Bandung : Libur Panjang dan Cinta Kita #2


Cerita ini lanjutan dari sini.

Pagi di hari kedua, kami semangat 45 buat menjelajah Kota Bandung. Tujuan pertama kali ke Dusun Bambu di daerah Lembang.

Lucu aja sih backgorundnya bambu disusun rapi gitu

Lucu aja sih backgorundnya bambu disusun rapi gitu

Kami berangkat dari hotel sekitar pukul 7.00. Mampir makan bubur ayam khas Bandung dulu di daerah sekitar UPI. Buburnya lumayan enak dengan potongan ati ampela yang berlimpah, bahagiaaaaaaa……

Kami melanjutkan perjalanan. Sekitar jam 8.00 kami sampai di Dusun Bambu. Cukup susah mencapai Dusun Bambu jika naik kendaraan umum, untuk sampai di tempat tujuan kami naik motor sewaan dan dengan bantuan google maps (serta tentu saja kemampuan membaca dan mengingat peta dengan baik, haha). Sampai di sana, kondisi masih cukup sepi. Alhamdulillah. Mari selfie dulu kakak…..

Selfie sebelum pintu masuk

Selfie sebelum pintu masuk

Suasana Dusun Bambu yang menawarkan nuansa khas pedesaan dengan beberapa lahan yang ditanami padi (atau rumput-rumputan ya?) dengan pematangnya. Ada juga jembatan gantung yang sebenarnya itu jalan ke saung-saung rumah makan, tapi berhubung rumah makannya belum buka jadi ya kami bisa leluasa foto-foto. Satu yang saya suka dari Dusun Bambu, ada beberapa taman bunga. Meski gak sebagus Flower Dome, tapi mayan lah ya buat nambah koleksi foto di instagram. Ada juga air mancur kecil. Lalu, ada semacam foodcourt yang menawarkan makanan nusantara. Karena kami lagi nggak lapar, ya skip ajalah. Di ujung jalan keluar, kupon masuk tadi bisa dituker sama air mineral mini. Mayan lah.

Rumah makan belum buka, mari selfie

Rumah makan belum buka, mari selfie

Di belakang kami, ikonik Dusun Bambu

Di belakang kami, ikonik Dusun Bambu

Puas menikmati Dusun Bambu, kami menuju destinasi selanjutnya. Nah, sekitar jam 10.00 pas kami pulang itu, pengunjungnya udah mulai berjubel. Alamak…..

Memasuki Dusun Bambu disambut sawah

Memasuki Dusun Bambu disambut sawah

Labirin tempat bermain anak-anak

Labirin tempat bermain anak-anak

Ini yang nge hits di Dusun Bambu

Ini yang nge hits di Dusun Bambu

Nah, jangan lupa selfie di sini

Nah, jangan lupa selfie di sini

Destinasi kami selanjutnya, masih bertemakan alam dan terletak di daerah Lembang, Farm House. Kedua destinasi ini saya sih yang milih, dapat dari hasil ngubek-ubek blog punya orang. Dari Dusun Bambu ke Farm House, kami harus puter balik darai arah Lembang ke pusat kota karena letak Dusun Bambu ini lebih di atas. Sepanjang perjalanan, kami cuma bisa melongo. Macet parah sepanjang jalur menuju Lembang, mulai dari motor, mobil pribadi sampai bus pariwisata. Kami yang melawan arus ini tenang-tenang saja, tapi khawatir juga sih nanti di Farm House bakal berjubel.

Berjubel di Farm House

Berjubel di Farm House

Kekhawatiran kami terjadi. Sampai di Farm House, suasana umpel-umpelan yang menyambut kami. Ya maklum aja lah ya, long weekend gini. Kami membeli tiket masuk dan tiket masuknya bisa ditukar dengan segelas susu segar atau susu kemasan di counter penukaran. Karena saya udah sumpek sama orang-orang di sekitar yang banyaknya ampun-ampunan, maka diputuskanlah si abang yang menukarkan tiket masuknya. Nah, pas menukarkan tiket ini, seperti biasalah ya kalo lagi musim rame gini pasti ada aja orang-orang yang meneyerobot seenak jidat. Kalo sama si abang, dijabanin tuh :p.

Jig SAW

Jig SAW

Yang serem gini ada juga di Farm House

Yang serem gini ada juga di Farm House

Kalau di Dusun Bambu tadi menawarkan nuansa pedesaan yang hijau, beda halnya dengan Farm House yang menawarkan suasana peternakan ala-ala Eropa. Kami kurang bisa menikmati Farm House, ya karena banyaknya pengunjung itu tadi. Tapi, tetap dong ya selfie jalan terus. Kapanpun dan dimanapun, nggak peduli cuma nyempil di pojokan. Sayang, banyaknya pengunjung berbanding terbalik dengan banyaknya jumlah foto pemandangan yang saya ambil. Saya badmood mau ambil foto, huhuhu……

Dandan ala Eropa

Dandan ala Eropa

Di Farm House juga menyediakan penyewaan baju ala-ala peternakan di Eropa gitu, jadi bisa buat gaya-gayaan. Saya sih udah puas nonton mereka aja sambil sesekali ijin mereka buat saya foto. Ngeliat panjangnya antrean yang mau nyewa baju aja udah bikin saya mundur, lagipula apa nggak panas ya di tempat berjubel banyak orang gini pake baju seperti itu? Hehe…

Bodo Amat Mau Selfie

Bodo Amat Mau Selfie

Selfie Nyempil

Selfie Nyempil

Di Farm House juga banyak kafe-kafe bergaya Eropa dan banyak yang jualan sosis bakar jenis Frankfuter (ini jenisnya bener apa nggak ya?). Lumayan enak kalo menurut kami, hanya saja kurang banyak, hahaha….

Bangunan bergaya Eropa, abaikan foto selfie suka-suka kami

Bangunan bergaya Eropa, abaikan foto selfie suka-suka kami

Di Farm House juga ada semacam kebun binatang mini dengan beberapa pawang di kandangnya. Tapi kok saya kasihan ya sama hewan-hewannya. Secara ya, hewan-hewannya itu tuh dikandang yang nggak terlalu tertutup. Jadi, pengunjung bisa leluasa memegang-megang si hewan. Kan bikin si hewan stress tuh :(. Kalo sama anak kecil ya dibejek-bejek gemes gitu, si abang pun memegang beberapa domba yang bulunya cukup terawat dan komentarnya “serasa megang karpet” :D.

Kasian dombanya

Kasian dombanya

Puas di Farm House, kami lapar. Destinasi selanjutnya ini pilihan si abang, Restoran Steak ‘Karnivor’. Serem ya pas dengernya, hihi. Lokasinya ada di sekitar Jalan Riau. Kami sampai sana sekitar jam satu lebih dikit, pengunjung nggak terlalu banyak waktu itu. Kami langsung memilih steak monster yang berat dagingnya sekilo, hahaha…. Penasaran aja sih gimana penampakannya.

Selfie menunggu pesanan

Selfie menunggu pesanan

Steak monster

Steak monster

Setelah matang dan merasakan, kami kecewa. Rasa steaknya nggak nendang, bumbunya biasa banget. Ya tapi kami habiskan juga sih, mahal coi :p.

Kami selesai makan sekitar jam setengah 3. Nggak tau ya ini beneran atau hanya perkiraan si abang aja, orang Bandung itu makan siangnya jam 2 jam 3 an. Dan, pas kami selesai makan, restorannya rame. Fufufufu…..

Kenyang dan ngantuk jadi kombinasi yang tepat. Yaudah lah ya, kami balik ke hotel. Bobok-bobok manja sampe sore.

Agenda sore hari, ke ciwalk yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari hotel. Windows shopping sebahagia hati kami, dan kami nggak banyak belanja apa-apa. Sialnya, malam itu hujan turun. Rencana mau ngembaliin motor ke tempat sewaan jadi batal. Untungnya, si mas tempat sewaan mau jemput motornya ke hotel dengan dikenakan charge yang nggak gede-gede amat. Alhamdulillah.

Petualangan kami hari itu selesai. Bersambung ke sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s