Si Hijau


Alhamdulillah….akhirnya ‘si hijau’ jadi juga. Saya dan abang buatnya udah hari Selasa kemaren loh, jadinya 4 hari kerja setelah hari pembuatan. Lumayan lama sih…

Saya dan abang mulanya mendaftar secara online melalui situs resmi imigrasi. Kami harus mengupload scan KK, akta kelahiran dan KTP. Setelah itu, kami tinggal menentukan kapan kami akan ke kantor imigrasinya. Kami online hari senin malam, dan kami mendaftar untuk datang ke kantor imigrasi hari selasanya dan itu masih dapat tempat :).

Hari selasa, berangkatlah kami ke kantor imigrasi Jakarta Timur. Letaknya persis di sebelah LP Cipinang. Kami berangkat lumayan pagi, jam 8. Tapi ternyata, banyak yang jauh lebih pagi dari kami. Setiba di sana, kami mengisi form ini itu dan mengantre. Cukup lama kami memenuhi persyaratan ini, dari jam 9 pagi hingga jam 18.30 sore. Itu sudah termasuk wawancara dan foto. Kami juga diharuskan membayar uang 255 ribu, 200 ribu untuk pembuatan dan 55 ribu untuk biaya administrasi. Ingat ya, kami melakukannya tanpa calo.

Ketika ditanya kapan saya akan keluar negeri, saya jawab aja akhir tahun ini sekitar bulan November dengan tujuan Singapura. Padahal, saya masih belum tau pastiΒ  kapan, bagaimana, mengapa dengan siapa dan kemana saya akan menggunakan ‘si hijau’ ini untuk yang pertama kali, hihihihi πŸ™‚

Waktu membuat ‘si hijau’ ini saja, saya memang belum ada kepastian kapan, bagaimana, mengapa dengan siapa dan kemana saya akan pergi. Yang penting, saya membuat dulu lah. Habis itu, rencananya akan saya pajang di kamar biar bisa dilihatin setiap hari. Dengan demikian, maka saya tidak lupa untuk berdoa kepada Allah agar memudahkan saya untuk secepatnya menggunakan ‘si hijau’ ini. Ingat, jalanNya itu datang dari arah tak terduga dan tak disangka-sangka loh πŸ™‚

Nah, ‘si hijau’, tunggu saya untuk secepatnya menggunakanmu ya πŸ˜€

si hijau

Iklan

Emotional Intelligence


Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah dulu, ada salah seorang guru saya yang berkata lebih kurang seperti ini, “Taukah kalian, tidak selalu orang sukses itu orang yang mempunyai IQ (Intelligence Quotient) tinggi. Ketika kalian nanti bekerja dan hidup bermasyarakat, IQ itu hanya berperan sekitar 20%, sisanya EQ (Emotional Intelligence) yang berperan.”. Waktu itu saya penasaran dengan apa yang namanya EQ tersebut. Selain tes IQ, ternyata ada jyga tes EQ. Hanya saja tidak seperti tes IQ yang biasanya ada di sekolah-sekolah, tes EQ lebih ditekankan di luar sekolah. Entahlah, mungkin ini bagian dari sistem pendidikan bangsa ini yang lebih mengutamakan IQ ketimbang EQ.

Setelah saya searching, ada beberapa hal yang saya dapat. Daniel Goleman adalah orang yang memperkenalkan Emotinal Intelligence atau Kecerdasan Emosional. Goleman melakukan suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan lebih berhasil membina hubungan dengan orang-orang di sekitarnya dan lebih sukses dibandingkan orang yang memiliki IQ tinggi saja tanpa diiringi dengan kecerdasan emosional. Dia menjelaskan, ada lima dasar kecerdasan emosional.

a. Mengenali emosi diri

Kesadaran diri untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi merupakan salah satu dasar kecerdasan emosional. Kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu merupakan hal penting bagi wawasan psikologi dan pemahaman diri. Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan kita yang sesungguhnya membuat kita berada pada dalam kekuasaan perasaan (ini nih yang biasanya terjadi pada remaja jaman sekarang). Orang yang memiliki keyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah pilot yang handal bagi kehidupan mereka, karena mereka mempunyai kepekaan lebih tinggi akan perasaan mereka sendiri. Hal ini yang sesungguhnya sangat membantu mereka atas pengambilan keputusan-keputusan masalah pribadi, mulai dari masalah akan kuliah di bidang apa sampai ke pekerjaan apa yang akan diambil.

b. Mengelola emosi

Menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas adalah kecakapan yang bergantung pada kesadaran diri. Orang-orang yang buruk kemampuannya dalam keterampilan ini akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung, sementara mereka yang pintar dapat bangkit kembali dengan jauh lebih cepat dari kemerosotan dan kejatuhan dalam kehidupan. Ini nih yang susah, saya sendirimasih sering kerepotan mengelola emosi saya sendiri. Terkadang pengendalian emosi saya bagus, tapi tidak jarang buruk. Hal ini terjadi mulai dari jaman saya kecil, raport TK saya selalu ada tulisan yang intinya ‘kendalikan emosimu’. Cuma sekarang mulai ke sini mulai bisa mengendalikan emosi, asal nggak pas PMS aja sih :p. Mengendalikan emosi bukan hanya ketika marah saja lho, tapi ketika senang juga. Misalnya saja nih, ketika sedih tidak terlalu bersedih banget, ketika senang juga tidak terlalu heboh berlebihan (bahkan sampai euphoria).

c. Memotivasi diri sendiri

Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan (istilah lainnya memotivasi diri sendiri) adalah hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, juga untuk berkreasi. Kendali diri emosional -menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati- adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Dan, mampu menyesuaikan diri dalam ‘aliran’ yang memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan. Banyak orang mengatakan, memotivasi diri sendiri itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan memotivasi orang lain. Sulit bukan berarti tidak bisa kan? Banyak cara kok untuk memotivasi diri sendiri. Misalnya saja, memberi hadiah ke diri kita sendiri saat kita berhasil mencapai suatu target yang kita tetapkan. Nggak usah mahal-mahal, misalnya saja makan es krim coklat, atau makan bakso yang lezat atau nonton film, atau baca novel, atau terserah apa kesukaan Anda. Atau bsia juga memotivasi diri sendiri dengan cara lain, seperti motivasi nilai yang bagus, motivasi untuk orang tua dan keluarga, sampai memotivasi diri sendiri yang paling tinggi tingkatannya : melakukan segala sesuatu untuk Allah SWT. Yang saya sebutkan terakhir ini beneran keren deh :).

d. Mengenali emosi orang lain

Empati, kemampuan yang juga bergantung pada kesadaran diri emosional, merupakan keterampilan bergaul dasar. Orang yang empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain. Senang rasanya ketika partner kita tersebut orang yang empati. Tapi, tingkat empati tiap orang itu berbeda-beda. Yang saya rasakan sih, biasanya perempuan lebih mudah berempati daripada laki-laki. Ini cuma menurut pengamatan saya aja lho.

e. Membina hubungan

Seni membela hubungan, sebagian besar, merupakan keterampilan mengelola emosi orang lain. Ini merupakan keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan, dan keberhasilan antarpribadi. Orang-orang yang hebat dalam keterampilan ini akan sukses dalam bidang apapun yang mengandalkan pergaulan yang mulus dengan orang lain. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengasah keterampilan dalam membina hubungan, salah satunya mengikuti suatu organisasi atau suatu kepanitiaan di sekolah ataupun kampus. Semakin sering kita berinteraksi dengan orang lain, akan semakin mudah bagi kita untuk membina hubungan dengan orang lain. Tidak percaya? Coba tanyakan pada teman-teman Anda yang aktif di organisasi ataupun di kepanitian.

Ketika perpustakaan kampus menjadi ‘trending topic’ akhir-akhir ini…


Yah….kira-kira seperti judul diatas salah satu status facebook salah seorang teman saya. Kenapa harus perpustakaan kampus? Ada apakah? Kenapa kok jadi sampai jadi trending topic segala sih?

Kalo menurut saya sih, hal ini tidak lain tidak bukan disebabkan karena sekarang lingkungan perpustakaan kampus menjadi suatu hal yang ‘aneh’. Perpustakaan yang seharusnya nyaman, tenang dan damai plus enak buat belajar, menjadi berkurang nilai tempatnya karena satu dan lain hal.

Problemnya, perpustakaan sekarang berisik. Sudah menjadi rahasia umum kalo perpustakaan itu seharusnya menjadi suatu tempat yang tenang dan damai tanpa suara-suara berisik yang mengganggu pengunjung. Coba cari perpustakaan mana saja deh, pasti ada syarat tidak tertulis yang menyetujui aturan seperti itu. Nah, apa jadinya ketika perpustakaan menjadi tempat yang gaduh dengan suara musik dan tv saling bersahutan, ditambah obrolan penjaga perpustakaan yang seperti obrolan ibu-ibu di pasar? Trust me, it’s very very annoying. Saya nggak menyalahkan kalo penjaga perpustakaan berdalih mereka bekerja juga butuh hiburan dan komunikasi dengan rekan kerja mereka. Tapi, harap diingat. Ruang kerja anda –wahai penjaga perpustakaan– menyatu padu dengan ruang baca dan rak-rak buku yang otomatis ketika anda-anda sekalian itu mengobrol dan bermusik ria keras-keras pasti telingan kami –para pengunjung ini– akan mendengar. Kami nggak tuli. Juga kuping kami nggak kami sumpelin headset sampe budeg.

Saran saya sih, alangkah lebih baik kalo ruang penjaga dengan ruang baca dan rak-rak buku dipisah. Saya pernah melihat perpustakaan dengan tipe seperti ini, seperti perpustakaan daerah di kabupaten saya –yang dulu jadi langganan saya ketika masih di rumah– atau perpustakaan UI. Di sana, penjaga perpustakaan bisa leluasa beraktivitas layaknya pegawai biasa yang bukan penjaga perpustakaan. Bisa haha hihi, bergosip ria, bermusik keras-keras, lihat sinetron, maen game atau apalah. Atau kalo saran saya ini hanya ecek-ecek, bagaimana kalo pihak yang berwenang menanyakan solusinya kepada yang lebih ahli, pustakawan mungkin?

Saya hanyalah mahasiswi biasa yang mengunjungi perpustakaan dengan beberapa alasan. Pertama, mau ngenet gratis karena kuota modem saya sedang sekarat atau ngambek. Kedua, ngadem mau ngerjain tugas karena kalo ngerjain di kos kepanasan atau kalo gak gitu di kosan pasti tidur. Ketiga, kerja kelompok yang butuh referensi jurnal-jurnal internasional yang bisa di download dari internet. Keempat, saya membutuhkan referensi dari buku-buku yang ada di perpustakaan untuk belajar atau mengerjakan tugas.

Dan sebagai mahasiswi biasa yang mengunjungi perpustakaan dengan beberapa alasan, tentunya hal-hal yang menyebabkan perpustakaan kampus menjadi trending topic akhir-akhir ini juga mempengaruhi saya dong. Keganggu itu udah pasti. Kayak yang tadi siang saya lakukan, menyuruh diam dengan bilang ‘sssssssssssssttttttttttttttttttttt’ keras-keras kepada yang-entah-siapa-cekikikan-keraskeras-mirip-banget-sama-nenek-sihir-dibalik-tempat-majalah. Abang saya malah lebih parah lagi, bilang ‘sssssssssstttttttttttt’ nya nggak cukup sekali, sambil teriak-teriak pula. Yah….sedih sih. Mari kita doakan saja semoga perpustakaan kampus cepat berubah.

Oiya, dan jangan lupa doakan semoga perpustakaan kampus ditambahin colokannya tiap meja. Biar kami sebagai pengunjung nggak berebut colokan atau membawa colokan T sendiri. πŸ™‚

Tipe Kepribadian


I need to relax and today is weekend. Not bad if I spent it to do something I love.

Meskipun saya bukan seorang mahasiswa psikologi, tapi ijinkanlah saya menulis tentang hal-hal yang berbau psikologi. Saya memang mahasiswa statistika ekonomi semester 8, dan di semester ini kami mendapat mata kuliah psikologi sosial. Kebetulan pula kelompok saya untuk presentasi dapat bab tentang tipe kepribadian (masih lama sih majunya, ini cuma iseng aja buat). Semoga bermanfaat ya, ini saya search dari berbagai sumber.

Florence Littaauer, seorang penulis buku Personality Plus, membagi tipe kepribadian menjadi 4 : Sanguinis, Koleris, Melankolis dan Plegmatis. Masing-masing tipe mempunyai keunikan tersendiri yang tidak dimiliki tipe lainnya. Keunikan ini bisa dilihat dari penampilan, model bajunya, cara berbicara, cara bergaul, bahkan sampai cara meletakkan sepatunya. Misalnya saja nih, orang sanguinis akan membiarkan sepatunya terinjak-injak, sementara orang plegmatis akan menyingkirkannya karena takut mengganggu orang lain, tapi malas meletakkannya ke dalam rak yang hanya berjarak beberapa meter saja. Orang koleris dan melankolis akan sama-sama memasukkan sepatu mereka ke dalam rak. Hanya saja, orang koleris akan memasukkannya dengan serampangan, yang penting bisa masuk karena menyadari fungsi rak sepatu adalah untuk meletakkan sepatu, sedangkan orang melankolis akan memasukkannya sambil menjaga kerapihan jarak antara sepatu kanan dengan kirinya. Benar-benar berbeda ya :). Tapi, ini nggak mutlak loh. Artinya, ini hanyalah contoh yang bisa jadi tidak setiap orang dengan kepribadian yang sama akan melakukan hal semacam ini.

Perbedaan kepribadian tidak boleh menjadikan kita saling mengolok atau merasa ‘lebih’ dibanding yang lain. Maing-masing tipe memiliki kekuatan yang harus dioptimalkan dan kelemahan yang harus diminimalisir. Yuk, lihat lebih detail lagi mengenai keempat kepribadian ini.

a. Sanguinis

Orang sanguinis biasanya populer dan identik dengan popularitas. Orang sanguinis ini memiliki kepribadian yang menarik, suka berbicara, emosional, humoris, ingatan yang kuat akan warna, mampu berbicara dengan memukau, demonstratif, ekspresif, antusias, periang, penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, good performance , lugu, polos, berhati tulus serta kekanak-kanakan.

Dalam hal pekerjaan, orang sanguinis selalu siap menjadi sukarelawan untuk tugas apapun, selalu memikirkan hal-hal baru, tampak hebat di permukaan, kreatif dan inovatif, punya energi, cemerlang, menginspirasi orang lain, dan mempesona orang lain untuk ikut bekerja. Sebagai teman, orang tipe ini tipe teman yang baik. Ia mudah bergaul, gampang jatuh cinta, suka dipuji, menyenangkan, tidak pendendam, cepat minta maaf, spontan dan tidak membosankan.

Kelemahan dari orang sanguinis adalah suka tidak ada tindak lanjut, mudah bosan, bertele-tele, suka membesar-besarkan masalah (bahasa gaulnya sih lebay, sehingga sering terjebak pada kebohongan). Orang tipe ini menyukai kesenangan dan kepribadian memikat sehingga dia sering merasa tidak percaya bahwa dia bisa melakukan kesalahan. Dia juga terlalu banyak bicara, tidak sabar untuk menceritakan segala sesuatu hingga detail, terlalu mementingkan diri sendiri, kurang peka, memiliki ingatan yang buruk, suka buta arah, sulit untuk mendengarkan, kurang perhatian pada orang lain, sering menyela pembicaraan orang, sering berbicara tanpa berpikir dahulu, teman yang selalu berubah-ubah, tidak tertib, kekanak-kanakan atau tidak dewasa.

Dalam hal berpakaian, orang sanguinis biasanya menyukai pakaian yang berwarna-warni dan bermotif, menyukai dandanan yang bisa menjadikannya sebagai pusat perhatian, atau setidaknya menyukai hiasan-hiasan yang ramai. Maka jangan kaget ketika anda menemukan orang yang sangat ‘ramai’, baik dari segi penampilan maupun perilaku. Tapi, tidak semua orang bisa dikenalinseperti itu. Kalau anda sedang mengawasi orang yang berlalu lalang di jalan, dan menemukanorang yang sedang asyik mengobrol seru dengan gembira bersama teman-temannya, atau jika sendirian dia akan melayangkan pendangan ke semua orang dengan harapan menemukan seseorang yang bisa diajak bercakap-cakap atau melakukan suatu hal yang menarik. Nah, inilah orang sanguinis yang sesungguhnya.

Ruang kerja orang sanguinis mencerminkan gayanya yang seenaknya. Meja tulisnya penuh dengan kertas-kertas dan tumpukan pekerjaan yang acak-acakan. Orang lain yang melihat ketidakteraturannya mungkin akan bertanya dalam hati bagaimana dia bisa memanfaatkan berbagai hal yang berbeda-beda dan tumpang tindih, Anda bisa jadi akan menemukan barang-barang pribadi dalam tumpukan pekerjaan tersebut. Mungkin saja gantunga kunci pemberian teman, buku pinjamana,sampah bungkus makanan atau bahkan rempah-rempah sisa makanan yang lama. Bukannya jorok, tapi hanya terkadang, dia lupa untuk membuangnya aetelah sekian lama. Hahahaha πŸ˜€

b. Koleris

Jika mencari figur-figur pemimpin, inilah dia orang tipe koleris. Koleris adalah pribadi yang kuat. Dia adalah orang yang ekstrovert, sebagai pelaku, selalu optimis, dan pekerja keras. Orang koleris memiliki bakat menjadi pemimpin, dinamis dan aktif, sangat memerlukan perubahan, harus senantiasa memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri. Dia senantiasa memancarkan keyakinan dan percaya diri, bisa menjalankan apa saja, motivator yang hebat, berorientasi pada target, detail, terorganisisr dengan baik, cenderung untuk mencari pemecahan yang praktis, bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain, menekankan hasil dan berkembang dengan persaingan.

Orang koleris cenderung kurang butuh teman, lebih suka memimpin dan biasanya dia memang bisa menjadi pemimpin yang diandalkan. Dia bisa unggul dalam keadaan yang darurat, bisa mengambil langkah-langkah pemecahan pada saat yang dibutuhkan. Dalam pekerjaan, seorang koleris adalah pekerja keras, ambisius daam mengejar prestasi. Dia tidak bisa bersantai-santai, tidak suka malas-malasan, dan selalu tegang. Dia akan menjadi semakin bersemangat jika berposisi sebagai pengendali atau pemimpin.

Kelemahan dari seorang koleris adalah mereka selalu sok unggul dan sering meremehkan orang lain. Mereka juga tidak sabaran, suka menasehati dan memberi solusi meskipun tidak diminta sehingga kesannya menjadi sok tahu dan sok care. Mereka benci kekalahan, tidak pernah merasa salah, arogan, sok kuasa, keras kepalam tidak sabaran, suka bicara apa adanya, sulit menerima orang lain benar, juga sulit memahami kenapa orang lain tidak bisa menyesuaikan diri dengan dirinya. Uniknya, mereka mampu memanipulasi orang sehingga tunduk pada kendalinya. Rata-rata orang koleris adalah orang yang otoriter dan senang dengan pertempuran/pertengkaran. Karena jika ‘bertempur’ dan menang maka itulah kesenangan yang dia dambakan. Bahkan yang lebih ekstrim, dia bisa menghalalkan segala cara agar bisa meraih kemenangan. Dia akan senang menyalahkan kesalahan orang lain dan menganggap dia paling benar. Sayangnya, dia sangat sulit untuk minta maaf.

Ruang kerja orang koleris biasanya tanpa hiasan. Waktu mereka sudah dihabiskan dengan tugas yang dihadapi sehingga mereka tidak sempat memerhatikan apakah ada gambar di dinding atau apakah perabotannya sudah serasi. Dia akan lebih suka menggunakan benda-benda lama yang masih efektif digunakan daripada menggunakan barang-barang baru yang fungsinya sama saja. Maka jangan heran apabila anda menemukan teman anda yang masih saja menggunakan sepatu yang telah pudar warnanya meskipun sebenarnya punya kemampuan untuk membeli yang baru. Dia beranggapan bahwa jaket it masih nyaman dipakai dan belum rusak. Itulah orang koleris.

Orang koleris bisa dikenali dari cara jalannya yang mantap, cepat dan penuh percaya diri. Mungkin anda akan melihat gambaran para ‘cewek macho’ dari tipe koleris ini. Orang-orang ini punya sesuatu yang penting yang harus dilakukan, punya hal-hal lain yang lebih besar untuk dipikirkan, dan tidak suka membuang-buang waktu untuk menyimpang atau sekedar melihat-lihat. Dia juga sering berbicara dengan keras dan tegas.

Orang koleris lebih mementingkan fungsi daripada yang lainnya. Jadi, biasanya dia tidak terlalu terpikat dengan mode pakaian dan lebih suka memilih pakaian biasa yang baik tapi tahan lama. Dia memilih karena fungsinya, bukan karena keindahannya. Atau kalu tidak, keindahan hanya sebagai pelengkap saja. Dia mengusahakan perhiasannya minimum, hanya yang paling perlu saja.

c. Melankolis

Orang melankolis adalah tipe manusia yang ‘sempurna’. Dia introvert, pemikir dan pesimis. Orang melankolis adalah orang yang mendalam dan penuh pikiran. Dia juga analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, artistik dan musikal, filosofis dan puitis, mengahargai keindahan, perasa, suka berkorban, penuh kesadaran dan idealis. Dalam hal pekerjaan, orang melankolis biasanya berorientasi jadwal, eprfeksionis, standar tinggi, sangat rinci, gigih dan cermat. Dia juga tertib dan terorganisasi. Dia teratur, rapi, ekonomis, peduli dengan masalah — meskipun remeh, pintar mencari pemecahan masalah secara kreatif, suka diagram, grafik dan daftar.

Dalam pergaulan, orang melankolis cenderung hati-hati dalam berteman, puas dibelakang layar, menghindari perhatian. Namun demikian, ketika dia sudah mendapatkan teman yang cocok, dia akan setia dan berbakti, siap menampung curhat, mampu memberikan solusi, sangat perhatian dan siap memberikan ‘segalanya’ untuk sahabatnya tersebut tanpa pamrih. Orang melankolis juga mudah terharu saat melihat orang lain sedih, serta cenderung mencari pasangan hidup yang ideal, bahkan cenderung pemilih.

Orang melankolis selalu merasa paling benar namun dengan kesungguhan dan sikapnya yang perfeksionis, dia mampu membuktikan bahwa dia adalah orang yang benar. Setidaknya, meyakinkan orang-orang bahwa dia memang benar. Oleh karena itu, dia merupakan pemuja kesempurnaan dan mudah tertekan ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dia anggap sebagai kebenaran, meskipun itu hal yang remeh, seperti menyaksikan buku-buku yang berantakan atau barang-barang yang tidak ditempatkan di tempatnya.

Orang melankolis terkesan terlalu banyak memberi tuntutan kepada orang lain, khususnya orang-orang terdekat dalam hidupnya. Wajah orang melankolis rata-rata muram dan selalu saja mencari-cari kesulitan alias masalah. Dia gampang sakit hati dan menikmati rasa sakit itu.

Ciri negatif lainnya, dai biasanya memiliki citra diri yang negatif (minder). Jangan harapa dia mau dengan sukarela maju ke depan panggung meskipun hanya untuk mengucapkan satu dua patah kata. Hal ini terjadi karena dia merasa tidak aman secara sosial. Dia sebenarnya butuh pujian nammun gengsi untuk memintanya sehingga dengan cara halus, ia akan memintanya atau bahkan ‘memaksanya’. Mereka juga sering menunda-nunda karena terlalu banyak perhitungan, takut jika dia tak mampu melakukan dengan benar.

Kunci untuk mengamati orang melankolis adalah kata sempurna. Segala hal mengenai mereka sempurna dan serba rapi. Anda biasanya bisa dengan cepat mengenali orang dengan tipe kepribadian melankolis dengan melihat pakaian, postur rubuh dan gaya rambutnya yang biasanya rapi dan merapat ke kepala.

Seorang perempuan tipe melankolis cenderung mengikat rambutnya atau memotongnya pendek sehingga dia bisa menjaganya agar tetap rapi. Sementara jika dia mengenakan jilbab maka dia pasti akan sangat memperhatikan lipatan jilbabnya dan kelicinan hasil setrikaannya. Anda juga akan langsung mengenali orang dengan tipe ini lewat sepatu mereka yang begitu mengkilat, serta kancing pergelangan tangan yang rapi. Dia memiliki rak-rak khusus tempat segala harus diletakkannya sesuai dengan ‘jenis’nya. Jika anda melihat ada teman anda yang selalu menjaga kamarnya tetap rapi dengan segala sesuatu berada pada tempatnya, nah itulah dia tipe melankolis yang ‘sempurna’.

d. Plegmatis

“Lakukan sesuatu!” Itulah kalimat yang paling sering dilontarkan pada seorang plegmatis. Damai, itulah kesan terkuat yang dilontarkan pada seorang plegmatis. Dia adalah sosok yang introvert, pengamat dan pesimis. Dia rendah hati, mudah bergaul, santai, diam, tenang, sabar dan baik keseimbangannya. Hidupnya konsisten, cerdas, simpatik, baik hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan dan efisien. Dalam pekerjaan, dia cakap dan mantap. Damai dan mudah sepakat, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, tetap baik meskipun di bawah tekanan, serta mampu menemukan cara yang mudah. Dia mudah diajak bergaul, menyenangkan, tidak suka menyinggung perasaan, pendengar yang baik, selera humor lumayan, suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatihan.

Orang plegmatis juga memiliki kelemahan. Dia sangat butuh dimotivasi karena nyaris tak punya semangat. Dia sulit melakukan perubahan-perubahan, dan juga sangat malas. Karena kemalasannya, dia sering menunda-nunda pekerjaan. Dia nyaman dengan suasana yang biasa-biasa saja, yang bagi orang sanguinis atau koleris tentu sangat menyebalkan. Dengan sendirinya, dia juga malas mencoba hal-hal baru. Hidupnya monoton. Meskipun dia memiliki keinginan, biasanya lebih suka dipendam dalam-dalam. Dia juga tidak berani mengambil keputusan, cenderung plin-plan dan sulit berkata tidak. Itu karena dia tidak mau terlibat konflik dan tidak mau menanggung resiko. Namun, jika dia sudah memiliki tekad untuk melakukan sesuatu, dia pasti akan melakukannya, dan tak ada seorang pun yang bsia mencegahnya.

Menemukan orang plegmatis secara visual mungkin paling sulit. Dia adalah orang yang berada di tengah-tengah dan jarang memberikan ciri khas, namun justru itulah ciri khasnya, dia bukanlah watak-watak yang lainnya. DamaiΒ  dan tidak menonojol. Seolah-olah melebur dengan orang-orang di sekitar mereka, seolah tidak ada. Pilihan pakaian dan penampilan mereka pun biasanya sesantai yang dimungkinkan oleh situasinya. Mereka tidak ingin banyak menarik perhatian dan suka berada di latar belakang.

Orang plegmatis, saking menyatunya dia dengan segala sesuatu di sekelilingnya, kadang tidak peduli apakah dia medapatkan ruang kerja sendiri atau tidak. Dia bahagia di mana saja dan bisa menyesuaikan diri melakukan segala hal dimana saja. Jika dia memiliki ruang kerja sendiri, biasanya rapi, walaupun mungkin penuh dengan tugas-tugas dan proyek-proyek yang setegah jadi. Orang plegmatis damai suka menempatkan segala sesuatu di meja tulisnya sehingga dia bisa dengan mudah menjangkaunya. Jadi jangan heran jika suatu ketika anda akan melihatnya meluncurkan kursi roda mereka melintasi lantai untuk mengambil barang yang diperlukan, bukannya turun dari kursi dan berjalan untuk mengambilnya.

Pakaian yang dikenakan seorang plegmatis terkesan apa adanya dan sederhana. Dia akan memilih warna-warni alami yang terkesan lembut dan longgar. Mereka akan menghindari warna-warni mencolok yang biasanya disukai orang-orang sanguinis. Apakah bagian-bagian pakaiannya saling berkesusaian tidak begitu dipedulikannya. Gaya orang plegmatis biasanya mengalir dan apa adanya. Dia seolah begitu ringan sehingga lewat tanpa menarik perhatian orang lain begitu saja. Jika anda memiliki teman yang memiliki tipe kepribadian semacam ini maka dia akan menjadi teman yang menyenangkan, pendengar yang baik, dan pendamai perselisihan yang penyabar.

Sering diantara keempat tipe karakter ini terdapat perpaduan dua karakter. Yang biasa terjadi adalah karakter sanguinis-koleris dan melankolis-plegmatis juga koleris-melankolis dan sanguinis-plegmatis. Tapi juga tidak menutup kemungkinan ada sisi-sisi pribadi lain yang muncul dari dirinya, yang tidak lebih dominan dibandingkan kepribadian lain yang lebih menonjol.

Karakter ‘bos’ yang suka bekerja keras pada orang koleris, tentu akan menjadi lebih ‘ringan’ jika dipadukan dengan gaya sanguinisnya. Meskipun pekerja keras dan cenderung suka mendominasi, dengan gaya yang ringan, orang koleris-sanguinis akan mampu menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Akan tetapi, pemimpin dengan tipe ini juga akan cenderung melompat-lompat, kurang sistematis, mudah melupakan apa-apa yang telah menjadi kesepakatan dan ketika diingatkan, dengan mudah dia akan memaafkan dirinya sendiri.

Sebaliknya, orang koleris yang melankolis, benar-benar perpaduan karakter yang mungkin akan membuat orang-orang dibawahnya merasa ‘tertekan’. Pemimpin yang berkemauan keras dan perfeksionis biasanya memang dijauhi oleh anak buahnya. Akan tetapi, rata-rata pemimpin yang berprestasi, memiliki karakter semacam ini. Sikap plegmatis, akan mengurangi rasa depresi pada orang melankolis sehingga perpaduan watak ini akan menciptakan si sempurna yang cenderung mudah berdamai. Akan tetapi, rasa tidak percaya diri untuk tampil di muka umum bisa semakin menjadi-jadi.

Sedangkan perpaduan sanguinis-plegmatis akan memunculkan si pendengar yang baik hati. Pikirannya begitu sederhana, dan dia membiarkan dirinya selalu sederhana. Dia nyaman dengan kesederhanaan itu. Tapi, jangan heran kalau diaΒ  -hampir bisa dikatakan- selalu lamban dalam memutuskan segala sesuatu.

Sementara, ada juga pribadi yang disebut-sebut mengenakan ‘topeng’, yaitu jika dia memiliki karakter koleris-plegmatis atau sanguinis-melankolis. Orang plegmatis, tidak mungkin ‘berdamai’ dengan karakter koleris. Sehingga jika ada orang koleris namun suatu saat muncul sikap plegmatisnya, berarti ada sesuatu hal yang ‘palsu’. Bisa jadi orang koleris itu merasa putus asa, ataupun mengalami tekanan yang begitu kuat sehingga akhirnya memilih ‘berdamai dengan nasib’. Demikian juga, jika orang yang karakter dasarnya melankolis namun dia mendadak bergaya seperti sanguinis, bisa jadi dia hanya sedang berakting.

Setiap orang adalah perpaduan dari beragam karakter yang berbeda. Inilah yang menyebabkan masing-masing individu unik dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pengetahuan tentang berbagai karakter ini bukan berarti mengilhami kita untuk memberikan pemaafan atas karakter negatif kita. Justru dengan pengetahuan itu, kita akan terdorong untuk memanfaatkan hal-hal yang positif. serta memperbaiki hal-hal negatif yang ada bersama kita. Memahami kepribadian diri sendiri dapat membantu kita memahami kepribadian orang lain.

22


Pagi itu, saya bangun pagi karena pagi-pagi hape saya sudah berbunyi nyaring melebihi suara alarm yang biasa saya setting dengan volume nggak manusiawi. Sepertinya sudah menjadi ritual setiap tanggal 16 Februari sejak 4 tahun yang lalu kalo orang rumah pasti ribut mengucapkan Happy birthday di pagi hari mulai dari mama–papa–jarjit kiko ngakngik (adek pertama saya)–jarjit monik ngakngik (adek kedua saya). Tapi, pacar saya malah nggak telpon /(._.)\

Malesnya sudah maksimalis saat tiba-tiba saja pacar saya yang ganteng sms pake kata ‘adek cantik’. Ini jarang loh, biasanya juga panggilnya si buluk, maripil, ngakngik, upil, bau ketek, bau jigong, nggak pernah mandi, dll. Nggak berapa lama, dia datang ke kosan sambil bawa kue tart. Voilaaaaaaaaaaa……………………………………..silahkan anda mau percaya mau enggak, ini adalah kue tart pertama saya selama saya hidup dan melewati 16 Februari. Dulu pas 17 tahun, teman-teman juga membelikan saya kue tapi bukan kue tart (dimakan bareng-bareng soalnya). Dan ini so amazing buat saya, meskipun sejujurnya saya nggak begitu suka kue tart. Kenapa? Pertama, harganya mahal. Kedua, berbeda sama makanan yg lain kalo banyak enak kalo sedikit enggak, ini sebaliknya (kalo sedikit sih enak, kalo banyak jadi enggak). Ketiga, nggak tahan lama. Duit abang saya habis buat beli kue tart ini, jadi saya nggak dapat kado yang tahan lama. Kata abang sih, kadonya ya kue tart ini. Sedih saya, kadonya cuma habis dalam sehari T.T…..Biar awet, jadinya saya foto aja deh ya, biar bisa buat kenang-kenangan.

Ini hanya 25% nya aja, tapi cukup mewakili kok

Sudah lihat kan kue nya? Rasa coklat, dalamnya bolu, ada krim vanila dan selai stroberi sedikit. Manis rasanya, kata abang sih seperti saya, hehe… Sederhana ya, tidak ada tulisan apapun. Simpel. Anggun. Dan banyak dijumpai di toko kue. Tapi saya tetap menghargai usaha abang saya buat ngasih surprise ini. Alhamdulillah masih bisa merasakan kue tart di hari ulang tahun sendiri. Abang saya perhatian juga ya ternyata πŸ˜€

Maaf ya kalo abang saya baca ini dan tersinggung, dulu kan adek sudah ngomong langsung pas abang ngasih kue ini. Bukannya nggak menghargai, hanya ngomong jujur aja kok. Daripada beli kue tart yang cukup mahal kayak gini, mending beli kue kecil-kecilan aja. Dan beliin kado buat adek yang tahan lama. Hahahaha…..ini kok malah jadi saya sih yang minta kadonya? Kado kan terserah yang ngasih ya :p

Overall, thank a ot for this. You’re my man, you’re my friend, you’re my brother, and you’re my everything πŸ™‚

Sudah cukup seneng-senengnya, sekarang mari muhasabah diri lagi. Gak papa kan muhasabah diri lagi meski ulang tahun sudah lewat jauh?

Bissmillahirrahmanirrahim.Β  Semoga aku di hari ini dan di hari esok selalu lebih baik dari hari kemarin. Semoga apa yang aku lakukan kemarin, sekarang dan yang akan datang bermanfaat untuk orang lain dan diri sendiri. Semoga apa yang menjadi inginku bisa juga menjadi kehendakMu. Limpahkanlah selalu nikmatMu untukku dan keluargaku. Berilah kami kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan dunia akherat. Jauhkanlah kami dari godaan setan, siksa kubur dan api nerakamu. Berilah aku seorang imam dan keturunan yang sholeh-shalilah yang bisa menuntunku di dunia dan akherat. Terima kasih atas semua nikmatMu, aku mohon ampun atas semua kesalahanku. Semoga sisa hidup ini menjadi suatu hal yang bermanfaat. Aamiin.

S.K.R.I.P.S.I #5


Halohaaaaaa………….sepertinya blog ini mulai sepi pengunjung deh. Udah terlihat debu setebal beberapa senti, dan itu sarang laba-laba dimana-mana. Berbulan-bulan tidak tersentuh tangan cantikku, sungguh merana nasibmu kini blogku

*pukpuk

*tiup-tiupin debu

*bersihin pake vacum cleaner

*trus dipel

Nah, sekarang seenggaknya udah bersih dan siap ditulisin lagi. Yiihaaaa πŸ˜€

Pertama sekali, maaf ya. Maaf maaf maaf pake banget deh. Bukannya sibuk sok sibuk tapi saya beneran nggak selera buat nulis apapun. Mulai dari nulis blog, nulis diary cinta saya sama abang (udah berbulan-bulan ngganggur nggak kesentuh), nulis catatan pelajaran, nulis uang pengeluaran harian, nulis agenda di papan kamar, sampai akhirnya nulis skripsi jadi korban. Jangan tiru mahasiswa tingkat akhir seperti ini yaaaa.

Maih inget kan dengan ujian komprehensif yang dulu pernah saya tulis di blog ini? Yaudah deh kalo nggak inget, nih saya ingetin lagi. Baik kan saya? Kurang apa lagi coba, nggak inget aja diingetin loh pembacanya :p. Ujian komprehensif di kampus saya itu diadakan di hari terakhir UAS semester 7. Materinya mencakup semua materi mata kuliah inti dari semester 1-7 tersebut. Ngeri? Udah jangan tanya ngerinya kayak apa. Eh tapi kalo dibilang ngeri, nggak nggigit sih sebenernya dia. Tapi kalo dibilang nggak ngeri kok ya keterlaluan ya? Ya gitu deh, susah dideskripsikan –“. Pokoknya, gara-gara ujian ini yang hanya 1 SKS dan menjadi salah satu syarat mengikuti seminar skripsi, saya harus pontang-panting badan untuk melahap setumpuk buku-buku kuliah yang pastinya membosankan. Demi bisa lulus, iya…..demi lulus 1 SKS. Dan tau nggak, ujian komprehensif itu terdiri dari 50 soal mix and match dari 9 mata kuliah inti selama 7 semester. Kebayang kan nggak manusiawinya ujian ini? OK, saya akan ngomong terus terang di sini. Jujur dan nggak pake ditutup-tutupin. Saya belajar untuk 1 SKS ini dari awal saya masuk kuliah semester 7, bahkan ketika kuliah belum dimulai dan masih suasana liburan. Ikut KSM lompat sana lompat sini. Pokoknya, ini belajar terserius selama kuliah di sini deh. Motivasi utamanya hanya satu : saya nggak mau ikut her komprehensif. Udah harus mikir lagi, banyak lagi yang dipikir. Belum lagi skripsinya. Mungkin itu kali ya yang buat saya jadi sedikit taft, hehehe…. Nih bukti keseriusan saya belajar kompre. Perlu diingat ya, tipe belajar tiap orang itu beda-beda. Dan ini zona saya nyaman belajar saya ya seperti ini, jadi plis banget jangan diejek :). *gambar di bawah ya

Setelah gonjang-ganjing kapan pengumuman ujian 1 SKS ini diumumkan, selama itu pula saya makan nggak enak tidur nggak nyenyak (beberapa hari, setelah itu lupa, hehe). Dan akhirnya, hari Selasa, 8 April 2013 adalah hari yang ditunggu-tunggu selama sebulan ini. Alhamdulillah, saya nggak ikut her komprehensif. Abang juga. Jadi senang banget lah ya kita, bisa lebih konsen di skripsi tanpa gangguan tambahan :D. Eh tapi, yang ikut her banyak juga lho. Total ada 59 anak ; 12 SE, 14 KS, sisanya SK. Entahlah karena faktor apa, padahal dari segi biasanya mereka yang ikut her ini rata-rata nilainya lebih bagus dari saya lho. Mungkin ada rencana Allah yang lain, wallahu’alam.

SKRIPSI? Nah ini nih, prhara mahasiswa tingkat akhir yang bikin badan kalo nggak kurus ya gemuk. Kalo biasanya para mahasiswa memulai skripsinya dari bab 1 dan sebagian besar teman saya juga demikian, maka lain ceritanya dengan saya. Begitu saya ngadep dosbing, dosbing saya langsung netapin beberapa hal yang harus saya lakukan : SIAPKAN DATA, PELAJARI ANALISIS YANG AKAN DIPAKAI dan BUAT PERMODELAN. Iya sih cuma 2 itu, tapi ini udah masuk minggu kelima dan saya belum bisa mempersiapkan data 100%. Analisis yang akan dipakai? Iya sudah tau, tapi masih belajar. Kalo dipersenin sekitar 50% aja, antara nangkep nggak nangkep (fyi, analisis yang dianjurkan dosbing dan kemungkinan besar akan saya pakai ini nggak diajarin di kampus, jadi harus belajar sendiri). Jadi, harus melengkapi 2 yang pertama dulu baru bisa buat permodelan. Trus ketika saya tanya kapan saya bisa mulai buat bab 1&2, apa coba jawaban dosbing saya?

Nulis skripsi itu seminggu juga jadi kok. Asalkan datanya udah ada, analisisnya sesuai dan modelnya bagus. Kalo gitu udah ada kesimpulannya kan? Ya tinggal ditulis kan gampang.

Entahlah, mari perbanyak berdoa dan berusaha saja lah ya. Kata mbak liqo saya (murrobi), skripsi itu bukan bisa nggak bisa, tapi masalah mau dan nggak mau kerja keras. Semangat wisuda \\*,*//

Ini adalah kata-kata motivasi dari keluarga, ada foto mama papa dan abang πŸ™‚

Ini target-target

jadwal belajar

jadwal latihan soal

jadwal belajar menjelang hari H

Ini amunisi