Integritas Mahasiswa dan Perubahan


Mahasiswa. Sosok intelektual yang selalu dikaitkan dengan nilai integritas. Integritas sendiri menurut Purwadarminta adalah kesempurnaan, kesatuan, keterpaduan, dan ketulusan. Sedangkan menurut Andrian Gostik & Dana Telford, integritas adalah konsistensi antara tindakan dan nilai.

Banyak kalangan yang mengartikan integritas mahasiswa sebagai suatu sikap ataupun perilaku mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi panutan masyarakat sebagai sosok intelektual yang menjunjung tinggi idealismenya, cerdas, dinamis, dan penuh ide kreatif. Mahasiswa sendiri adalah sebutan yang diberikan pada seseorang yang menuntut jenjang pendidikan lebih tinggi setelah melalui 12 tahun pendidikan di bangku SD, SMP, dan SMA. Sebagai mahasiswa, tentu memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa putih abu-abu. Di samping mahasiswa sebagai pelajar, mahasiswa dituntut senantiasa menuangkan ide kreatifnya, berpikir kritis dalam menyikapi fakta di masyarakat dan menjadi agen perubah (agent of change) untuk mengantarkan masyarakat pada kondisi yang lebih baik.

Tidak ada yang tidak berubah di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, begitu pula bangsa kita. Sejarah telah mencatat bahwa perubahan-perubahan besar yang pernah terjadi pada suatu bangsa pasti dilatarbelakangi oleh pemuda yang menjadi anak bangsanya. Begitu juga dengan Indonesia, rezim orde lama dan orde baru pun runtuh karena peran mahasiswa.

Mahasiswa memiliki idealismenya sendiri. Idealisme yang sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan untuk kampus, masyarakat, bahkan untuk negara ini. Idealisme yang masih murni tanpa terikat pada institusi apa pun, akan semakin lengkap dengan pemikiran yang bebas dari belenggu kepentingan golongan mana pun. Bisa dibayangkan, kepada siapa lagi rakyat akan bertumpu jika krisis kepercayaan terhadap para pemimpin telah melanda negeri ini.

Di sini sangat diperlukan apa itu yang namanya integritas. Mahasiswa secara tidak langsung mempunyai 3 peran sekaligus, sebagai agen perubahan, penjaga nilai dan cadangan masa depan. Mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang dapat menyadari, memahami, dan menjalankan peran yang diberikan kepada mereka dengan sebaik-baiknya. Mereka bukan hanya dengan menjadi kutu buku yang hanya rajin mengikuti kuliah demi kuliah. Mereka adalah yang juga berani bersentuhan dengan persoalan masyarakat. Namun sentuhannya didasarkan pada cita-cita ideal keilmuan yang bermakna, bukan lepas makna. Sehingga, ketika menjadi corong masyarakat, itu karena memang suara di loudspeaker-nya dibutuhkan pada ruang dan waktu yang tepat.

Mahasiswa yang berintegritas adalah yang mampu menampilkan idealismenya dengan cara yang elegan. Mereka mampu melihat secara jelas cara yang terbaik mengekspresikan idenya. Singkatnya, menjadi mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang mampu membaca dan memperhitungkan dampak dari aksi-aksi mereka, termasuk dampak berupa pandangan masyarakat luas.

Mahasiswa yang berintegritas adalah orang yang cerdas, yang tentu akan memilih menjadi pemain, sedangkan pecundang akan pasrah sebagai penonton dan pengamat. Mereka ingin memecahkan masalah masyarakat tanpa menimbulkan masalah lebih besar seperti yang sering terjadi selama ini.  Mereka yang aksinya selalu mempertimbangkan tanggung jawab sebagai harapan orang tua, pemuda harapan umat, calon intelektual negeri, dan pelanjut generasi bangsa.

Mahasiswa yang berintegritas rajin melakukan pengasahan intelektual. Mereka sadar bahwa mengasah intelektual tentunya tidak bisa dilakukan di jalan raya atau di pintu gerbang kampus, tetapi juga dilakukan di meja kelas, di perpustakaan, di pusat-pusat kajian dan pengkaderan. Pengasahan intelektualisme inilah yang merajut mahasiswa untuk memiliki ketajaman berpikir yang nantinya digunakan sebagai modal penting setelah meninggalkan kampus. Pikiran-pikiran mencerahkan adalah hal yang sangat berguna untuk dibagi ke masyarakat.

Seharusnya, mahasiswa tidak hanya berdiam diri saja melainkan harus berpikir dan bergerak untuk melakukan perubahan yang mengarah pada kebaikan dan kebenaran. Dengan berpegang teguh pada idealisme yang berstandar pada kebenaran dan semangat yang berkobar-kobar, perjuangan dan pergerakan yang dilakukan mahasiswa akan mampu mengantarkan bangsa ke gerbang yang lebih baik. Banyak yang bisa mahasiswa lakukan, jadi mulailah dari saat ini, mulailah di sini dan mulailah merubah diri. Mahasiswa adalah pembuat sejarah, jangan hanya mencatat dan belajar sejarah.

Perubahan mungkin belum tentu terjadi walau pun mahasiswa bergerak mengikuti hati nuraninya (idealismenya), tapi perubahan akan benar-benar tidak terjadi jika tidak satupun mahasiswa menyadari perannya sendiri di negeri ini. Untuk itulah integritas mahasiswa diperlukan untuk perubahan. Jadi, kalau bukan kita siapa lagi?

tulisan ini pernah dimuat di Buletin Statistik edisi VII/2011 dengan beberapa editan di berbagai tempat. hahaha,,,,bahasanya terlalu formal yak sepertinya -.-“

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s