Catatan Pengantin Baru Part #5


Lanjutan dari tulisan sebelumnya. So sorry kalo tulisan kali ini lebih banyak fotonya daripada tulisannya.

Jeng jeng….hari besar pun tiba. Jam setengah 6, para perias sudah datang. Saya, suami, mertua dan para perias sarapan dulu dengan yang disediakan oleh pihak hotel. Oiya, resepsi saya ini digelar di gedung yang juga sekalian ada hotelnya. Alasan papa saya sih biar keluarga suami nyaman aja nginepnya, nggak perlu jauh-jauh dari penginapan ke gedung resepsi.

Tebak nanti muka saya kayak gimana ya

Tebak nanti muka saya kayak gimana ya

Skip aja lah ya masalah dandan-dandanan. Saya sih nggak banyak masalah. Memang awalnya bukan perias ini yang saya inginkan. Jadi, saya booking perias ke salah satu orang (yang juga perias waktu saya foto prewed). Nah, pas akad (hari Sabtu) mbaknya bisa. Tapi, pas resepsi (hari Minggu) mbaknya nggak bisa. Jadilah saya di handle sama kakaknya si mbak yang juga perias juga. Alhamdulilllah nggak ada masalah berarti sih. Cuma mama mertua saya ngomel terus masalah maku up yang pecah-pecah sama ujung mata yang keriput. Sampe ditambal-tambalin gitu make up nya sama bedak yang mama mertua bawa sendiri. Saya sih diem aja ya, manyun. Menambah bedak dengan warna dan merk yang berbeda di riasan yang sudah jadi hanya menambah menor dan merusak pemerataan warna yang sudah dihasilkan. OK. No comment. Riasan di saya, mama sama kedua adik saya fine-fine aja tuh. Kalo masalah keriput, ya namanya udah tua ya keriput. Kalo nggak mau keriput ya perawatan kayak Madonna, yakan? Hehe….

Make up 1

Make up 1

Make up 2

Make up 2

Make up 3

Make up 3

Masalah lain yang saya perhatikan, sejak akad kemarin, dandanan mama mertua saya selalu full dengan bling bling, Di jilbab, di bros depan, gelang, kalung. Dari banyak sumber yang saya baca, pengantin perempuan itu nggak boleh ada yang nyaingin keglamorannya pas dia jadi pengantin. Dia harus berkilau dan cantik dibandingkan orang tuanya, orang tua suaminya, kakaknya, adiknya, iparnya dan briedsmaid-nya. Saya no comment deh masalah ini. Ya mungkin bisa jadi bahan renungan aja sih bagi mama mama di luar sana :).

Balik lagi ke acara resepsi. Jam setengah 10, acara dimulai. Dari awal kami sepakat memakai adat Jawa, hanya saja tidak terlalu banyak adat dan prosesi yang kami lakukan. Hanya, panggih (bertemunya pengantin laki-laki dan perempuan) dan sungkem ke orang tua dan mertua.

Salah dua dari penjaga kado

Salah dua dari penjaga kado

Cuaca kota kelahiran saya yang cukup panas membuat saya khawatir make up saya luntur, untung pas sewa gedung sudah diantisipasi dengan pesen kipas angin di panggung manten ntar. Aman. Nah, si abang nih yang sewot dari tadi. Secara nih ya, suami saya ini buncit perutnya kayak orang hamil 3-4 bulan gitu. Adat Jawa dengan memakai beskap mengharuskan suami memakai stagen. Ya memang sedikit mengurangi kebuncitan perutnya sih, tapi efeknya dia jadi nggak leluasa duduk. Kasiannnnn :p .

Perut buncit abang tersamarkan

Perut buncit abang tersamarkan

Pertama-tama, saya berjalan duluan menuju panggung dengan didampingi dengan pendamping manten. Pendamping manten ini teman dekat mama yang juga tetangga yang telah ditunjuk pihak keluarga. Bla bla bla….saya nggak hapal pada ngomong apa. Terus saya berdiri lagi dari kursi pengantin, menuju ke tengah ruangan menjemput suami saya yang juga digiring sama penggiring pihak laki-laki. Terus ketemu deh. Absurd ya, gitu lah 😀

Abang datang adek senang

Abang datang adek senang

Yes, tangan saya lebih putih dari si abang

Yes, tangan saya lebih putih dari si abang

Berdua bersama menuju pelaminan

Berdua bersama menuju pelaminan

Selanjutnya, acara doa. Yang pembaca doa juga sudah ditentukan siapa petugasnya. Nah yang ini saya nggak kenal dia siapa. Pasca doa, sungkem. Saya mewek parah pas sungkem ini. Sampai make up saya di touch up lagi sama periasnya di atas panggung. Mewek mewek dah 😀

Sungkem mewek

Sungkem mewek

Selanjutnya, ya acara hiburan sampai sejam selanjutnya acara selesai. Foto-foto dengan teman dekat, tetangga sekitar, dengan keluarga, dengan para among tamu (penerima tamu). Semua bahagia semua penuh suka cita, saya dan suami pun nggak bosen-bosennya senyum terus. Walo lelah, kami tetap tersenyum 😀

Teman-teman

Teman-teman

Keluarga besar

Keluarga besar

Geng jaman SMA

Geng jaman SMA

Geng jaman SD-SMP

Geng jaman SD-SMP

Ada hal yang menarik dari resepsi saya ini. Ini ceritanya saya dapat dari salah satu among tamu yang juga tetangga sebelah rumah. Pas pembukaan hingga seperempat acara dimulai, yang hadir di gedung nggak banyak. Paling sekitar 300 orang dari 1000 orang yang diperkirakan hadir. Tapi, pas acara sudah sampai di tengah, yang hadir hampir penuh. Alhamdulillah, estimasi tepat. Konsumsi jadi nggak sisa banyak atau kurang banyak. Udah gitu aja bikin kami bahagia.

Mama, kedua adik saya dan para penerima tamu

Mama, kedua adik saya dan para penerima tamu

Seragam among tamu dari pihak keluarga berbeda dengan yang dari pihak teman-teman mama papa dan tetangga. Harganya juga beda, kualitasnya juga beda. Dikit aja sih. Yang keluarga warnanya agak semu pink, sedangkan yang teman-teman dan tetangga warnanya orange. Modelnya kain jumputan. Kata mama, yang lagi hits itu. Saya yang sense of fashion nya jauh di bawah mama ya cuma iya iya ajalah.

You dan I #4

You dan I #4

You dan I #3

You dan I #3

You dan I #2

You dan I #2

You dan I #1

You dan I #1

Selepas resepsi, kami kembali ke rumah. Sore harinya, di rumah masih banyak tamu. Nggak kebayang saya gimana capaeknya mama papa, untung masih banyak saudara dan tetangga sekitar yang bantu-bantu. Tamu-tamu ini masih berlanjut hingga hari Rabu, H+3 setelah resepsi. Fiyuhhhhh……..

New Family

New Family

Welcome to the family, abang

Welcome to the family, abang

 

Lanjutannya bisa di klik di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s