Catatan Pengantin Baru Part #4


Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini :).

Skip skip skip. Sampailah saya di moment yang paling mendebarkan : akad  nikah.

Si abang datang bersama mama dan papanya di hari Kamis sore. Yang datang dari keluarga si abang ya memang hanya mama papanya aja, demi efisiensi biaya. Lagipula, dia anak tunggal dan keluarga besarnya di Sumatera Barat semua.

Hari Jum’at, saya dan si abang ke KUA dekat rumah saya. Ketemu sama bapak yang besok bakal jadi penghulu di nikahan saya, hihihi. Kami berdua melengkapi administrasi yang masih kurang beberapa, sekaligus pembekalan pra nikah. Si abang disuruh menghapal yang nanti diucapkan pada saat ijab kabul. Saya sudah mulai deg-degan, cemas-cemas galau gimana gitu. Malamnya, saya tertidur karena capek cemas. Hahahaha…..

Tibalah hari Sabtu. Pagi-pagi saya sudah di make up sama tukang make up yang datang ke rumah. Deg-degan. Ketemu si abang pagi harinya juga cemas-cemas gimana gitu, rasanya campur aduk nggak karuan. Senyum juga ikhlas nggak ikhlas.

Dandan Dulu

Dandan Dulu

Setelah semua selesai dandan, saya berjalan pelan-pelan dituntun mama dan kedua adek saya keluar tempat rias menuju tempat akad akan dilangsungkan. Tempatnya tidak mewah, hanya di halaman rumah saja dengan sedikit dekorasi warna hijau. Tamu undangan sudah banyak yang hadir, dan penghulu sudah siap untuk melaksanakan tugasnya.

Kelihatan Tegang

Kelihatan Tegang

Setelah ada pembukaan bla bla bla, sampailah si abang harus mengucapkan akad nikah.

Saya terima nikah dan kawinnya, Valent Gigih Saputri binti Sungkono dengan mas kawin seperangkat alat sholat, Al-Qur’an dan logam mulia sebesar xx gram dibayar tunai.

Sah….sah….sah…

SAH

SAH

Alhamdulillah. Hati saya lega, plong. Begitu juga si abang, mukanya udah nggak tegang lagi.

Hari itu hari bahagia kami, akhirnya kami sudah sah menjadi suami istri.

Alhamdulillah

Alhamdulillah

Siang sampai sore hari, para tamu undangan banyak yang berdatangan. Ini di luar dugaan, prediksi keluarga tidak demikian soalnya. Dan malam harinya, acara midodareni dilaksanakan. Sebenarnya, acara ini dilangsungkan di malam sebelum akad berlangsung. Ya tapi nggak papalah, anggaplah ini acara untuk merekatkan tetangga sekitar.

Acara midodareni apa saja? Cuma nyanyi-nyanyi dan ramah tamah. No more. Begitu terus sampai jam 9 malam acara kelar. Jam 10 malam sudah beres. Siapkan tenaga, besok resepsi berlangsung.

Coba Tebak Saya Yang Mana

Coba Tebak Saya Yang Mana

 

Lanjutan….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s