Ekspedisi Gunung Gedhe #1


Sudah agak lumayan lama juga jeda waktu antara menuliskannya disini dengan waktu kejadiaannya. Maklumlah, mahasiswa yang baik dan benar itu adalah belajar menjelang UTS dan mengabaikan blognya untuk sementara. Matikan laptop dan sembunyikan modem. *ini kebohongan publik no.15

OK. Siap kan?! Mari dimulai ceritanya, lebih baik lagi kalo bacanya sambil minum segelas cappuccino plus semangkok bakso kuah yang panas dan pedas (maknyus deh!!).

Tanggal 6-8 Mei 2011 kemaren, aku dan teman-teman yang masih satu angkatan denganku di kampus melakukan pendakian bersama ke Gunung Gedhe. Gunung Gedhe ini menurut informasi yang aku dapat berada pada ketinggian 2.958mdpl dan terletak di kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Gunung Gedhe (yang biasa juga disebut Gunung Gedhe-Pangrango) ini adalah gunung yang memiliki jumlah pengunjung paling banyak di Pulau Jawa. Gak heran kalo perijinan gunung ini sangat ketat. Ada 3 tempat start yang juga jalur pendakian yang bisa dilalui pendaki untuk sampai ke puncak Gunung Gedhe ataupun Pangrango, lewat cibodas, gunung putri atau salabintana. Pengunjung Gunung Gedhe Pangrango dibatasi agar tidak terlalu banyak orang yang berada di gunung karena dikhawatirkan dapat merusak kelestarian alam. Kuotanya adalah sekitar 300 pendaki dari Cibodas, 200 pendaki dari Gunung Putri dan 100 pendaki dari Salabintana. Yang perlu diketahui oleh pendaki adalah ke-3 jalur tersebut harus melalui proses perijinan di pos taman Nasional Gunung Gedhe Pangrango yang terletak di Cibodas. Intinya dari manapun kamu ntar mau mendaki,kamu harus ijin ke Cibodas. Proses perijinan di awali dengan pendaftaran online lewat website di http://www.gedepangrango.org beberapa hari sebelum mendaki. Atau kamu dapat langsung mengisinya melalui komputer yang di sediakan di pos Taman Nasional Gunung Gedhe Pangrango (TNGGP). Jika kamu ingin mendaki gunung ini sebaiknya sediakan fotocopy SIM/KTP sebelum menuju ke Cibodas. Karena waktu itu aku dan teman-teman mendaki di waktu weekend dan berbarengan dengan pendakian umum yang diadakan oleh kelompok pecinta alam di kampus kami dengan peserta sekitar 60an orang, jadilah kami booking jauh-jauh hari sebelumnya (takut gak bisa naik ntar, pas weekend jalur pendakian kan ramai). Thanks a lot to Ilham dan Mas Aziz yang mau mengurusi perijinan kami ini, dan juga Wahyu dan Dede yang rela bolak-balik ngurusin perijinan pendakian dari Jakarta ke TNGGP.

Oya, aku belum mengenalkan pasukan pendakian kali ini ya? Mari kenalan J. Pasukan pendakian kali ini komposisinya hampir sama dengan waktu pendakian ke Gunung Papandayan kemaren, cuma ada beberapa orang yang tidak bisa ikut karena ada sesi kuliah pengganti dan amanah di organisasi yang harus diselesaikan. Kami terdiri dari 4 cewek dan 10 cowok, jadi total 14 orang. Ceweknya adalah aku sendiri, Uun, Qurrata dan Prita. Semua udah ada pengalaman naik gunung, dulu waktu di SMA pernah ikut kelompok pecinta alam (kecuali Prita, tapi dia pernah naik gunung juga). So, santailah. Minimal bisa bawa diri dan barang-barang pribadi dengan baik dan benar :). Cowoknya terdiri dari Ilham (leader), Mas Aziz, Dikky, Yeri, Maul, Noe, Wahyu , Dede, Fitra dan Aliem (sweaper). Fyi, untuk pendakian dibagi-bagi menjadi 2 kelompok. Tenang, ini hanya formalitas waktu daftar online. Peraturannya 1 kelompok minimal 3 orang dan maksimal 9 orang (kalo aku gak salah dengar ini).

Rencananya kami berangkat dari kampus secepatnya selepas sholat Isya (sekitar jam 8 malam). Tapi karena waktu itu cuaca Jakarta sedang buruk (hujan yang cukup lebat), terpaksa kami pending beberapa saat rencana kami ini sambil berharap hujan segera reda. Kami berkumpul di masjid kampus. Setelah dirasa hujan sudah lumayan reda, kami berangkat. Gak mau kejadian di perjalanan berangkat ke Gunung Papandayan kemaren terulang lagi, kami berdoa dengan khusyu’. Bismillahirrahmanirrahim, kami berangkat :).

Hari Jumat, 6 Mei 2011 pukul 20.30. Shelter busway Bidara Cina yang kami tuju lumayan ramai. Busway yang akan kami naiki adalah jurusan Kampung Melayu-Kampung Rambutan. Karena kami berempatbelas plus bawaan yang segedhe gobang kayak gini, gak enak banget kalo di busway sambil berdiri. Maka kami pun berinisiatif melalui jalan memutar. Naik busway ke Kampung Melayu dulu, baru dari shelter Kampung Melayu kami naik busway jurusan Kampung Rambutan. Nah, kalo gini kan enak. Dari shelter pemberangkatan pertama biasanya busway belum banyak penumpang. Sebenarnya ada alternatif jalan lain untuk menuju ke Terminal Kampung Rambutan, naik angkot 06 dan turun di Pasar Rebo atau naik metromini nomer 53. Kalo pasukan sedikit, naik yang mana aja bisa kok, lagipula tarifnya juga gak beda-beda jauh. Cuma, busway yang menurutku paling nyaman (iyalah….ada ac nya, hehe).

Sekitar 1 jam di busway, sampailah kami di Kampung Rambutan. Cukup lama juga kami di situ menunggu bus jurusan Jakarta-Tasik yang akan membawa kami ke pertigaan Cibodas. Setelah lebih kurang 1 jam kemudian, bus yang kami tunggu pun tiba. Maunya sih yang kelas ekonomi ac, tapi yang didapat ekonomi biasa. It’s ok, yang jelas sampai dah. Busnya masih sepi dan tas kami semua bisa ditaruh di bagasi bus. Duduk di kursi bus samping jendela, hawa ngantuk langsung menyergap. Dan gak sampai 5 menit aku sudah tidur :D. Sempat bangun juga sih waktu sampai di Pasar Rebo banyak penumpang yang naik sambil berdesak-desakan dan bus jadi penuh, tapi akhirnya tetap melanjutkan tidur. Jadi, jangan tanyakan ke aku apa yang terjadi di sepanjang perjalanan Jakarta-Cibodas karena tiba-tiba saja pundakku ditepuk teman yang duduk di sebelahku sambil bilang,”siap-siap woy, kita udah sampai nih”. Setengah sadar aku turun dari bus dan menyeret carrier bag ku ke tepi jalan. Yaks…ini dia pertigaan Cibodas (tau nya setelah baca baliho yang melintang di jalan raya,SELAMAT DATANG DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDHE-PANGRANGO).

Hari Sabtu, 7 Mei 2011 pukul 01.45. Masih dini hari rupanya. Hawa dingin pegunungan sudah mulai terasa. Karena malam, jadi agak susah untuk melihat pemandangan sekitar. Yang jelas, ini pasti di kaki gunung, bukan di puncak gunung (anak TK juga tau, Put). Setelah itu kami naik angkot yang akan membawa kami untuk sampai di pos pendakian awal yang juga kantor Taman Nasional Gunung Gedhe-Pangrango. Jaraknya sekitar 4 km dari pertigaan Cibodas. Percaya gak percaya, angkot yang seukuran mobil Suzuki carry itu berhasil mengangkut kami berempatbelas bersama dengan carrier-carrier kami dengan selamat dari pertigaan Cibodas menuju pos pendakian awal. Hahaha….gimana caranya? Uun dan Qurra duduk di depan dekat sopir, sedangkan yang lain duduk di belakang bersama carrier-carrier yang ditumpuk jadi satu di belakang, ada yang dipangku (tapi aku dan prita tetap duduk kok, cuma dempet2an aja), bahkan ada yang bergelantungan di pintu mobil. Hihi…selalu saja ada keajaiban!

Pukul 2.00. Kami sampai di pos information center. Entahlah apa namanya, malem-malem kan gak kelihatan. Mata masih setengah sadar juga gara-gara ngantuk, hoho…eh, kami juga bertemu dengan beberapa orang yang ikut pendakian umum dari kampus. Mereka tiba lebih awal 1 jam dari kami. Pastilah, mereka kan naik ranger (mobil yang biasa dipakai untuk mengangkut tentara) dari Jakarta-Cibodas. Setelah mengurus perijinan ini itu yang sepenuhnya diserahkan ke Ilham sebagai leader, berangkatlah kami mendaki Gunung Gedhe. Melihat jam tangan, pukul 2.30. Mengejar sunrise di puncak jelas suatu hal yang mustahil, estimasi waktu untuk sampai ke puncak dari pos information center ini adalah sekitar 7 jam.

Perjalanan dari information center mula-mula adalah jalan setapak yang berbatu, seperti rute pendakian di Cemoro Sewu , Gunung Lawu, Jawa Tengah. Jalurnya masih lumayan landai. Jalur ini mungkin dibuat karena Gunung Gedhe ini  juga dijadikan obyek wisata taman nasional. Oya, ada juga air terjun cibeureum. Kami gak mampir ke situ karena lewatnya malam hari. Setelah melewati jalanan setapak berbatu tersebut, sampailah kami ke jalan kayu yang ditata sedemikian rupa. Lumayan bikin melek mata juga nih, habis kayunya di sana-sini bolong-bolong, jadi harus ekstra hati-hati kalo jalan. Bawa senter pun yang bener juga. Gak lucu kayaknya kalo baru sampai sini aja udah jatuh konyol :P.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s