Catatan Pengantin Baru Part #2


Halo, postingan ini lanjutan dari sini ya 🙂

Setelah sesi foto pre wedding selesai, maka saya dan si abang menentukan tanggal berapa kami nanti akan menikah. Kedua orang tua ngomong ini itu dan kami hanya diam mendengarkan sambil sesekali menanggapi, maka diputuskanlah kami akan menikah di Bulan Januari 2016 dengan pertimbangan kedua adik saya sedang tidak dalam bulan-bulan ujian. Voilaaaaaaaaaa……itu hari baik menurut kami berdua, padahal jaman sekarang masih banyak lho yang masih pakai hitung-hitungan orang Jawa (atau orang Minang juga ada hitung-hitungannya, saya nggak paham) yang menentukan hari baik itu berdasarkan tanggal lahir, letak rumah, dan ciri-ciri lain yang menurut saya tidak masuk akal. Satu lagi, hari baik itu menurut keluarga kami ya hari libur (Sabtu atau Minggu). Kenapa? Kalo hari-hari kerja kasian tamu yang berniat datang, jadi membolos atau mangkir kerja kan nggak enak :p.

Tanggal 16 Januari direncanakan akad akan dilaksanakan. Tanggal 17 Januari -esok harinya- resepsi sederhana digelar. Setelah fix tanggal, yang pertama kali kami lakukan adalah memilih lokasi resepsi. Resepsi aja sih, soalnya untuk akad akan kami laksanakan di rumah saya. Oiya, saya cerita ini di kondisi rumah saya aja ya. Yang di rumah abang -di batam sana- saya kurang tau gimana-gimana riwehnya, semua sudah di handle sama mama mertua sih.

Ada beberapa opsi tempat resepsi. Yang jelas bukan di rumah saya, secara saya masih berada di rumah dinas yang luas rumahnya terbatas. Well, pilihan pertama ada di gedung yang beneran murni nyewain gedung. Jadi ya bener-bener gedung, nggak ada katering dan dekor serta perlengkapan yang lain. Ada beberapa pilihan disini, tapi mama papa saya memutuskan untuk nggak ngambil. Alasannya, tentu saja nggak mau repot. Sebenarnya, ada keuntungan dari pemilihan gedung seperti ini. Dekorasi bisa kita tentukan sendiri, makanan juga bisa kita pilih sendiri, pun dengan hiburan. Tapi, dengan alasan efisiensi dan efektivitas waktu serta dana, kami memutuskan untuk menggunakan gedung yang sudah lengkap satu paket dengan hiburan, dekorasi, serta kateringnya. Kelemahannya mengambil satu paket gini, nggak lain dan nggak bukan kita harus mau dengan paket yang ada. Nggak bisa request mau dekor mewah ala-ala putri salju atau hiburan yang paham lagu-lagunya anak muda. Pffttttt……

Setekah acara pemilihan gedung beres, ada beberapa hal yang harus saya handle sendiri dari jarak jauh. Apa aja? Ini nih :

  • Make up untuk akad dan resepsi

     Masalah make up bagi saya susah-susah gampang. Kulit wajah saya sensitif, sekali salah make up akibatnya bisa panjang. Bintil-bintil kecil di wajah yang gatal sampai jerawat yang membeludak akan datang menghampiri. Saya memutuskan untuk menggukana MuA yang menangani saya pas foto pre wedding kemarin, namanya Mbak Iyum. Awal perkenalan kami nggak disnegaja. Jadi waktu itu saya sudah nemu tukang foto yang tepat, hanya saja saya belum nemu tukan make up yang bagus. Saya minta saran ke tukang fotonya, siapa MuA yang bagus di daerah Solo dan sekitarnya. Dikenalinlah saya sama mbak Iyum ini. Pas foto prewed, alhamdulillah cocok. Mama menyarankan buat nerusin aja pake jasa mbaknya. Ya saya OK aja sih, haha. Meski ada sedikit masalah ketika booking (karena pas acara resepsi si mbak sudah ada job lain, sehingga diganti kakaknya yang juga tukang rias), tapi over all saya sih baik-baik aja. Saya lebih memilih pinjam kebaya untuk akad dan resepsi dari MuA-nya, alasan pertama dan utama ya karena menghemat uang dan tenaga dong. Dipakainya sekali belinya pake duit jutaan, sayang bener. Kebutuhan yang lain masih banyak contohnya jalan-jalan.

  • Dokumentasi

     Kasusnya sama, saya nggak mau ribet nyari dimana lagi harus mencari tukang foto yang bagus dan sesuai dengan selera saya. Maka, diputuskanlah saya memakai jasa tukang foto yang sama dengan tukang foto ketika pre wedding kemarin. Alhamdulillah si mas-nya belum ada job, jadi leluasa deh bookingnya. Saya ambil foto yang reguler, sama video yang model wedding clip. Sip, beres.

  • Baju orang tua dan saudara kandung

     Ini nih, yang kecil-kecil tapi bikin ribet dan perlu mikir. Kalo yang untuk bapak-bapak sih masih oke aja ya pake baju yang netral, misal jas dan beskap yang warnanya nggak ngejreng. Nah, yang emak-emak yang rempong. Awalnya saya kan nggak begitu mikirin mau pake kebaya warna apa, terserahlah. Hanya saja jangan yang bikin kulit saya jadi terlihat hitam, haha. Saya sih ikut aja saran mama yang pake kebaya warna hijau mint dan orange. Semi pastel dan cantik. Lalu, baju emak-emak menyesuaikan. Dan baju dua adik saya juga warnanya senada. Untunglah si abang anak tunggal, jadi dia nggak rempong nyariin baju buat saudaranya. Hoho….

Kebaya Resepsi

Kebaya Resepsi

 

Kebaya Akad

Kebaya Akad

 

  • Souvenir

     Toko souvenir di Solo sebenarnya banyak sih, hanya saja saya yang lagi nggak ada di rumah ini kan jadi susah dong kalo harus nyari lagi. Terpujilah wahai para penjual souvenir online yang sudah banyak bertebaran di instagram, dan terpercaya. Seirus lho, saya ambil souvenir dari penjual di instagram dan barangnya bagus, free ongkir pula. Saya pesan yang sederhana aja sih, kaca rias kecil sama dompet batik besar.

  • Undangan

     Oke, saya termasuk golongan sakit hati untuk urusan undangan. Hiks, sedih bener mau bahas. Jadi ceritanya kan saya udah searching sana sini tuh terkait undangan, udah nemu undangan yang minimalis menggemaskan bin imut-imut. Eh, tetiba inget kalo ada saudara jauh yang bisa bikin undangan. Maka, pesanlah saya ke tempat saudara jauh tersebut. Respon awalnya nggak ngenaki, sok jutek gimana gitu. Terlebih pas saya habis kasih contoh begini lho model undangan yang saya mau. Seberapapun saya bayar kok. Eh pas hasilnya keluar, saya kecewa berat. Undangan terkesan asal-asalan dan nggak menarik sama sekali. RRRRRRRRRRRrrrrrrrrrrrr……….Pengalaman yang bisa dipetik dari kasus saya ini, lebih baik milih tempat percetakan yang terkenal deh, kualitasnya bagus dan pelyanannya ramah ketimbang milih punya saudara sendiri yang jauh dari harapan. Bukannya nggak memberdayakan saudara, tapi kan sebagai konsumen we deserve the best dong ya.

Sekian uneg-uneg dari pengantin baru yang kayaknya udah cukup panjang ceritanya, haha….

see you later

Lanjutan……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s