Jepang : Metamorfosis (part 3)


Banyak juga sumber lain yang mengatakan, Jepang maju karena kebiasaannya. Beberapa kebiasaan yang dianggap para peneliti menyebabkan Jepang maju adalah :

  • Kerja keras. Jam kerja di Jepang tergolong tinggi, sekitar 2450 jam/tahun, atau sekitar 9 jam/hari (dihitung hari kerja 5 hari). Pulang cepat adalah hal yang tabu dilakukan oleh para pegawai di Jepang. Bagaimana dengan pegawai di Indonesia? Dengan rata-rata jam kerja 7 jam/hari saja masih banyak yang terlambat dan mencuri waktu untuk pulang lebih awal.
  • Hidup hemat. Sistem politik ekonomi dumping  merupakan suatu strategi Jepang dalam memasarkan produknya dengan menjual harga suatu barang produksi dalam negeri bernilai lebih rendah ketika dijual keluar negeri. Politik ekonomi ini sedikit banyak mendorong pengusaha untuk mengekspor hasil produksi mereka. Dengan cara seperti inilah masyarakat Jepang terbiasa hidup hemat. Meminjam istilah orang Jawa, nrimo.
  • Malu. Budaya malu ini sudah mengakar di masyarakat Jepang dari jaman turun-temurun. Budaya Harakiri atau bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka. Ketika kita sedikit jeli membaca berita internasional, banyak ditemukan petinggi-petinggi negara di Jepang yang mengundurkan diri karena mereka merasa tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik atau terlibat korupsi. Bagaimana dengan masyarakat kita? Pejabat yang gagal memerintah masih mempunyai muka untuk mencalonkan diri lagi menjadi pemimpin. Para koruptor masih santai-santai saja merokok di ruang kerjanya.
  • Inovasi. Jepang bukanlah bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam memodifikasi temuan orang dan lalu memasarkannya dalam bentuk yang digemari pasar. Misalnya saja, Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda. Cassete tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan model portabel sebagai sebuah produk yang laris di pasaran adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony masa itu. Sampai sekarang, model ini sudah sangat berkembang dan produknya berhasil dijual hingga mencapai ratusan juta produk. Bagaimana dengan kita? Sebenarnya kita mampu untuk memodifikasi dan melakukan inovasi, tapi kembali lagi seperti di atas : krisis kepercayaan diri bangsa kita sudah parah.
  • Pantang menyerah. Bisa dikatakan Jepang itu merupakan negara yang miskin sumber daya alamnya. Jepang menjadi pengimpor minyak bumi, batu bara, bijih besi, dll bahkan 85% sumber energi di Jepang berasal dari negara lain (termasuk Indonesia). Ketika kita melihat kondisi geografisnya yang sangat rawan gempa, nyaris tidak mungkin suatu bangunan dan atau infrastruktur lainnya bisa bertahan disana. Tetapi, karena keterbatasan sumber daya alam dan kondisi geografis itulah mereka beradaptasi dan belajar untuk survive, bahkan terus maju.
  • Budaya membaca. Salah seorang dosen yang pernah belajar ke Jepang pernah mengatakan, budaya membaca di Jepang sangat tinggi. Dimana-mana sangatlah mudah dijumpai orang-orang yang beraktivitas sambil membaca, seperti menunggu kereta, di dalam bus, dll. Bagi mereka, membacalah dan anda akan melihat dunia.
  • Menjaga budaya. Perkembangan teknologi dan ekonomi yag tinggi tidak membuat bangsa Jepang lupa akan budaya mereka sendiri. Misalnya saja, masih banyak ditemui rumah khas tradisional Jepang di area pemukiman modern. Atau budaya minta maaf yang seperti menjadi reflek orang Jepang. Serta misalnya penggunaan huruf asli Jepang (kanji, katakana, hiragana) untuk keseharian mereka, bukan tulisan latin seperti kebanyakan orang-orang di dunia.

Kita –bangsa Indonesia—maukah meniru bangsa Jepang seperti yang bangsa Jepang lakukan setelah mereka kalah perang? Tidak usah muluk-muluk. Mari kita mulai dari diri kita sendiri dulu, baru dengan orang-orang di sekitar kita. Jika mereka (bangsa Jepang) saja bisa, mengapa kita tidak? Kita sama-sama makhluk Tuhan yang diberi kelebihan dan kekurangan. Rendahkan sedikit ego, dan mari mulai beraksi seperti mereka. Percaya pada kemampuan sendiri, yakin kita mampu. Kita bisa menjadi negara maju.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s