Awal Halaman


Aku mencoba menulis sajakku dari awal.
Sangat pelan-pelan,
seperti balita menggambar huruf.
Kau tahu ini buku baru,
semua nantinya akan diterima anak cucuku.
Serupa desing angin memecah angan,
buku baruku tertindih kotak tinta tak punya mata,
tumpah.
Ini awal halamanku,
ini awal sajakku,
ini awal ceritaku.
Akankah tumpahan tinta di awal halaman merembes hingga ke akhir?
Tidak cukupkah satu halaman saja, Tuhan? Aku mohon…
Aku tak tahu bagaimana menghilangkannya,
aku takut saat ingin melihat bagaimana selanjutnya.
Dan buku yang lain menertawakanku,
kenapa?
Ketika perlahan angin malam pelan mencoba menembus rusuk,
sekilas napas kasat berhembus.
Aku harus mencoba mengulangi lagi,
ini masih awal halaman.

Jakarta,1 Juli 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s