Emotional Intelligence


Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah dulu, ada salah seorang guru saya yang berkata lebih kurang seperti ini, “Taukah kalian, tidak selalu orang sukses itu orang yang mempunyai IQ (Intelligence Quotient) tinggi. Ketika kalian nanti bekerja dan hidup bermasyarakat, IQ itu hanya berperan sekitar 20%, sisanya EQ (Emotional Intelligence) yang berperan.”. Waktu itu saya penasaran dengan apa yang namanya EQ tersebut. Selain tes IQ, ternyata ada jyga tes EQ. Hanya saja tidak seperti tes IQ yang biasanya ada di sekolah-sekolah, tes EQ lebih ditekankan di luar sekolah. Entahlah, mungkin ini bagian dari sistem pendidikan bangsa ini yang lebih mengutamakan IQ ketimbang EQ.

Setelah saya searching, ada beberapa hal yang saya dapat. Daniel Goleman adalah orang yang memperkenalkan Emotinal Intelligence atau Kecerdasan Emosional. Goleman melakukan suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan lebih berhasil membina hubungan dengan orang-orang di sekitarnya dan lebih sukses dibandingkan orang yang memiliki IQ tinggi saja tanpa diiringi dengan kecerdasan emosional. Dia menjelaskan, ada lima dasar kecerdasan emosional.

a. Mengenali emosi diri

Kesadaran diri untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi merupakan salah satu dasar kecerdasan emosional. Kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu merupakan hal penting bagi wawasan psikologi dan pemahaman diri. Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan kita yang sesungguhnya membuat kita berada pada dalam kekuasaan perasaan (ini nih yang biasanya terjadi pada remaja jaman sekarang). Orang yang memiliki keyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah pilot yang handal bagi kehidupan mereka, karena mereka mempunyai kepekaan lebih tinggi akan perasaan mereka sendiri. Hal ini yang sesungguhnya sangat membantu mereka atas pengambilan keputusan-keputusan masalah pribadi, mulai dari masalah akan kuliah di bidang apa sampai ke pekerjaan apa yang akan diambil.

b. Mengelola emosi

Menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas adalah kecakapan yang bergantung pada kesadaran diri. Orang-orang yang buruk kemampuannya dalam keterampilan ini akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung, sementara mereka yang pintar dapat bangkit kembali dengan jauh lebih cepat dari kemerosotan dan kejatuhan dalam kehidupan. Ini nih yang susah, saya sendirimasih sering kerepotan mengelola emosi saya sendiri. Terkadang pengendalian emosi saya bagus, tapi tidak jarang buruk. Hal ini terjadi mulai dari jaman saya kecil, raport TK saya selalu ada tulisan yang intinya ‘kendalikan emosimu’. Cuma sekarang mulai ke sini mulai bisa mengendalikan emosi, asal nggak pas PMS aja sih :p. Mengendalikan emosi bukan hanya ketika marah saja lho, tapi ketika senang juga. Misalnya saja nih, ketika sedih tidak terlalu bersedih banget, ketika senang juga tidak terlalu heboh berlebihan (bahkan sampai euphoria).

c. Memotivasi diri sendiri

Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan (istilah lainnya memotivasi diri sendiri) adalah hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, juga untuk berkreasi. Kendali diri emosional -menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati- adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Dan, mampu menyesuaikan diri dalam ‘aliran’ yang memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan. Banyak orang mengatakan, memotivasi diri sendiri itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan memotivasi orang lain. Sulit bukan berarti tidak bisa kan? Banyak cara kok untuk memotivasi diri sendiri. Misalnya saja, memberi hadiah ke diri kita sendiri saat kita berhasil mencapai suatu target yang kita tetapkan. Nggak usah mahal-mahal, misalnya saja makan es krim coklat, atau makan bakso yang lezat atau nonton film, atau baca novel, atau terserah apa kesukaan Anda. Atau bsia juga memotivasi diri sendiri dengan cara lain, seperti motivasi nilai yang bagus, motivasi untuk orang tua dan keluarga, sampai memotivasi diri sendiri yang paling tinggi tingkatannya : melakukan segala sesuatu untuk Allah SWT. Yang saya sebutkan terakhir ini beneran keren deh :).

d. Mengenali emosi orang lain

Empati, kemampuan yang juga bergantung pada kesadaran diri emosional, merupakan keterampilan bergaul dasar. Orang yang empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain. Senang rasanya ketika partner kita tersebut orang yang empati. Tapi, tingkat empati tiap orang itu berbeda-beda. Yang saya rasakan sih, biasanya perempuan lebih mudah berempati daripada laki-laki. Ini cuma menurut pengamatan saya aja lho.

e. Membina hubungan

Seni membela hubungan, sebagian besar, merupakan keterampilan mengelola emosi orang lain. Ini merupakan keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan, dan keberhasilan antarpribadi. Orang-orang yang hebat dalam keterampilan ini akan sukses dalam bidang apapun yang mengandalkan pergaulan yang mulus dengan orang lain. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengasah keterampilan dalam membina hubungan, salah satunya mengikuti suatu organisasi atau suatu kepanitiaan di sekolah ataupun kampus. Semakin sering kita berinteraksi dengan orang lain, akan semakin mudah bagi kita untuk membina hubungan dengan orang lain. Tidak percaya? Coba tanyakan pada teman-teman Anda yang aktif di organisasi ataupun di kepanitian.

Iklan

2 thoughts on “Emotional Intelligence

  1. Hengki berkata:

    Walaupun begitu, saya sangat berharap punya IQ tinggi 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s