Hidup Tidak Semudah di Film Kartun


Aku ingin begini aku ingin begitu aku ingin ini itu banyak sekali….semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib……..

Pasti kamu pernah denger lagu ini kan? Setiap minggu jam 8 pagi pasti diputer di salah satu stasiun TV swasta terkenal di tanah air. Film kartun yang tokohnya musang (atau kucing ya??) robot abad 21 ini adalah salah satu film kartun kesukaanku dari jaman sebelum TK yang masih bayi imut-imut sampe jaman udah awal kepala 2 kayak gini. Gak tau kenapa, seumuran perempuan yang rata-rata temannya sudah hobi berdandan, berkencan, memasak, belanja, nonton film korea, dan kegiatan lainnya, aku masih saja suka nonton film kartun ini. Alasannya cuma satu, film ini ringan. Udahlah, hidup itu udah susah. Jangan dibuat susah lagi dong ya dengan menonton drama-drama dari Indonesia atau negara tetangga yang mampu menguras air mata itu. Mungkin karena air mata gratis kali ya, jadi bisa seenaknya aja kita ngurasnya. Coba mengeluarkan air mata itu bayar pake uang dengan nominal tertentu, pasti cewek-cewek pada mikir-mikir deh kalo mau nangis 😛
Saking seringnya nonton film ini, aku jadi hapal alurnya. Mula-mula Nobita iri lihat si Giant atau Suneo, atau yang lainnya macam Degisuke, Shizuka, dll. Lalu dia merajuk ke Doraemon, robot ajaib yang ceritanya datang dari abad 21. Peralatannya canggih-canggih. Mulai dari baling-baling bambu, pintu kemana saja, mesin waktu, sampai yang namanya aneh-aneh itu (sampai aku gak hapal). Setelah dipinjami alat Doraemon atau curi-curi meminjamnya, Nobita merasa puas dan sok hebat bias pamer ke teman-temannya. Padahal itu hanya barang pinjeman. Kadang-kadang rusak sebelum waktunya karena Nobita makainya kelewatan. Habis itu, udah deh. Doraemon marah-marah ke Nobita dan Nobitanya cegar-cengir. Selesai……………
Simple kan?! Tapi, apakah hidup akan sesimpel itu?! Sesimpel lagu pembukanya film kartun Doraemon itu? Absolutely, NOT. Dulu waktu kecil aku berpikir gini, enak kali ya bisa ke mana saja pakai pintu ajaibnya Doraemon, kalo ke rumah nenek gak perlu naik motor lama, ke sekolah tinggal buka pintu, beli bobo (majalah anak-anak terkenal waktu itu) gak usah jauh-jauh, dan khayalan anak kecil semacam itu. Pernah juga kepikiran gini, kalo ntar aku gede aku jadi apa ya? Coba aja ada lorong waktu, kan aku bisa lihat jadi apa. Jadi presiden-kah? Jadi ilmuwan-kah? Jadi astronot-kah? Jadi penjelajah yang bisa keliling dunia? Atau jadi apa?
Lambat laun, semakin besar aku tahu, khayalan di film kartun itu khayalan yang tidak mungkin. Dunia kartun itu tak seperti dunia nyata. Dunia nyata tidak ada yang namanya “instan”. Tinggal merajuk lalu apa yang kita inginkan ada, bahkan orang paling kaya di dunia pun. Semua butuh proses. Hukum alam berlaku. Semua yang prosesnya susah dan rumit itu pasti hasilnya jauh lebih memuaskan daripada yang prosesnya cepat dan mudah. Dunia nyata juga berlaku hukum rimba. Siapa yang kuat dialah yang menang (survive). Yang suka bermalas-malasan, tinggalah tunggu waktu untuk kalah.
Terkadang manusia memang ingin menangnya sendiri. Sodok sana sini demi kepentingannya sendiri. Ingin menang dengan berbagai cara, gak mau tahu cara itu benar atau tidak. Dalam agama yang aku anut (ISLAM) memang tidak ada yang namanya hukum karma. Tapi, dalam ISLAM pun diajarkan bahwa siapa yang berbuat kebaikan akan dibalas ALLAH SWT meskipun itu hanya hal sepele, dan sebaliknya. ALLAH SWT itu Maha Teliti dan Maha Pembuat Perhitungan. Jika suatu kali kamu pernah dicurangi atau merasa dirugikan oleh orang lain, janganlah mengeluh dan menyalahkan ALLAH SWT. Sebaliknya, doakan orang tersebut, semoga ALLAH SWT memberi dia ampunan dan membukakan pintu hatinya. Dan jika kamu pernah merugikan dan mencurangi orang lain, lekaslah mohon ampun kepada ALLAH SWT. Sekali lagi ingatlah, ALLAH SWT Maha Pembuat Perhitungan.
Terlalu rumit untuk membandingkan hidup yang dialami tokoh di dunia kartun dengan hidup yang kita alami di dunia nyata ini. Tapi, apa untungnya coba kita membanding-bandingkan? Hidup kita tidak kalah menyenangkannya –bahkan lebih menyenangkan— jika dibandingkan dengan hidup tokoh di film kartun. Intinya, banyak-banyaklah bersyukur. Hidup benar-benar menakjubkan jika kita mau berpikir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s