Alasan Harus Mencatat di Kelas


Okay, kali ini tulisannya sedikit lebih mikir. Ditulis khusus untuk mahasiswa kura-kura yang punya kemampuan menangkap pelajaran di kelas padat merayap (seperti yang nulis). Orang Jawa bilang alon-alon waton kelakon (pelan-pelan asal terlaksana). Langsung saja ya, monggo…………

1. Catatan di kelas itu isinya suatu hal yang bersifat lisan

Ada beberapa dosen yang saking pintarnya beliau itu kalo mengajar di kelas suka melompat-lompatin materinya. Kadang materi A belum selesai, lanjut ke B, loncat ke F, balik lagi ke C. Percaya deh, semakin pinter seseorang itu maka akan semakin ribet menjelaskannya, bahkan untuk hal-hal yang sepele sekalipun. Dan kalo diperhatikan lagi, apa yang biasanya diterangkan dosen itu sudah ada di buku loh sebenernya. Tapi nih……..ada tapinya. Kadang-kadang ada yang nyelip gitu aja, materi yang kadang penting tapi cuma seupil dan terlupakan sama si penulis buku. Dosen sih cuma ngomong aja lah, terserah si mahasiswa mau nyatet apa nggak tambahan-tambahannya itu. Kalo tiba-tiba ntar dikeluarin di ujian, apa nggak tewas seketika tuh kalo yang keluar adalah materi yang kadang penting tapi cuma seupil dan terlupakan sama si penulis buku itu?

2. Mencatat itu bikin gak ngantuk

Ini sukses aku terapkan di kelas. Sebagai mahasiswa jurusan statistika, mata kuliahnya gak cuma ngitung-ngitung aja loh ya. Mata kuliah yang bagaikan dongeng penghantar tidur pun banyak (tidak sopan rasanya jika disebutkan satu per satu). Kalo di mata kuliah yang hitung-hitungan, jangan harap bisa tidur, menguap sambil ngupil aja susah. Nah, giliran yang mata kuliah pendongengan ini nih, ajaib banget saudara-saudara. 5 menit setelah dosen membuka materi di kelas, udara di kelas langsung tiba-tiba berubah. Udara yang biasanya dingin (karena AC) dan rame (karena orang-orang ngobrol), kemudian menjadi hening seketika. Dan karena dingin ini nih, bikin enak banget nget nget nget buat tidur. Menguap sudah tidak terhitung lagi. Kepala dan mata serasa digantungin batu berton-ton. Permen berpuluh-puluh biji udah gak mempan, haha…..cara basi yang sering dilakukan : pergi ke toilet, pura-pura pipis padahal jalan-jalan doang dan itu dilama-lamain. Dan tau gak, cara itu bertahan paling lama 15 menit. Lewat dari itu, tidak dijamin. Iseng aja sih nyatet slide mata kuliah pendongengan tadi itu. Sekali lagi ya, ISENG. Sama sekali gak ada unsur rajin, swear!! Olala…ternyata ampuh saudara-saudara. Hahahaha…….tapi cara ini dilakukan sesuai selera hari itu. Kalo lagi in a good mood dikerjain, kalo gak mending tidur deh di kelas.

3. Catatan itu rekaman terbaik yang kamu punya dan sumber terpercaya sebelum ujian

Sudah jelas kan ya? Gimana nggak terpercaya, kan yang buat catatannya kamu sendiri? Mau ditambah-tambahin gambar doraemon atau sinchan yah terserah aja, atau kurva permintaan juga boleh. Diwarna-warnain merah kuning hijau kayak anak TK yah silahkan. Dibuat untuk konsumsi sendiri, jadi ya seenak sendiri. Rapi gak rapi, sesuai kriteria rapi untuk diri sendiri. Untuk urusan terbaik, yah anggaplah terbaik, hehehe…Ada sih beberapa temanku yang catatannya itu rapi banget dan lengkap pula, jadi dibacanya enak. Aku juga sering kok fotokopi punya mereka. Bukan karena aku malas mencatat, tapi lebih dikarenakan tulisanku itu mirip tulisan bangsa Mesir kuno (Hierogliph) tipe-tipe cakar ayam. Hanya orang tertentu yang bisa membaca dan memahami apa yang dimaksudkan disitu.

4. Mencatat itu menjadikan apa yang telah kamu dengar itu lebih nancep ke otak

So, dengan begitu kan juga mempermudah ingatan. Ini ada salah satu kata mutiara, “Ikatlah ilmu dengan menulisnya”. Sama halnya padi yang telah dipanen, harus diikat dulu jadi satu biar mudah diangkut ke tempat penggilingan pasdi. Sama hal-nya dengan ilmu. Kalo ilmu itu gak diikat,pasti jadinya berantakan, iya kan?!

5. Mencatat itu menjadikanmu pendengar yang aktif

Itu karena kamu tahu, apa yang lagi diomongin di depan kelas itu. Jadi, saat ragamu di kelas, jiwamu juga harus ada di kelas dong (bukan kelayapan ke mal sambil nonton bioskop atau nyanyi-nyanyi gak jelas). Ini kesempatan bagus. Kalo aja ada yang gak kamu ngertiin, kan bisa langsung sekalian tanya tuh. Mumpung di kelas itu ada dosen, dan banyak mahasiswa geng rajin yang pasti juga mendengarkan. Percaya deh sama prinsip ini “Bertanya itu karena kamu memperhatikan, bukan bodoh”.

At least, semoga bermanfaat. Tulisan ini terinspirasi dari hobi penulis sejak jaman SD sampai sekarng yang sangat susah sekali dihilangkan apalagi dibasmi dengan cara apapun : mengantuk di kelas.

*semoga tulisan di atas tidak sesat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s