S.K.R.I.P.S.I #6


Maaf. Sekali lagi maaf. Beneran minta maaf. Blog ini sudah lumutan berkarat dan jamuran di sana-sini karena ulah saya. Ya, ulah saya yang masih seenak sendiri tergantung mood mau ngisi apa di blog ini. Alasan saya kali ini : SKRIPSI. Antara omong kosong dan tidak. OK, sebagai permintaan maaf dan pembukaan hidup yang baru bagi blog saya ini, maka silahkan disimak beberapa huruf yang saya rangkai di bawah.

29 Agustus 2013

Ini hari dimana saya seminar skripsi (di kampus lain disebut sidang terbuka). Seminar skripsi ini wajib hukumnya di kampus saya sebagai langkah awal pertanggungjawaban dari skripsi yang saya buat. Di dalam seminar skripsi, saya berperan sebagai penyaji, dosen pembimbing saya sebagai narasumber, 3 orang teman yang telah ditetapkan oleh kampus sebagai tim pembahas, teman-teman sebagai penonton dan salah seorang dosen sebagai moderator. Tahun ini, seminar skripsi diadakan pada tanggal 19-30 Agustus, jadi praktis seminar skripsi saya ini berada di ujung akhir perjalanan seminar skripsi tahun 2013. Oiya, perlu anda ketahui bahwa seminar skripsi di kampus saya hanya diadakan sekali dalam setahun. Begitu juga dengan sidang skripsi (di kampus lain disebut sidang tertutup) dan wisuda.

Grogi? Pasti iya. Deg-degan? Jangan tanya. Bismillahirrahmanirrahim. Gugup saya bukan terletak pada siapa tim pembahas saya, tetapi pada moderator. Aneh ya? Iya sih. Untuk tim pembahas, saya sudah mengenal mereka bertiga. Bukan maksud ada KKN seperti yang lain dengan bilang terang-terangan hei-tim-pembahas-kamu-mau-tanya-apa-silahkan-konfirmasi-saya-duu, bukan. Saya yakin, insyaa Allah bisa lah untuk memjawab pertanyaan tim pembahas tersebut. Meski pada akhirnya ada beberapa hambatan juga sih, hehe. Nah, di awal tadi saya bilang saya agak gugup dimoderatori oleh dosen ini. Kenapa? Pertama, bapaknya tegas dan sedikit keras. Kedua, bapaknya pasti mengupas metodologi penulisan draft seminar saya. Asal anda tahu, beliau ini dosen mata kuliah metode penelitian saya di semester 5 dulu.

Percaya nggak percaya, saya dan si abang mengalami kondisi yang ‘seperti kebetulan’. Jadi ceritanya gini. Di web portal kampus, jadwal seminar saya sudah terpampang jauh-jauh hari sebelum hari H. Sedangkan jadwal seminar punya si abang belum. Jadwal saya di hari Kamis 29 Agustus 2013 sesi 3. Ketika jadwal seminar si abang keluar, saya beneran kaget. Jadwalnya sama persis dengan jadwal saya, baik hari, tanggal maupun sesi pelaksanaannya. Hanya saja saya di ruang 252 dan dia di 262 (di gedung yang sama, selisih satu lantai). Ckckckck….heran saya. Apa nggak ada hari lain untuk seminar skripsi? Ya sudahlah pasrah saja. Jadwal seminar skripsi nggak bisa diganti, kecuali atas pengajuan dosen. Buyar sudah impian saya untuk menghadiri dan dihadiri oleh si abang di seminar skripsi ini.

16 September 2013

Pelaksanaan sidang skripsi tahun ini jatuh pada tanggal 9-20 September. Dan saya sidang di tengah-tengah musim sidang. Pelaksanaan sidang hanya dihadiri oleh 4 orang, yang terdiri dari saya sebagai penyaji, dosen pembimbing sebagai moderator dan 2 dosen sebagai penguji sidang skripsi. Beberapa hari sebelum hari sidang tiba, saya sempat belajar bareng dengan beberapa teman saya. Demi apa? Demi saya nggak mati dibantai pas sidang.

Deg-degan? Sudah jangan taya gimana saya deg-degannya. Jujur saja, dosen penguji sidang skripsi saya sempat mengalami pergantian. Dosen penguji pertama yang paling menentukan diganti hanya beberapa hari sebelum hari H sidang. Dari dosen yang semula masih ramah tamah diganti dengan dosen yang sudah setengah tua dan lumayan jeli di bagian metodologi penelitian yang saya gunakan. Banyak rumor yang beredar, pertanyaan sidang yang biasanya keluar dari dosen ini adalah pembuktian rumus. Saya mahasiswa statistika terapan, jadi ketika menggunakan rumus statistika untuk diterapkan di ilmu lain (ekonomi) saya juga harus tahu bagaimana asal rumus itu. Ribet kan? Iya pake banget. Dosen penguji kedua saya adala dosen lawas yang dulunya sempat menjadi petinggi di instansi pemerintahan yang sejalur dengan tempat saya kuliah. Beliau ini concern di bidang ekonomi industri. Tepat sekali dengan topik utama skripsi saya yang juga mengangkat tema ekonomi industri. Tapi, ketika ditanya mana yang lebih berat : substansi skripsi atau metodologi skripsi? Saya nggak bakal ragu jawab metodologi skripsi. Penerapannya sih gampang, ada beberapa software pendukung. Namun, isi secara statistika-matematika nya? Ya ampun, metodologi penelitian yang saya gunakan ini bahkan seringkali digunakan oleh mahasiswa tingkat lanjut yang menyelesaikan program master atau doktor! Anda tahu tentang analisis regresi data panel? Nah, itu yang saya gunakan. Silahkan dicari dan dipelajari kalo Anda berminat.

Nah, bagaimana hasil dari sidang saya ini? Nantikan di tulisan saya berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s