Penempatan? Galau? Wajar! Eh?!


Saya (mantan) mahasiswa kedinasan dan saya rentan galau. Ups!!!! Ya memang begitulah. Jadi, kalau kamu nggak suka galau dan terlalu rentan sama yang namanya galau, saya sarankan kamu untuk jauh-jauh deh sama yang namanya sekolah kedinasan. Trust me, it works! (kayak iklan ya? biarkanlah…)

Sebagai mantan mahasiswa kedinasan,dulu pas mau masuk kuliah saya disuruh tanda tangan surat ikatan dinas. Salah satu isinya adalah bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Dulu sih pas disuruh tanda tangan di atas kertas bermaterai, pikiran muda saya biasa-biasa aja. Take it slow and let it flow. Saya dulu terlalu larut dalam euforia masuk kuliah gratis, tanpa peduli saya akan ‘dilempar’ jauh dari rumah dan keluarga. Saya dulu juga nggak mikir kalau Indonesia itu nggak hanya sejauh jarak Solo-Jakarta dan tidak semuanya ‘daratan’. Sekarang, setelah saya disodori pilihan untuk memilih lokasi penempatan yang semuanya ada di luar Jawa (karena faktor IPK), barulah otak sehat saya berjalan.

Pusing dan galau itu hal pertama yang saya lakuin. Galau pada keluarga di rumah. Galau pada abang saya. Galau pada teman-teman kos. Pokoknya, tiada hari tanpa dangdut….eh salah, tiada hari tanpa galau.

Sedikit hal yang membahagiakan datang dari abang saya. Dia bersama ketiga temannya ditempatkan di kantor provinsi daerah Kalimantan Selatan, lokasinya tentu saja di Kota Banjarmasin. Luar Jawa juga sih, tapi seenggaknya masih mudah dijangkau Lalu, bagaimana dengan saya? Semua teman-teman saya dan saya sendiri yang tidak masuk peringkat 10 besar mau tidak mau ditempatkan di daerah luar Jawa  di kabupaten dengan kategori tipe C. Yang berasal dari daerah luar Jawa sih mungkin bisa sedikit tenang, karena mereka kemungkinan besar balik ke daerah masing-masing. Sedangkan saya yang berasal dari Jawa? Hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga dengan IPK pas-pasan seperti ini masih bisa ditempatkan di tempat yang ‘tidak terlalu jauh’ dan ‘menyenangkan’ serta ‘sesegera mungkin bisa pindah mengikuti suami’. Ceilehhhh…..

Sedikit lucu ketika saya galau sama abang saya. Dengan gayanya yang sedikit konyol dan easy going, abang saya bilang ke saya sembari menenangkan. “Santai saja, mau kamu penempatan di Kalimantan Selatan atau jauh sekalian ya nggak masalah. Kalau di daerah Kalimantan Selatan, alhamdulillah. Bisa dekat. Tapi kalau misalnya kamu dapatnya yang jauh sekalian, ya diterima saja. Legowo saja, Sayang. Bukankah kalau kamu jauh dari aku, nanti ‘narik’ kamu untuk bisa sedaerah lebih gampang? Maksudku, alasan pindahnya lebih kuat.”

Sebenarnya, ada form di google docs yang dibuat oleh salah seorang teman di jurusan, isinya berupa nama, daerah asal dan 3 daerah tujuan penempatan. Bisa diisi dan dibaca oleh teman-teman satu jurusan (saingan penempatan hanya satu jurusan saja). Tapi, sekali lagi tapi…..seperti yang sudah saya ungkapkan di atas tadi, (mantan) mahasiswa kedinasan itu rentan galau. Pun dengan teman-teman saya.  Fyi, pemilihan lokasi penempatan berdasarkan IPK. Sedih rasanya ketika teman-teman yang IPK-nya tinggi masih nanti-nanti mengisi formnya. Saya yang IPK-nya hidup segan mati tak mau seperti ini, hanya bisa menunggu. OK-lah ketika mereka-mereka itu masih menunda-nunda ngisi form karena masih bingung di hari pertama, kedua sampai seminggu. Tapi, alangkah konyolnya ketika sudah H-3, H-2 hingga hari H mereka-mereka itu masih juga nggak mau ngisi form. Kesannya itu mereka seperti ‘buat apa mikir teman yang IPK-nya dibawah saya, yang penting saya dapat tempat enak’. Beuh, amit-amit jabang bayikkkkkk…..(komat-kamit bacain doa buat mereka).

Nah, barusan saya dibuat supernyesek setelah mendengar cerita dari salah satu teman saya. Hm….jadi gini. Saya memilih 3 daerah untuk ‘calon’ lokasi penempatan saya nanti. Kalimantan Selatan, Aceh dan NTT. Daerah favorit teman-teman dari Jawa selain Sumatera adalah Kalimantan. Saya tau resikonya memilih Kalimantan Selatan di pilihan pertama, alasan saya sih tidak lain dan tidak bukan adalah mengikuti abang saya. Saya sudah berkali-kali ngecek di form google docs, yang menuliskan pilihan penempatan di Kalimantan Selatan hanya saya seorang yang berasal dari Jawa. Tapi, menurut cerita teman saya tadi, ada satu anak Jawa yang milih penempatan Kalimantan Selatan juga (kuotanya untuk anak luar propinsi hanya satu). Padahal di form google docs yang dia isi, dia menulis Kalimantan Tengah di pilihan pertama dan bla bla bla. Sebut saja MAS X. Saya yang semula tenang-tenang saja jadi merasa ‘jatuh terperosok sedalam-dalamnya’. IPK MAS X lebih tinggi dari saya dan dia “berbohong’ pada akhirnya. Duh, sakitnyaaaa…….(komat-kamit bacain doa semoga kabar itu bohong)

Selain MAS X yang bertingkah menjatuhkan seperti itu, ternyata ada beberapa orang yang lagak dan tingkahnya sebelas dua belas dengan MAS X. Ada yang berganti-ganti di H-3, bahkan yang lebih sadis ada yang berganti-ganti tempat di hari H nya. Tapi, sesadis-sadisnya mereka, yang paling sadis adalah orang yang tidak mengisi form google docs tersebut (tapi menyerahkan formulir ke bagian kepegawaian langsung tanpa diketahui teman-teman yang lain daerah mana tujuannya). Siapa pelakunya? Saya berdoa, semoga mereka nggak ‘sakit’ jiwanya*.

*insyaallah akan saya ceritakan di postingan saya selanjutnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s