S.K.R.I.P.S.I #7


OK. Ini lanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Malam hari sebelum saya menjalani sidang skripsi, saya udah buat ringkasan kecil mengenai pembuktian rumus-rumus dan jawaban dari beberapa kemungkinan pertanyaan yang saya buat sendiri. Hingga pukul 2 dini hari, saya belum bisa tidur juga. Entahlah saya agak lupa jam berapa saya bisa tidur, yang jelas ketika adzan subuh di masjid dekat kosan berkumandang saya sudah mencelat bangun dan lalu tidak bisa tidur lagi.

Kali ini, sidang saya memang tidak bersamaan dengan si abang. Tapi, bersamaan dengan satu-satunya teman sekos yang tingkat empat, namanya Diah. Diah dan saya sidang di hari, tanggal dan sesi yang sama, bahkan ruang kami pun satu gedung, satu lantai dan hanya berseberangan. Alhasil, Diah dan saya berangkat ke kampus bersama-sama dengan perasaan yang lebih kurang juga sama. Oiya, saya sebel juga sih waktu itu. Si abang yang saya harapkan datang tidak juga datang (dan akhirnya beneran gak datang) dengan alasan tulisan skripsinya belum selesai. Saya maklum sih, beban skripsi jurusannya memang lebih berat daripada jurusan saya. Ya tapi tetap aja kecewa 😦

Memasuki ruang sidang, aura horor sudah mulai terasa. Saya merasa benar-benar ciut dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya di hadapan dosen-dosen penguji, apalagi jika mengingat-ingat IP saya yang hidup segan mati tak mau. Memulai sidang dengan berdoa dalam hati setelah sebelumnya juga meminta doa dari mama papa lewat sms.

Kalian percaya dengan kekuatan doa? Saya percaya. Di sidang skripsi kali ini saya sendiri membuktikan kekuatan doa, entah itu doa dari diri sendiri, orang tua maupun yang lainnya. Saya yang semula bernyali kecil, entah kenapa tiba-tiba saya begitu lancar ketika memaparkan presentasi hasil skripsi saya. Bahkan saya rasa jauh lebih lancar jika dibandingkan dengan pada saat seminar dulu. Dan pertanyaan-pertanyaan dari dosen penguji alhamdulillah lancar saya jawab, baik pertanyaan dari segi substansi maupun dari segi metodologi. Pertanyaan yang paling saya takutkan –pembuktian rumus—tidak terjadi. Sekali lagi, alhamdulillah 🙂

Keluar ruang sidang dengan wajah yang berseri-seri dan senyam-senyum gembira. Setelah beberapa saat kemudian saya dipanggil kembali ke ruang sidang dan dinyatakan lulus dengan sedikit revisi. Ya, hanya sedikit revisi yang meliputi kesalahan tanda baca, kurang konsisten menuliskan simbol matematikanya, kurang dieksplor di bagian saran dan kesimpulan. Kalau saya niat, sebenarnya revisi saya ini bisa kok selesai dalam waktu satu hari. Ya tapi karena sayanya aja yang males, nunda-nunda revisi skripsi sampe beberapa hari kemudian.

Revisi skripsi saya selesaikan 3 hari kemudian, sehari setelah si abang sidang. Lancar? Sekali lagi alhamdulillah. Saya hanya perlu sekali perbaikan revisi skripsi saya dan di pertemuan kedua saya sudah dapat tanda tangan persetujuan dari dosen penguji. Sekilas memang lancar. Tapi, hambatan belum berhenti sampai di situ. Anda tahu tentang halaman pengesahan yang di dalamnya berisi tanda tangan dari dosen penguji dan dosen pembimbing? Ya, kesalahan kecil saya yang fatal ada di situ. Jauh sebelum batas akhir pengumpulan drfat skripsi lengkap, draft skripsi saya sudah siap untuk diserahkan (lengkap dengan halaman pengesahan yang sudah terisi semua). Tapi, pihak kampus menolak dengan alasan spasi. Benar, SPASI. Sekali lagi S-P-A-S-I. Mereka bilang, letak tanda tangan di skripsi saya terlalu menggantung dan nggak proporsional. Padahal, di saat yang bersamaan, salah satu dosen penguji saya sedang berwisata ke Yerussalem dalam waktu 2 minggu. Saya diharuskan mengganti, tanpa ada kompromi. Yah mau bagaimana lagi, saya harus menunggu kepulangan dosen penguji yang satu ini. Dan itu artinya saya harus minta waktu khusus untuk sedikit memperpanjang pengumpulan draft skripsi. Dosennya baik sih, malah beliau merasa bersalah gara-gara spasi ini 🙂

And finally…..skripsi saya berhasil juga diserahkan untuk dijilid oleh pihak kampus 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s