Antara Lagu Favorit dan Lagu Alarm di Handphone


Ada yang menggelitik hati saya untuk menulis di blog malam ini. Padahal ini sedang weekend, tapi saya sedang tidak jalan berdua ataupun diapeli pacar saya (perlu dicatat bahwa saya bukan lagi single tapi juga belum menikah), melainkan sedang berkutat dengan tumpukan buku mikroekonomi yang tebalnya kurang lebih samalah ya dengan pantat bayi gajah.

Curhat dikit nggak papa kan? Santelah, curhatan saya ini nggak masuk ke arah galau kok. Saya kan udah gedhe B) *pasang tampang cool.

Cuaca kota Jakarta hari ini mendukung banget untuk bermalas-malasan, serasa sedang berada bukan di kota pengap ini. Bagaimana tidak, membuka mata saja sudah hujan deres, lanjutlah tidur sampe nggak kerasa begitu membuka mata untuk yang kedua kalinya sudah maen jam 11 aja. Eh, tapi jam 10 siang tadi itu tuh serasa jam 6 pagi loh. Seriusan deh, nikmat banget buat ngulet-ngulet di kasur sambil selimutan pake selimut buluk warna hijau hore plus kelonan sama guling langsing di singgasanaku. Matahari hari ini juga maen malu-maluan, kayak cewek abg labil yang mau ketemu gebetannya. Alhasil, rencana yang sudah disusun kemaren untuk rajin belajar gagal total. Kenapa? Karena saya tidur seharian 😦

OK. Itu tidak berlaku setiap hari ya. Kegiatan seperti diatas hanya terjadi pada saat weekend dan cuacanya mendukung *pencitraan.

Ngomong-ngomong soal bangun tidur, pernah nggak sih kalian bangun tidur tanpa alarm dan di waktu yang sama di setiap harinya? Kalau bisa iya, berarti kalian hebat. Itu artinya jam bangun tidur biologis kalian sudah teratur. Berbeda dengan saya yang kayaknya emang dari jaman bayi nggak punya jam bangun tidur biologis yang bagus kayak gitu. Saya yang dari bawaan bayi suka tidur dan susah bangun (hal ini sudah sepaket) membutuhkan yang namanya alarm untuk bisa bangun pada waktu yang telah ditentukan. Kadang nggak cuma 1, tapi 2 bahkan 3. Berlebihan ya?? Hahaha….kalau nggak gitu nggak dijamin bangunnya tepat waktu.

Jaman-jaman dulu, sebelum ada handphone, jam weker yang super berisik menjadi andalan. Sekarang kan teknologi sudah maju tuh, ada handphone yang bisa jadi alarm juga. so, say good bye to jam weker 😀 .

Nah, kalo diperhatikan nih, ada sedikit yang menarik. Saya biasa memasang lagu untuk alarm di handphone saya dengan lagu yang alirannya keras (rock atau underground yang nggak jelas gitu). Lagi-lagi alasan saya cuma satu : dengan berisiknya bunyi itu di kuping, maka saya akan terlonjak dan bangun tidur.

Pernah terpikirkan, apa efek lagu tersebut sebelum dan sesudah kita jadikan alarm di handphone? Kalo saya sih ada. Saya jadi benci lagu itu. Sebagus apapun lagu itu. Semanis apapun kenangan yang ada di lagu itu. Seganteng siapapun penyanyinya. And whatever. Kenapa? Karena lagu tersebut (saya paksa) untuk menjadi “pengganggu” dalam kenikmatan hidup saya (baca:tidur). Jadi, gampang saja bagi saya untuk mengubah lagu yang dulunya saya suka menjadi lagu yang saya benci. JADIKAN LAGU TERSEBUT SEBAGAI ALARM DI HANDPHONE. selesai.

How about you?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s