Emotional Intelligence


Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah dulu, ada salah seorang guru saya yang berkata lebih kurang seperti ini, “Taukah kalian, tidak selalu orang sukses itu orang yang mempunyai IQ (Intelligence Quotient) tinggi. Ketika kalian nanti bekerja dan hidup bermasyarakat, IQ itu hanya berperan sekitar 20%, sisanya EQ (Emotional Intelligence) yang berperan.”. Waktu itu saya penasaran dengan apa yang namanya EQ tersebut. Selain tes IQ, ternyata ada jyga tes EQ. Hanya saja tidak seperti tes IQ yang biasanya ada di sekolah-sekolah, tes EQ lebih ditekankan di luar sekolah. Entahlah, mungkin ini bagian dari sistem pendidikan bangsa ini yang lebih mengutamakan IQ ketimbang EQ.

Setelah saya searching, ada beberapa hal yang saya dapat. Daniel Goleman adalah orang yang memperkenalkan Emotinal Intelligence atau Kecerdasan Emosional. Goleman melakukan suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan lebih berhasil membina hubungan dengan orang-orang di sekitarnya dan lebih sukses dibandingkan orang yang memiliki IQ tinggi saja tanpa diiringi dengan kecerdasan emosional. Dia menjelaskan, ada lima dasar kecerdasan emosional.

a. Mengenali emosi diri

Kesadaran diri untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi merupakan salah satu dasar kecerdasan emosional. Kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu merupakan hal penting bagi wawasan psikologi dan pemahaman diri. Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan kita yang sesungguhnya membuat kita berada pada dalam kekuasaan perasaan (ini nih yang biasanya terjadi pada remaja jaman sekarang). Orang yang memiliki keyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah pilot yang handal bagi kehidupan mereka, karena mereka mempunyai kepekaan lebih tinggi akan perasaan mereka sendiri. Hal ini yang sesungguhnya sangat membantu mereka atas pengambilan keputusan-keputusan masalah pribadi, mulai dari masalah akan kuliah di bidang apa sampai ke pekerjaan apa yang akan diambil.

b. Mengelola emosi

Menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas adalah kecakapan yang bergantung pada kesadaran diri. Orang-orang yang buruk kemampuannya dalam keterampilan ini akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung, sementara mereka yang pintar dapat bangkit kembali dengan jauh lebih cepat dari kemerosotan dan kejatuhan dalam kehidupan. Ini nih yang susah, saya sendirimasih sering kerepotan mengelola emosi saya sendiri. Terkadang pengendalian emosi saya bagus, tapi tidak jarang buruk. Hal ini terjadi mulai dari jaman saya kecil, raport TK saya selalu ada tulisan yang intinya ‘kendalikan emosimu’. Cuma sekarang mulai ke sini mulai bisa mengendalikan emosi, asal nggak pas PMS aja sih :p. Mengendalikan emosi bukan hanya ketika marah saja lho, tapi ketika senang juga. Misalnya saja nih, ketika sedih tidak terlalu bersedih banget, ketika senang juga tidak terlalu heboh berlebihan (bahkan sampai euphoria).

c. Memotivasi diri sendiri

Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan (istilah lainnya memotivasi diri sendiri) adalah hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, juga untuk berkreasi. Kendali diri emosional -menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati- adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Dan, mampu menyesuaikan diri dalam ‘aliran’ yang memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan. Banyak orang mengatakan, memotivasi diri sendiri itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan memotivasi orang lain. Sulit bukan berarti tidak bisa kan? Banyak cara kok untuk memotivasi diri sendiri. Misalnya saja, memberi hadiah ke diri kita sendiri saat kita berhasil mencapai suatu target yang kita tetapkan. Nggak usah mahal-mahal, misalnya saja makan es krim coklat, atau makan bakso yang lezat atau nonton film, atau baca novel, atau terserah apa kesukaan Anda. Atau bsia juga memotivasi diri sendiri dengan cara lain, seperti motivasi nilai yang bagus, motivasi untuk orang tua dan keluarga, sampai memotivasi diri sendiri yang paling tinggi tingkatannya : melakukan segala sesuatu untuk Allah SWT. Yang saya sebutkan terakhir ini beneran keren deh :).

d. Mengenali emosi orang lain

Empati, kemampuan yang juga bergantung pada kesadaran diri emosional, merupakan keterampilan bergaul dasar. Orang yang empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain. Senang rasanya ketika partner kita tersebut orang yang empati. Tapi, tingkat empati tiap orang itu berbeda-beda. Yang saya rasakan sih, biasanya perempuan lebih mudah berempati daripada laki-laki. Ini cuma menurut pengamatan saya aja lho.

e. Membina hubungan

Seni membela hubungan, sebagian besar, merupakan keterampilan mengelola emosi orang lain. Ini merupakan keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan, dan keberhasilan antarpribadi. Orang-orang yang hebat dalam keterampilan ini akan sukses dalam bidang apapun yang mengandalkan pergaulan yang mulus dengan orang lain. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengasah keterampilan dalam membina hubungan, salah satunya mengikuti suatu organisasi atau suatu kepanitiaan di sekolah ataupun kampus. Semakin sering kita berinteraksi dengan orang lain, akan semakin mudah bagi kita untuk membina hubungan dengan orang lain. Tidak percaya? Coba tanyakan pada teman-teman Anda yang aktif di organisasi ataupun di kepanitian.

Iklan

5 cm di Gunung Semeru


Taruh mimpi – mimpi kamu, cita – cita kamu, keyakinan kamu,
apa yang kamu mau kejar . . .
Kamu taruh disini, jangan menempel di kening
Biarkan dia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu . . .
Jadi dia tak akan pernah lepas dari mata kamu
Da kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.

Apapun hambatannya, bilang pada diri kamu sendiri,
kalau kamu percaya sama keinginan itu dan kamu tak bisa menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita – cita , keyakinan diri . .
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.

Dan . .
sehabis itu yang kamu perlu. . .
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya . .
Serta mulut yang akan selalu berdoa . .

 

(novel ‘5 cm’)

Rahasia Sholat di Awal Waktu


Setiap peralihan waktu sholat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi.

 

[Waktu Subuh]

 

Pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.

 

Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad yang ada (yang bersamaan anatar ruang dan waktu) – dalam arti kata lain jaga daripada tidur. Disini juga dapat kita gali akan rahasia diperintahkan sholat diawal waktu.Saat azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

 

[Waktu Dhuhur]

 

Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (isyraq & dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Dhuhur. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaannya. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Dhuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya. Orang yang terkena sakit perut ceria tidak ?

 

[Waktu Ashar]

 

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif. Rahasia warna oranye ialah kreativiti. Orang yang kerap tertinggal Ashar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Ashar ini jasad dan roh seseorang ini terpisah . Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Ashar ini amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita

 

[Waktu Maghrib]

 

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasehatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga karena mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (sholat Maghrib dulu) karena banyak interferens (seperti fatamargana) terjadi pada waktu ini yang boleh menyusahkan mata kita. Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.

 

[Waktu Isya]

 

Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isyak ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini dipanggil tidur Delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam masa istirahat.

 

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana adalah bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus. Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.

 

Begitulah secara ringkas tentang hubungan waktu sholat dengan warna alam. Manusia kini seharusnya telah sadar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.

 

Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah di’kurniakan’ syariat sholat oleh Allah SWT tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini. Hakikat ini seharusnya menyadarkan kita bahwa Allah SWT mewajibkan sholat ke atas hambaNya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta karena Dia tahu hamba-Nya ini sangat memerlukannya…

Cerita Tentang Anak Sulung #1


Anak sulung itu harus bisa jadi contoh dan bukan jadi beban.

Anak sulung itu harus bisa jadi pemimpin dan pelindung keluarga:mama,papa dan adik-adiknya.

Anak sulung itu harus bisa menguatkan orang lain,bukan terlalu sering dikuatkan.

Anak sulung itu panutan,seharusnya tidak banyak ceroboh.

Anak sulung itu seharusnya pemikir,perasa dan peka situasi tanpa diberitahu.

Anak sulung itu pantang mengeluh,merengek,merajuk dan menangis di depan orang yg dicintainya:keluarga.

Anak sulung itu seharusnya tulang punggung kedua setelah ayah.

Anak sulung itu seharusnya ‘ayah kedua’ bagi adik-adiknya,tidak peduli si sulung laki-laki atau perempuan.

Anak sulung itu seharusnya bisa multitasking dan multifungsi.

Anak sulung itu adalah harus bisa menjadi motivator untuk adik2nya dan dirinya sendiri.

Tapi sayangnya,anak sulung bukan malaikat atau manusia sempurna.

Si sulung punya ego muda yg kadang dia sendiri susah mengendalikan.

Si sulung punya rencana yg hanya dia sendiri yg paham,bukan keluarganya atau orang lain.

Si sulung terkadang punya cinta yg terbagi, bukan lagi untuk keluarga, tetapi kekasihnya.

Si sulung punya impian yg tidak bisa diterjemahkan dengan orang tua yg lintas generasi.

Baiklah. . .keadaan yg akan berbicara. Disadari atau tidak, mau tidak mau, si sulung haruslah sedemikian rupa.

Ya. . .sedemikian rupa sehingga dia tetap menjadi si sulung sebenarnya, bukan hanya sulung karena terlahir pertama.

Jakarta, 3 Agustus 2011

Kamu Juga Bisa Kok!!!


Kita akan selalu menjadi apa dan siapa yang kita pikirkan.

Jadi, pikirkan menjadi hal-hal yang baik atas diri kita,

Maka hidup kita akan selalu baik.

Sesungguhnya, setiap orang bisa melakukan apa yang dianggapnya bisa dilakukan. Yup, sesungguhnya jika kita menganggap orang lain hebat maka kita pun bisa sehebat dia! Kita semua punya kemampuan lebih dari apa yang kita lakukan untuk mengubah keadaan. Ayo, tunjukkan dong kalau kita hebat jika memang kita ngiler sama kehebatan orang lain.

Tidak perlu merasa rendah diri ketika kita belum bisa mencapai sesuatu seperti yang orang lain capai. Sebab, perasaan rendah diri merupakan suatu perasaan yang selalu membuat kita merasa berbeda dengan orang lain, merasa lebih rendah dibandingkan orang lain. Perasaan menyiksa ini timbul dan merupakan refleksi dari hati kita yang tidak dapat menerima diri kita secara utuh. Kita selalu membesarkan kekurangan yang kita miliki tanpa mempertimbangkan lagi kelebihan yang ada dalam diri kita.

Perasaan rendah diri akan membuat kita tertutup dengan lingkungan karena kita membuat jarak dengan orang yang kita anggap lebih baik dari diri kita itu. Hal ini akan sangat merugikan proses sosialisasi kita lho. Seringnya, kita tidak berusaha mengatasi perasaan rendah, malahan semakin menyalakan perasaan lemah dan salah. Kita harus percaya bahwa persoalan bisa atau tidak bisa adalah persoalan yang ada di dalam diri kita.

ALLAH SWT menciptakan potensi sama rata pada manusia untuk meraih prestasi gemilangnya. Namun, prestasi itu akan dapat diraih jika manusia itu sendiri yakin dan percaya diri pada kemampuannya. Jadi, tidak ada yang tidak bisa, jika kita sendiri sudah yakin kalau kita bisa. Semua terserah kita.

Pikirkanlah bahwa ketika kamu berpikir bisa melakukan apa yang orang lain bisa lakukan maka kamu pasti bisa!

“Maka sungguh akan kamu berikan kepadanya kehidupan yang baik.”

(QS An Nahl: 97)

Tulisan ini dibuat saat sedang stress dengan berbagai mata kuliah yang sedang dihadapi…

Sarjana Muda


Berjalan seorang pria muda dengan jaket lusuh di pundaknya
Disela bibir tampak mengering, terselip sebatang rumput liar
Jelas menatap awan berarak wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah melongkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau sarjana muda resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu
Empat tahun lamanya bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depanmu
Langkah kakimu terhenti didepan halaman sebuah jawatan
Tercenung lesu engkau melangkah dari pintu kantor yang diharapkan
Tengiang kata tiada lowongan untuk kerja yang didambakan
Tak peduli berusaha lagi namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Engkau sarjana muda resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu
Empat tahun lamanya bergelut dengan buku
Sia sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap,”maaf ibu”

Setelah menggalau habis ngerjain UTS selama ini yang ajeb-ajeb aja gak ada kemajuan, ngobrak-abrik file lama dan menemukan lagu ini. Ternyata, aku masih jauh dari kata ‘pandai bersyukur’ (ALLAH Maafin aku T.T)
OK, ayo teman2. mulai semangat lagi.
untuk yang sudah ada jaminan, jangan leha-leha. jalan masih jauh. jangan sampai jatuh di tengah jalan. ini belum finish.
untuk yang belum ada jaminan, tetap berusaha. percayalah, usaha yang telah dilakukan itu besarnya akan sebanding dengan hasil yang akan didapat, bahkan bisa jauh lebih besar jika ALLAH SWT berkehendak.

Lagu ini entah udah sejak jaman kapan, tapi masih representatif sampai sekarang. berarti keadaan masih sama kan? Angkatan kita, insyaallah, akan membuat lagu ini tidak lagi representatif dinyanyikan.

 
OI cinta damai 😀

Integritas Mahasiswa dan Perubahan


Mahasiswa. Sosok intelektual yang selalu dikaitkan dengan nilai integritas. Integritas sendiri menurut Purwadarminta adalah kesempurnaan, kesatuan, keterpaduan, dan ketulusan. Sedangkan menurut Andrian Gostik & Dana Telford, integritas adalah konsistensi antara tindakan dan nilai.

Banyak kalangan yang mengartikan integritas mahasiswa sebagai suatu sikap ataupun perilaku mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi panutan masyarakat sebagai sosok intelektual yang menjunjung tinggi idealismenya, cerdas, dinamis, dan penuh ide kreatif. Mahasiswa sendiri adalah sebutan yang diberikan pada seseorang yang menuntut jenjang pendidikan lebih tinggi setelah melalui 12 tahun pendidikan di bangku SD, SMP, dan SMA. Sebagai mahasiswa, tentu memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa putih abu-abu. Di samping mahasiswa sebagai pelajar, mahasiswa dituntut senantiasa menuangkan ide kreatifnya, berpikir kritis dalam menyikapi fakta di masyarakat dan menjadi agen perubah (agent of change) untuk mengantarkan masyarakat pada kondisi yang lebih baik.

Tidak ada yang tidak berubah di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, begitu pula bangsa kita. Sejarah telah mencatat bahwa perubahan-perubahan besar yang pernah terjadi pada suatu bangsa pasti dilatarbelakangi oleh pemuda yang menjadi anak bangsanya. Begitu juga dengan Indonesia, rezim orde lama dan orde baru pun runtuh karena peran mahasiswa.

Mahasiswa memiliki idealismenya sendiri. Idealisme yang sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan untuk kampus, masyarakat, bahkan untuk negara ini. Idealisme yang masih murni tanpa terikat pada institusi apa pun, akan semakin lengkap dengan pemikiran yang bebas dari belenggu kepentingan golongan mana pun. Bisa dibayangkan, kepada siapa lagi rakyat akan bertumpu jika krisis kepercayaan terhadap para pemimpin telah melanda negeri ini.

Di sini sangat diperlukan apa itu yang namanya integritas. Mahasiswa secara tidak langsung mempunyai 3 peran sekaligus, sebagai agen perubahan, penjaga nilai dan cadangan masa depan. Mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang dapat menyadari, memahami, dan menjalankan peran yang diberikan kepada mereka dengan sebaik-baiknya. Mereka bukan hanya dengan menjadi kutu buku yang hanya rajin mengikuti kuliah demi kuliah. Mereka adalah yang juga berani bersentuhan dengan persoalan masyarakat. Namun sentuhannya didasarkan pada cita-cita ideal keilmuan yang bermakna, bukan lepas makna. Sehingga, ketika menjadi corong masyarakat, itu karena memang suara di loudspeaker-nya dibutuhkan pada ruang dan waktu yang tepat.

Mahasiswa yang berintegritas adalah yang mampu menampilkan idealismenya dengan cara yang elegan. Mereka mampu melihat secara jelas cara yang terbaik mengekspresikan idenya. Singkatnya, menjadi mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang mampu membaca dan memperhitungkan dampak dari aksi-aksi mereka, termasuk dampak berupa pandangan masyarakat luas.

Mahasiswa yang berintegritas adalah orang yang cerdas, yang tentu akan memilih menjadi pemain, sedangkan pecundang akan pasrah sebagai penonton dan pengamat. Mereka ingin memecahkan masalah masyarakat tanpa menimbulkan masalah lebih besar seperti yang sering terjadi selama ini.  Mereka yang aksinya selalu mempertimbangkan tanggung jawab sebagai harapan orang tua, pemuda harapan umat, calon intelektual negeri, dan pelanjut generasi bangsa.

Mahasiswa yang berintegritas rajin melakukan pengasahan intelektual. Mereka sadar bahwa mengasah intelektual tentunya tidak bisa dilakukan di jalan raya atau di pintu gerbang kampus, tetapi juga dilakukan di meja kelas, di perpustakaan, di pusat-pusat kajian dan pengkaderan. Pengasahan intelektualisme inilah yang merajut mahasiswa untuk memiliki ketajaman berpikir yang nantinya digunakan sebagai modal penting setelah meninggalkan kampus. Pikiran-pikiran mencerahkan adalah hal yang sangat berguna untuk dibagi ke masyarakat.

Seharusnya, mahasiswa tidak hanya berdiam diri saja melainkan harus berpikir dan bergerak untuk melakukan perubahan yang mengarah pada kebaikan dan kebenaran. Dengan berpegang teguh pada idealisme yang berstandar pada kebenaran dan semangat yang berkobar-kobar, perjuangan dan pergerakan yang dilakukan mahasiswa akan mampu mengantarkan bangsa ke gerbang yang lebih baik. Banyak yang bisa mahasiswa lakukan, jadi mulailah dari saat ini, mulailah di sini dan mulailah merubah diri. Mahasiswa adalah pembuat sejarah, jangan hanya mencatat dan belajar sejarah.

Perubahan mungkin belum tentu terjadi walau pun mahasiswa bergerak mengikuti hati nuraninya (idealismenya), tapi perubahan akan benar-benar tidak terjadi jika tidak satupun mahasiswa menyadari perannya sendiri di negeri ini. Untuk itulah integritas mahasiswa diperlukan untuk perubahan. Jadi, kalau bukan kita siapa lagi?

tulisan ini pernah dimuat di Buletin Statistik edisi VII/2011 dengan beberapa editan di berbagai tempat. hahaha,,,,bahasanya terlalu formal yak sepertinya -.-“