Cerita Tentang Anak Sulung #1


Anak sulung itu harus bisa jadi contoh dan bukan jadi beban.

Anak sulung itu harus bisa jadi pemimpin dan pelindung keluarga:mama,papa dan adik-adiknya.

Anak sulung itu harus bisa menguatkan orang lain,bukan terlalu sering dikuatkan.

Anak sulung itu panutan,seharusnya tidak banyak ceroboh.

Anak sulung itu seharusnya pemikir,perasa dan peka situasi tanpa diberitahu.

Anak sulung itu pantang mengeluh,merengek,merajuk dan menangis di depan orang yg dicintainya:keluarga.

Anak sulung itu seharusnya tulang punggung kedua setelah ayah.

Anak sulung itu seharusnya ‘ayah kedua’ bagi adik-adiknya,tidak peduli si sulung laki-laki atau perempuan.

Anak sulung itu seharusnya bisa multitasking dan multifungsi.

Anak sulung itu adalah harus bisa menjadi motivator untuk adik2nya dan dirinya sendiri.

Tapi sayangnya,anak sulung bukan malaikat atau manusia sempurna.

Si sulung punya ego muda yg kadang dia sendiri susah mengendalikan.

Si sulung punya rencana yg hanya dia sendiri yg paham,bukan keluarganya atau orang lain.

Si sulung terkadang punya cinta yg terbagi, bukan lagi untuk keluarga, tetapi kekasihnya.

Si sulung punya impian yg tidak bisa diterjemahkan dengan orang tua yg lintas generasi.

Baiklah. . .keadaan yg akan berbicara. Disadari atau tidak, mau tidak mau, si sulung haruslah sedemikian rupa.

Ya. . .sedemikian rupa sehingga dia tetap menjadi si sulung sebenarnya, bukan hanya sulung karena terlahir pertama.

Jakarta, 3 Agustus 2011

Iklan