Cerita Antara Naga dan Kebo #2


Beberapa hari lagi, hubungan saya dan abang sudah 4 bulan. Gak kerasa, tau2 sudah segitu aja. Rasanya baru kemaren saya kenal dengan dia, makan es krim bareng, jalan2 gak jelas bareng, gila2an bareng di jalan sampe diketawain satpam, nongkrong bareng, de el el.

Yang saya rasakan dari awal kenal dengan dia sampai sekarang, saya merasakan perubahan. Dia berubah. Sedikit berubah.

Fyi, saya kenal abang sudah dari awal2 masuk kuliah dulu, 2,5 tahun lalu. Tapi, kenal dan dekat secara personal baru sekitar 1 tahun yang lalu (mungkin juga belum ada).

Well, mari saya ceritakan sedikit perubahan tentang abang saya. Saya nggak tau sebabnya, mungkin karena dia dekat dengan saya yang (agak) ambisius, mungkin juga sebab yang lain.

Perubahan di diri abang saya dimulai sejak dia pindah dari kontrakannya yang lama ke kos nya sekarang yang baru. Itu yang saya amati. Mula-mula, dia mulai rajin belajar. Terstruktur, meski belum benar-benar terstruktur.

Lalu, dia mengajak saya untuk menemaninya ke perpustakaan kampus. Sebelumnya memang saya agak sedikit menyinggung dia untuk sekali2 nongkrong di perpustakaan. Selama ini, perpustakaan kampus bagaikan tempat keramat bagi abang saya. Sebabnya mungkin karena dia pernah kena poin pelanggaran di situ . Pernah suatu kali saya tanyakan ke dia, dan jawabnya “…itu bukan perpus, tapi gudang buku”. Whatever lah. Saya nggak memaksa abang saya buat datang ke sana, tapi dia mengajak saya belajar di sana.

Saya nyaman ketika dekat dengan dia, meskipun cuma berjalan kaki dari alfamidi yang letaknya di dekat shelter busway bidaracina ke rumah kontrakan saya yang lumayan jauh. Atau ketika kita berdua makan gila2an dengan porsi “naga”. Ataupun cuma sms2an nggak jelas. Saya suka πŸ™‚

Oiya, perubahan yang saya amati lagi, sekarang abang saya menjadi orang yang rajin dan sedikit peduli dengan kuliahnya. Saya nggak tau bagaimana sikap dia dulu terhadap kuliahnya, yang saya tahu hanya fakta : dia punya IP tingkat 2 yang mengkhawatirkan. Jadi, bisa disimpulkan tanpa bertanya kan?

Saya bukanlah orang yang 24 jam berada di sampingnya. Saya hanya kekasihnya. Saya hanya salah satu orang terdekatnya. Saya hanya bisa memotivasi dia, dan memberi semangat sebisa saya, meskipun kadang-kadang saya sendiri butuh suntikan semangat dari orang-orang yang saya cintai.

Harapan saya cuma satu, semoga perubahan pada abang itu bukan karena saya dan hanya sesaat, tapi dari kesadaran dalam diri dia sendiri. Semoga.

Ayo Abang, aku mendukungmu πŸ™‚

Saya dan abang ketika di pantai Sundak, Gunung Kidul

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s