Backpaker Tiga Negara : Singapura-Malaysia-Thailand (Day 2 #1)


Cerita ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Hari kedua, kami siap-siap cabut buat ke negara selanjutnya. Packing udah mulai dari pagi. Barang yang kami keluarkan nggak banyak, jadi nggak banyak juga barang yang kami tata ulang.

05.30-06.30

Bangun tidur – sholat subuh – check out. Mungkin ada yang tanya, kok sholat subuhnya jam setengah 6? Jadi gini, jam di Singapura itu GMT +8 dan WIB itu GMT+7, udah jelas kan kalo jam di Singapura lebih awal sejam (tapi kondisi langitnya sama dengan WIB).

06.30-07.30

Kami check out, sekaligus nitipin barang bawaan ke resepsionis hostel. Tips : barang yang dititipin jangan sampai ada barang yang berharga, selalu bawa passport dan dokumen pendukung, kunci rapat-rapat tas dan pastikan resepsionis hostel terpercaya. Karena saya nginep di hostel yang buat backpaker , jadi nggak cuma saya aja yang titip barang. Habis itu kami sarapan di McD, minum milo biar lebih sehat dibandingkan soda. Haha….

07.30-13.00

Sarapan selesai, kami menuju ke area Gardens By The Bay – Flower Dome – Cloud Forest. Fyi, ketiga tempat itu berdekatan. Berdekatan juga dengan Patung Merlion dan Singapore Flyer. Dari Stasiun MRT Chinatown kami turun di Stasiun Bayfront. Dari situ ada penunjuk jalan keluar yang langsung menuju ke Gardens By The Bay. Kalo Gardens By The Bay ini identik dengan supertree-nya, maka Flower Dome dan Cloud Forest identik dengan 2 kubah raksasa (dome) yang bersanding seperti mata belalang.

Supertree dari kejauhan

Supertree dari kejauhan

Saat itu, cuaca berangin dan hujan rintik-rintik kecil ketika kami sampai di Gardens By The Bay. Kami membeli tiket buat naik ke Supertrees nya seharga SGD 5 per orang sekali naik. Duh, kok ngeri ya sampe atas. Saya yang takut ketinggian ini cuma bisa ndredeg setelah keluar lift sampai di atas. Saya tau kalo ini sudah dirancang aman, tapi tetep aja bikin saya jiper. Suami takut ketinggian juga sih, tapi nggak separah saya. Jadilah suami yang bertugas ambil foto di atas, haha… Baru beberapa menit di atas, kami sudah diperingatkan sama petugas yang berjaga di atas untuk segera turun karena cuaca sedang hujan dengan rintik cukup banyak. Alhamdulillah, penderitaan selesai.

Suasana dari skyway

Suasana dari skyway

Suasana dari skyway

Suasana dari skyway

Gardens By The Bay ini terhitung masih baru, baru beberapa tahun. Konsepnya bertema alam dengan tata tanaman yang vertikal. Adem lihatnya. Kalau malam, supertree yang mirip banget sama pohon-pohon ala avatar ini dihiasin lampu-lampu berwarna-warni. Sayang, saya belum pernah berkunjung ke Gardens By The Bay di malam hari.

Puas menikmati Garden By The Bay, kami membeli tiket untuk bisa masuk ke Flower Dome dan Cloud Forest. Gak tau ya bisa beli salah satu aja atau harus dua-duanya, saya memang niat mau berkunjung ke dua tempat itu. Tiket masuknya cukup mahal, per orang sekitar SGD 28.

Sambutan Flower Dome

Sambutan Flower Dome

Pertama kali kami menuju ke Flower Dome. Memasuki Flower Dome, kami disambut dengan layar-layar berukuran cukup besar yang menampilkan beraneka ragam bunga. Wuah, awesome. Selanjutnya, saya terpesona sepenuhnya dengan Flower Dome. Ratusan bunga terhampar di dalam ruangan yang didesain sedemikian rupa sehingga mirip dengan kondisi kebun bunga yang sejuk. Sejuknya darimana? Dari AC.

Cantik ya bunganya

Cantik ya bunganya

Eksis dulu di tempat hits

Eksis dulu di tempat hits

Bunga di Flower Dome

Bunga di Flower Dome

Tema Flower Dome ini beraneka ragam, sering berganti-ganti setiap beberpa waktu (berapa bulan sekali ya, saya lupa). Saya suka ambil foto bunga, tapi saya nggak hapal apa nama bunganya. Haha…

Temanya Tahun Baru China

Temanya Tahun Baru China

Sudut Flower Dome

Sudut Flower Dome

Apa saja bunganya, cek di website nya ini. Mulai dari beraneka jenis mawar sampai bunga dari Afrika, berbagai jenis anggrek sampai bunga Amerika. Kalo boleh, saya nginep disini nggak pulang nggak papa deh. Haha….

Pas saya ke sana (Januari 2016), temanya sedang tahun baru China. Ada beragam shio dalam mitologi China yang berbentuk lucu-lucu berwarna merah hitam di tengah-tengah Flower Dome. Di tengah tahun pas lebaran, Juli 2016, temanya udah berganti. Waktu itu temanya bunga Lili (kalo ini masih inget) dan ada beberapa aksen retro klasik yang dipajang. Serasa nggak di Asia kalo dikelilingi bunga cantik dari berbagai dunia gini. Keluar dari Flower Dome, saya yang sudah terlanjur jatuh cinta ini menobatkan Flower Dome sebagai destinasi favorit saya ketika berkunjung ke Singapura šŸ˜€

Suasana Flower Dome

Suasana Flower Dome

Selanjutnya kami menuju Cloud Forest. Banyak review yang menyebutkan disini cukup dingin. Bagi saya, ini masih masuk kategori suhu biasa cenderung sejuk. Enak udaranya, sejuk adem serasa di hutan hujan tropis gitu. Cloud Forest memang didesain seperti hutan hujan yang asri lengkap dengan air terjun artifisialnya, mungkin terinspirasi sama hutan hujan di Kalimantan kali ya. Konon, air terjun di Cloud Forest ini dinobatkan sebagai air terjun tertinggi di dunia yang ada di dalam ruangan. Dengan sentuhan modern, pengunjung bisa naik tangga dan berjalan-jalan di jembatan gantung (bahasa kerennya skyway) yang mengelilingi Cloud Forest. Cek foto-fotonya di bawah ini.

Air Terjun Artifisial

Air Terjun Artifisial

Skyway

Skyway

Skyway

Skyway

Menurut saya, Cloud Forest ‘hanya’ gitu aja. Nggak begitu menarik, masih menarik hutan asli di gunung. Tapi, untuk sentuhan modern nya, sangatlah pantas untuk diacungi jempol. Kami nggak lama-lama sih di Cloud Forest, mungkin efek sudah lelah juga setelah di Flower Dome. Haha…

Taman di atas Cloud Forest

Taman di atas Cloud Forest

Bunga dari lego

Bunga dari lego

Fyi, ketiga tempat di atas menggunakan energi yang berasal dari limbah mereka sendiri lho. Istilahnya sustainable energy. Mulai dari AC hingga lampu. Hebat ya…

13.00-15.00

Cuaca mendung. Kami pulang ke daerah Chinatown, sekalian makan siang disana. Cuaca yang tidak menentu kayak gini nih yang sering bikin agenda jalan-jalan kacau. Huhu…

Makan di McD lagi yang tentu saja tidak ada nasi di sana. Selanjutnya, kami menyempatkan membeli sedikit oleh-oleh di Chinatown. Lumayan murah harga oleh-oleh disini. Oleh-oleh yang kami beli pun tidak banyak makan tempat, hanya beberapa gantungan kunci dan magnet kulkas.

Cerita selanjutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s