Saat Bicara


Setangkai edelweis di pojokan kamarku berkata,”akankah sebentar lagi kamu membawakanku teman?”.
“iya,mungkin.aku rindu melihat teman2mu,”jawabku.
“masih berniatkah kamu memberikan temanku pada anak pulau seberangmu?”
“aku tak tau.anggaplah dia sudah mati.”
“pajanglah temanku disampingku ini saja,masih cukup ruang.daripada nasib temanku nanti berujung di tong sampah setelah sebentar singgah di tangan anak pulau seberangmu.”
“hei hei hei. . .dia tidak segeblek itu.well,sekasar2nya dia tak sekasar dugaanmu.”
“hahaha. . .tau apa kamu.masih berkilah juga?perlu aku panggil saksi,diary mu sendiri?”
“sudah aku bilang,anggap dia mati.”
“kasihan sekali kamu terus2an berbohong pada dirimu sendiri.sampai kapan,hei gadis bodoh?!”
“DIAM!!!!!Apa kamu mau nasibmu berakhir di mulut kucing,hah??”

 

Jakarta, 12 April 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s