Menjadi Diri Sendiri


Ketika kita sudah mengenali diri kita maka apa yang kita lihat, dengar, cium, baui, dan rasakan hanyalah sebagai pelengkap diri, bukan sesuatu yang pantas dicemburui.

Tidak semua orang mau menerima kekurangan dirinya. Lebih banyak yang menyesali kekurangan dengan menutupinya secara berlebihan. Upaya itu biasanya dengan berlindung di bawah bayangan orang yang diidolakan atau mungkin juga berusaha menduplikasi orang lain secara terang-terangan bahkan secara sadar kita mulai membandingkan diri dengan orang lain dan berakhir dengan perasaan rendah diri. Berpaling adalah hal yang paling wajar kamu lakukan, bisa jadi karena kamu merasa kurang cakap atau menguasai beberapa aspek kehidupan.

Tapi, perlu diingat. Seperti apapun kamu mengagumi seseorang, tak akan dan tak dapat kamu menjadi orang itu. Semakin kamu mencoba menyamakan diri dengan pola seseorang, semakin kacau dan bingunglah dirimu. Dampaknya, kamu akan kehilangan percaya diri karena cenderung merendahkan diri.

Salah satu cara yang paling ampuh untuk menghindari terlalu banyak ketidakcocokkan dalam hidup adalah dengan mengenal diri sendiri apa adanya. Hal ini akan mendorong kamu untuk melangkah dengan leluasa., sehingga kamu tak lagi memandang diri sendiri secara lebih rendah dari orang lain. Caranya dengan membuat daftar perubahan yang ingin kamu raih dalam hidup dan menyandarkan target tersebut sepenuhnya pada bahu sendiri.

Bila jujur pada diri kamu sendiri, kamu bakal terkejut dengan betapa berartinya dirimu. Tentu saja, otomatis, kamu tak lagi larut dalam rasa iba kepada diri sendiri. Kamu mulai menyadari kalau dirimu adalah tanggung jawabmu sendiri.

Sejak itulah, kamu akan bangga menjadi diri kamu sendiri. Pesonamu akan terpancar ketika hatimu sudah bahagia dengan dirimu yang apa adanya. Bukankah sebetulnya, kamu tak kalah menarik dengan orang lain?

Banyak sekali potensi diri yang bisa kamu garap untuk semakin melengkapi kesempurnaan hidupmu. Kamu harus mengangap dirimu menarik karena dengan modal itu orang lain akan menganggapmu menarik.

Berbanggalah dengan apa yang kamu miliki. Kebanggan bisa dari apa saja mungkin prestasi yang OK, banyak sahabat yang menyayangi, keluarga yang harmonis, kakak yang baik hati, dll. Apapun itu banggalah dengan diir kita dan selalu menjadi dirimu sendiri. Tak perlu menjadi orang lain untuk mencari simpati.

Demi (buah) tin dan (buah) zaitun, dan demi Bukit Sinai dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, (QS At-Tin 1-4)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s