S.K.R.I.P.S.I #2


Kalo ditanyain enakan mana antara nulis skripsi sama nulis blog? Gak usah lama mikir langsung saya jawab : NULIS BLOG.

Menurut saya, proses pengerjaan skripsi itu ada 3. Tahap awal, tahap tengah dan tahap akhir. Tahap awal itu mulai dari pencarian topik, pencarian masalah, dan lain-lain sampe nyusun proposal. Tahap tengah itu ya mulai pengerjaan skripsinya, konsultasi ke para ahli, bimbingan bareng dosen pembimbing, dan lain-lain sampai menjelang seminar.

Pada masa-masa seperti saya ini, sudah pasti masuk ke tahap awal. Masa-masa dimana saya harus nyari topik serasa nyari jarum di tumpukan jerami dan buka-buka buku pantat gajah lagi (OK, yang ini agak hiperbol). Nah, di musim kayak gini nih yang mengharuskan saya jadi anak nongkrong perpustakaan kampus. Keren kan? Gak gitu juga sih, alasannya saya nongkrong di perpus itu karena saya bisa ngadem di tengah panasnya udara jakarta yang konon bisa membakar semut saat berjalan di jalan raya ibukota. Alasan lain, saya pasti lebih memilih tidur ketika saya ada waktu longgar di kos. Kos saya sempit dan panas (khas kos-kosan miring harga Jakarta), kalo siang bawaannya males-malesan aja, hahaha….

Saya tahu kalo saya itu orangnya malas. Udah gitu, saya nggak suka diburu-buru. Lengkaplah sudah cap procrastinator dalam diri saya. Dengan catatan seperti itu, mau gak mau saya harus curi start biar sampe finishnya tetep sama-sama. Kata orang, KnowYourself Know Your Enemy. Saya sudah tau diri saya seperti saya, itu sebabnya saya tau apa enemy yang harus saya hadapi. Saya mulai searching jurnal, artikel, makalah, dan sejenisnya semenjak liburan puasa beberapa bulan lalu. Dan alhamdulillah, hasilnya sudah ada. Yah, meski masih bingung ini mau digimanain itu mau digimanain. Yang jelas kalo ditanyain topik skripsi, saya jawab “udah” aja. Mending gitulah daripada kayak teman2 saya yg bilang “belum apa-apa” trus tiba2 dateng2 udah mau selesai, pencitraan yang munafik demi gak mau kesaing. Ckckck….itulah mahasiswa jaman sekarang. Mending ngomong jujur lah, kasihan yg dibohongin, banyak dosa juga loh kalo bohongnya terus2an 🙂

Topik saya ada 4. Sedikit? Banyak? Terserah apa kata kalian, yang jelas ide sayaseperti  itu. Kalo mau tau, boleh kok dibaca topiknya ini sambil ngasih masukan juga boleh banget 😀

1. Deindustrialisasi, dianalisis dengan teknik analisis ekonometrik dan cluster analysis. Nantinya saya akan membahas tentang deindustrialisasi di Indonesia beserta variabel-variabel apa yang mempengaruhinya. Masalah ini sudah dibahas di tesis salah seorang mahasiswa IPB, hanya saja beliau membahasnya secara makro. Di sini nanti saya akan membahas mengenai deindustrialisasi masing-masing propinsi di Indonesia. Dan juga mengkategorikannya ke dalam cluster-cluster tertentu sesuai dengan kriteria yg saya masih belum tau mau digimanakan.

2. Kopi. Industri kopi lebih tepatmya. Ini masih menjadi dilema, apakah mengenai kondisi ekspornya atau mengenai kekuatan industrinya. Kalau melihat kondisi ekspornya, analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda (RLB). Kalau kekuatan industrinya, analisis yang digunakan adalah anaisis Cobb-Douglass. Gak jauh beda ya? hehehe….

3. Pengangguran terdidik. Lah ini masalahnya masih belum jelas. Pokoknya saya tertarik aja sama yang namanya pengangguran terdidik, datanya ada juga sih. Analisis yang nanti saya pakai juga udah ada kok, kalau nggak pakai regresi logistik ya pakai survival analysis. Tapi saya masih belum nemu masalahnya apa. Ditambah lagi masalah ini lebih cenderung ke masalah sosial, bukan ekonomi (di kampus saya jurusan sosial dan ekonomi dipisah). Jadi….suram T.T

4. Sektor informal. Setali tiga uang sama topik nomor 3, yang ini juga masih belum jelas masalahnya dimana. Datanya juga udah ada, tapi alat analisisnya belum tau pake apa. Latar belakang masalahnya sih udah. Jadi ceritanya gini nih. Pas krisis ekonomi 2008 yang lagi booming menimpa kawasan Amerika dan Eropa yang menyebabkan mereka pontang-panting perekonomiannya. Imbasnya, banyak negara Asia yang terkena, lebih-lebih mereka yang pengimpor barang-jasa setia langganan Amerika Eropa. Tapi, kita rasakan sendiri kan kalo di Indonesia dampaknya ‘kurang terasa’ atau ‘kurang greget’ kalo dibandingkan krisis moneter 1998. Menurut pakar dan beberapa pendapat ekonom, salah satu faktor Indonesia seperti itu karena sektor informal kita kuat (selain karena kita kurang setia berlangganan sama impor barang-jasanya si Amerika-Eropa). Trus, saya harus gimana dong?? Topik ini agak cerah dikit sih, tapi suremnya juga masih kerasa. huwohuwohuwoooooo ……

Ada saran?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s