Hal sepele yang mama rindukan itu…


Seperti biasa, malam ini aku telepon keluarga di rumah. Meskipun pulsa sudah mendekati limit, tapi kalo kangen mau gimana lagi, hehe…

Beberapa hari ini aku memang agak sibuk (atau sok sibuk ya?). kuliah pengganti yang gak tanggung-tanggung, tugas yang gak mau kalah heboh sama beritanya gayus, amanah2 lain yang tidak bisa disebutkan dan beberapa agenda di luar rutinitas biasa yang menuntut untuk diselesaikan segera. Efeknya, komunikasi (baca:telpon setiap malam) dengan keluarga pun semakin jarang. Pertama, alasan di atas tadi. Kedua, karena hp ku yang satunya rusak, terpaksa aku memakai hp ku yang beda operator dengan mama papa (tapi sama operatornya dengan kedua adik perempuanku) yang menyebabkan aku harus pikir2 tentang tarif telpon. Maklumlah, anak kos selalu sensitif kalo masalah duit, haha…

Ngobrol kesana-kemari sama mama papa itu benar2 hal yang menyenangkan setelah seharian penat dengan rutinitas. Saling menceritakan kegiatan masing-masing, mulai dari hari ini mama masak apa, kerjaan di kantor, tugas kuliah, tetangga yang punya hajat sampe gayus (haha…ini papa yang bahas). Lalu sampailah pada percakapan ini.

Mama (m):kok mbak beberapa hari ini gak sms mama waktu mau berangkat kuliah? Udah 2 hari.

Aku (a) :loh, sms kok ma, tadi pagi mbak sms tapi mama gak balas.

M            :ke hp mama yang mana, gsm atau cdma?

A             :yang gsm ma, kayak biasanya.

M            :ah, nggak kok. Udah mama cek berkali-kali tapi tetep aja gak ada sms masuk dari mbak.

A             :hp nya mungkin error kali ma. Atau mungkin gangguan di operatornya.

M            :iya mungkin. Padahal mama kan kangen sama mbak, kangen di sms pamitan mau berangkat kuliah. Masa’ yang dipamitin cuma papa aja?

A             :beneran kok ma, mbak sms ke mama sama papa. iya ma, mbak juga kangen sms mama yang selalu ngasih semangat ke mbak.

M            :ya udah, biar besok hp nya di servis dulu. Tetap semangat ya mbak, belajar yang rajin, jangan lupa ibadahnya, besok diusahakan puasa, jaga kesehatan. Anak mama pasti sukses. Jaga diri baik2 ya cah ayu J

 

Klik. Setelah telpon aku tutup, hatiku benar2 trenyuh dan aku menangis.

Sudah menjadi kebiasaan sejak aku tinggal di Jakarta dan jauh dari rumah, saat aku keluar mau ada hal penting yang harus diselesaikan, aku biasa sms mama papa walaupun hanya sekedar bilang “pergi dulu ma/pa, aku mau ke ….”. Anggaplah sebagai pamitan dan minta doa restu dari orang tua. Ini masalah sepele menurutku. Sudah dari kecil aku dididik untuk selalu berpamitan dan cium tangan dengan kedua orang tuaku saat akan pergi keluar rumah, rasanya ada yang kurang kalo gak melakukan. Baru kali ini aku merasakan hal tersebut bukanlah sesepele yang aku kira. Ini berarti –sangat berarti—untuk orang-orang yang sangat aku cintai. Beruntung aku dibesarkan di tengah keluarga yang selalu terbuka satu sama lain. Kehangatan dan kebersamaan masih tetap bisa aku rasakan meski kami berjauhan.

Yang sekarang aku pikirkan, apakah seperti yang mama rasakan saat nanti aku menjadi ibu yang tinggal jauh dari anaknya? *thingking*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s