Bermimpilah, Karena Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpi Itu…


Bismillahirrahmanirrahim…

Hai sobat Ukhti semua, buletin Ukhti kali ini akan membahas sedikit mengenai impian (cita-cita). Kata Andrea Hirata dalam salah satu novelnya dalam tetralogi Laskar Pelangi:

Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.

 

Mimpi kita sekarang tentunya beda dengan mimpi di saat kita masih kecil dulu. Sekarang kita berpikir secara realistis, jadi dalam bermimpi pun juga (seharusnya) realistis. Bermimpi untuk bisa menyelesaikan kuliah dengan baik, dapat penempatan seperti yang diharapkan, dll. Gak mungkin kita bermimpi minta kepada Allah SWT diberi “pintu kemana saja milik Doraemon”, bisa terbang kayak Superman, dll (ini impian anak-anak yang mustahil ada di dunia nyata).

 

Selagi masih muda dan masih bebas untuk bermimpi, maka bermimpilah yang tinggi. Orang yang punya mimpi, berarti dia masih punya semangat untuk menjalani hidup yang telah diberikan Allah SWT kepadanya.  Seperti kata orang, hiduplah dengan mimpi, tapi jangan hidup dalam mimpi. Tahu bedanya? Hidup dengan mimpi akan membuat kita terus optimis dengan tujuan kita dan fokus pada target yang akan diraih, sedangkan hidup dalam mimpi berarti kita terus menerus hidup dalam dunia mimpi kita tanpa berusaha untuk merealisasikannya.

 

Jangan mentang-mentang bermimpi itu gratis lantas kita hanya cukup jadi pemimpi saja. Diperlukan usaha yang tidak main-main untuk mewujudkan mimpi. Sebuah hadits mengatakan:

…berusaha keraslah (antusias) dalam mengerjakan apa saja yang bermanfaat bagimu,

Dan mohonlah pertolongan kepada Allah SWT dan jangan malas.

(HR Muslim)

 

Semua mimpi-mimpi kita yang kita anggap mustahil akan menjadi nyata saat kita benar-benar sungguh berusaha dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT (tawakal). Yang tidak mungkin pun akan menjadi mungkin disaat Allah SWT berkehendak. Pernah mendengar kisah Nabi Ibrahim saat menantikan kelahiran putranya, Nabi Yaqub, dari istrinya yang bernama Sarah? Di usia beliau berdua yang sudah sangat lanjut, adalah sangat mustahil untuk bisa mempunyai anak. Tetapi, Allah berkehendak lain sehingga lahirlah Nabi Yaqub.

 

Ukhti yang baik , ingatlah sebuah hadits Qudsi berikut:

 

Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu terhadap Diriku

 

Maka, yakinlah suatu saat nanti mimpi-mimpi kita pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Jikalau tidak, percayalah bahwa Allah SWT akan menggantikannya dengan rencana yang lebih baik.

 

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,

Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.

Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak.

(QS Al-Baqarah : 216)

Tulisan ini bisa dilihat di buletin Ukhti STIS edisi 2 tahun 2011. tentunya setelah melewati proses editing. semoga bermanfaat 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s