 2 tahun, setelah itu mereka di sebar ke instansi lain seperti Mabes Polri, TNI, BIN, dll. Web nya di www.stsn-nci.ac.id
  6. STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. Program studinya ada D1 dan D4. D1 untuk lulusan dari SMA (hanya jurusan IPA), sedangkan D4 hanya untuk yang sudah menjadi pegawai. Kuliahnya sistem semi militer. Setelah lulus dari D1, harus mendaftarkan diri lagi untuk bisa menjadi pegawai di BPN. Jadi, PTK ini sudah tidak ikatan dinas dengan lembaga yang menaunginya. Tetapi, lulusan PTK ini lebih diutamakan dari lulusan perguruan tinggi lain saat sama-sama mendaftar menjadi pegawai di BPN. Peraturan yang khas dari PTK masih nampak terlihat, sama seperti PTK yang lain, berlaku sistem DO jika IP mahasiswa kurang darim2,00. Cek lebih lengkap di web nya www.stpn.ac.id

nah.itu tadi baru beberapa. masih ada lanjutannya lagi. tunggu postingan selanjutnya. sabar ya 🙂

Hidup Tidak Semudah di Film Kartun


Aku ingin begini aku ingin begitu aku ingin ini itu banyak sekali….semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib……..

Pasti kamu pernah denger lagu ini kan? Setiap minggu jam 8 pagi pasti diputer di salah satu stasiun TV swasta terkenal di tanah air. Film kartun yang tokohnya musang (atau kucing ya??) robot abad 21 ini adalah salah satu film kartun kesukaanku dari jaman sebelum TK yang masih bayi imut-imut sampe jaman udah awal kepala 2 kayak gini. Gak tau kenapa, seumuran perempuan yang rata-rata temannya sudah hobi berdandan, berkencan, memasak, belanja, nonton film korea, dan kegiatan lainnya, aku masih saja suka nonton film kartun ini. Alasannya cuma satu, film ini ringan. Udahlah, hidup itu udah susah. Jangan dibuat susah lagi dong ya dengan menonton drama-drama dari Indonesia atau negara tetangga yang mampu menguras air mata itu. Mungkin karena air mata gratis kali ya, jadi bisa seenaknya aja kita ngurasnya. Coba mengeluarkan air mata itu bayar pake uang dengan nominal tertentu, pasti cewek-cewek pada mikir-mikir deh kalo mau nangis 😛
Saking seringnya nonton film ini, aku jadi hapal alurnya. Mula-mula Nobita iri lihat si Giant atau Suneo, atau yang lainnya macam Degisuke, Shizuka, dll. Lalu dia merajuk ke Doraemon, robot ajaib yang ceritanya datang dari abad 21. Peralatannya canggih-canggih. Mulai dari baling-baling bambu, pintu kemana saja, mesin waktu, sampai yang namanya aneh-aneh itu (sampai aku gak hapal). Setelah dipinjami alat Doraemon atau curi-curi meminjamnya, Nobita merasa puas dan sok hebat bias pamer ke teman-temannya. Padahal itu hanya barang pinjeman. Kadang-kadang rusak sebelum waktunya karena Nobita makainya kelewatan. Habis itu, udah deh. Doraemon marah-marah ke Nobita dan Nobitanya cegar-cengir. Selesai……………
Simple kan?! Tapi, apakah hidup akan sesimpel itu?! Sesimpel lagu pembukanya film kartun Doraemon itu? Absolutely, NOT. Dulu waktu kecil aku berpikir gini, enak kali ya bisa ke mana saja pakai pintu ajaibnya Doraemon, kalo ke rumah nenek gak perlu naik motor lama, ke sekolah tinggal buka pintu, beli bobo (majalah anak-anak terkenal waktu itu) gak usah jauh-jauh, dan khayalan anak kecil semacam itu. Pernah juga kepikiran gini, kalo ntar aku gede aku jadi apa ya? Coba aja ada lorong waktu, kan aku bisa lihat jadi apa. Jadi presiden-kah? Jadi ilmuwan-kah? Jadi astronot-kah? Jadi penjelajah yang bisa keliling dunia? Atau jadi apa?
Lambat laun, semakin besar aku tahu, khayalan di film kartun itu khayalan yang tidak mungkin. Dunia kartun itu tak seperti dunia nyata. Dunia nyata tidak ada yang namanya “instan”. Tinggal merajuk lalu apa yang kita inginkan ada, bahkan orang paling kaya di dunia pun. Semua butuh proses. Hukum alam berlaku. Semua yang prosesnya susah dan rumit itu pasti hasilnya jauh lebih memuaskan daripada yang prosesnya cepat dan mudah. Dunia nyata juga berlaku hukum rimba. Siapa yang kuat dialah yang menang (survive). Yang suka bermalas-malasan, tinggalah tunggu waktu untuk kalah.
Terkadang manusia memang ingin menangnya sendiri. Sodok sana sini demi kepentingannya sendiri. Ingin menang dengan berbagai cara, gak mau tahu cara itu benar atau tidak. Dalam agama yang aku anut (ISLAM) memang tidak ada yang namanya hukum karma. Tapi, dalam ISLAM pun diajarkan bahwa siapa yang berbuat kebaikan akan dibalas ALLAH SWT meskipun itu hanya hal sepele, dan sebaliknya. ALLAH SWT itu Maha Teliti dan Maha Pembuat Perhitungan. Jika suatu kali kamu pernah dicurangi atau merasa dirugikan oleh orang lain, janganlah mengeluh dan menyalahkan ALLAH SWT. Sebaliknya, doakan orang tersebut, semoga ALLAH SWT memberi dia ampunan dan membukakan pintu hatinya. Dan jika kamu pernah merugikan dan mencurangi orang lain, lekaslah mohon ampun kepada ALLAH SWT. Sekali lagi ingatlah, ALLAH SWT Maha Pembuat Perhitungan.
Terlalu rumit untuk membandingkan hidup yang dialami tokoh di dunia kartun dengan hidup yang kita alami di dunia nyata ini. Tapi, apa untungnya coba kita membanding-bandingkan? Hidup kita tidak kalah menyenangkannya –bahkan lebih menyenangkan— jika dibandingkan dengan hidup tokoh di film kartun. Intinya, banyak-banyaklah bersyukur. Hidup benar-benar menakjubkan jika kita mau berpikir.