Ketika perpustakaan kampus menjadi ‘trending topic’ akhir-akhir ini…


Yah….kira-kira seperti judul diatas salah satu status facebook salah seorang teman saya. Kenapa harus perpustakaan kampus? Ada apakah? Kenapa kok jadi sampai jadi trending topic segala sih?

Kalo menurut saya sih, hal ini tidak lain tidak bukan disebabkan karena sekarang lingkungan perpustakaan kampus menjadi suatu hal yang ‘aneh’. Perpustakaan yang seharusnya nyaman, tenang dan damai plus enak buat belajar, menjadi berkurang nilai tempatnya karena satu dan lain hal.

Problemnya, perpustakaan sekarang berisik. Sudah menjadi rahasia umum kalo perpustakaan itu seharusnya menjadi suatu tempat yang tenang dan damai tanpa suara-suara berisik yang mengganggu pengunjung. Coba cari perpustakaan mana saja deh, pasti ada syarat tidak tertulis yang menyetujui aturan seperti itu. Nah, apa jadinya ketika perpustakaan menjadi tempat yang gaduh dengan suara musik dan tv saling bersahutan, ditambah obrolan penjaga perpustakaan yang seperti obrolan ibu-ibu di pasar? Trust me, it’s very very annoying. Saya nggak menyalahkan kalo penjaga perpustakaan berdalih mereka bekerja juga butuh hiburan dan komunikasi dengan rekan kerja mereka. Tapi, harap diingat. Ruang kerja anda –wahai penjaga perpustakaan– menyatu padu dengan ruang baca dan rak-rak buku yang otomatis ketika anda-anda sekalian itu mengobrol dan bermusik ria keras-keras pasti telingan kami –para pengunjung ini– akan mendengar. Kami nggak tuli. Juga kuping kami nggak kami sumpelin headset sampe budeg.

Saran saya sih, alangkah lebih baik kalo ruang penjaga dengan ruang baca dan rak-rak buku dipisah. Saya pernah melihat perpustakaan dengan tipe seperti ini, seperti perpustakaan daerah di kabupaten saya –yang dulu jadi langganan saya ketika masih di rumah– atau perpustakaan UI. Di sana, penjaga perpustakaan bisa leluasa beraktivitas layaknya pegawai biasa yang bukan penjaga perpustakaan. Bisa haha hihi, bergosip ria, bermusik keras-keras, lihat sinetron, maen game atau apalah. Atau kalo saran saya ini hanya ecek-ecek, bagaimana kalo pihak yang berwenang menanyakan solusinya kepada yang lebih ahli, pustakawan mungkin?

Saya hanyalah mahasiswi biasa yang mengunjungi perpustakaan dengan beberapa alasan. Pertama, mau ngenet gratis karena kuota modem saya sedang sekarat atau ngambek. Kedua, ngadem mau ngerjain tugas karena kalo ngerjain di kos kepanasan atau kalo gak gitu di kosan pasti tidur. Ketiga, kerja kelompok yang butuh referensi jurnal-jurnal internasional yang bisa di download dari internet. Keempat, saya membutuhkan referensi dari buku-buku yang ada di perpustakaan untuk belajar atau mengerjakan tugas.

Dan sebagai mahasiswi biasa yang mengunjungi perpustakaan dengan beberapa alasan, tentunya hal-hal yang menyebabkan perpustakaan kampus menjadi trending topic akhir-akhir ini juga mempengaruhi saya dong. Keganggu itu udah pasti. Kayak yang tadi siang saya lakukan, menyuruh diam dengan bilang ‘sssssssssssssttttttttttttttttttttt’ keras-keras kepada yang-entah-siapa-cekikikan-keraskeras-mirip-banget-sama-nenek-sihir-dibalik-tempat-majalah. Abang saya malah lebih parah lagi, bilang ‘sssssssssstttttttttttt’ nya nggak cukup sekali, sambil teriak-teriak pula. Yah….sedih sih. Mari kita doakan saja semoga perpustakaan kampus cepat berubah.

Oiya, dan jangan lupa doakan semoga perpustakaan kampus ditambahin colokannya tiap meja. Biar kami sebagai pengunjung nggak berebut colokan atau membawa colokan T sendiri. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s