Ekspedisi Papandayan #1


Mau sedikit cerita ah tentang pengalamanku beberapa hari yang lalu. Sekedar catatan perjalanan, sudah lama gak nulis. Anggap saja sebagai oleh2 dariku, hehehe…

Dedicated for angkatan 51 STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Jakarta). Kejadian ini terjadi pada tanggal 31 Desember 2010-01 Januari 2011.

17.00

Rencana awal yang ikut pendakian ini adalah 10 orang yang terdiri dari 8 cowok dan 2 cewek. Kami berkumpul di depan kampus kami tercinta, di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur. Yang datang jam segitu baru Fajar, Aziz, Delly, Ode, Ilham, Qurrata dan aku. Baru kemudian Maul dan Dikky, yang terakhir Genzy karena dia ada kuliah sesi 4 (fyi, kuliah sesi 4 berakhir jam 18.15). Bener2 ajib deh yang terakhir ini, mentang2 badannya kecil bawa barangnya juga dikit. Seperti orang mau pindah tidur, bukan naik gunung, haha. Dalam hati aku tertawa senang, ini dia calon korban yang disuruh-suruh bawa barang-barang kelompok, kan barang-barang pribadinya dikit. Dan ini terbukti loh (hahaha…piss Gen ^^v). Dari kami bersepuluh, kayaknya cuma Ilham deh yang tampilannya udah beneran mau mendaki gunung, mulai dari carrier sampai sepatu gunung. Bagus bagus bagus…

19.00

Berangkat dari kampus. Mungkin karena tahun baru, halte busway yang biasanya baru tutup jam 10 malem, jam segitu dah tutup. Well, rencana awal naik busway dari shelter busway bidara cina jurusan Kp.Melayu-Kp.Rambutan pindah haluan ke angkot metromini 06 jurusan Pasar Rebo. Alamak…jalanan macet parah!!! Jarak Otista-Pasar Rebo yang biasanya bisa ditempuh kira2 setengah jam naek angkot jadi 2,5 jam. Hebat!!!! Kami dibagi 2 kelompok. Kloter 1:aku, Maul, Aziz, Fajar dan Ode satu angkot sampai Pasar Rebo. Kloter 2:Qura, Delly, Genzy, Dikky dan Ilham mengalami sedikit tragedi konyol, diusir sopir angkot dari angkot yang mereka tumpangi gara2 si sopir ngambek angkotnya kejebak macet dan pengen pulang (ini katanya Delly loh). Turunlah mereka berlima di depan Carrefour, lalu mereka jalan kaki melewati pasar ikan. Hore…ternyata setelah pasar ikan udah gak macet lagi. karena jarak ke Pasar Rebo masih lumayan jauh, mereka naik angkot lagi deh. Di lokasi yang sama, wajah2 di kloter 1 yang semula sudah sepet gara2 macet, jadi berbinar-binar lagi wajahnya setelah angkot berjalan normal. Tujuan utama mengejar sunrise pun masih ada, meski cuma 50%.

21.30

saat2 menunggu bus ke Garut

Setelah 2,5 jam yang menyiksa, berkumpullah kami bersepuluh di Pasar Rebo. Serasa jadi backpacker beneran, nungguin bus jurusan Jakarta-Garut di pinggir jalan kayak anak hilang, hoho. Semoga dapet yang ekonomi AC-lah, biar bisa tidur di bus. Dan doaku terkabul. Setengah jam kemudian kami mendapat bus jurusan Garut, ekonomi AC. Sipp lah, langsung cabut 😀 . Qura di depanku, Delly dan Fajar di belakangku, Aziz dan Ode dibelakangnya lagi dan 3 orang yang lain (Dikky, Ilham dan Genzy) duduk dengan posisi agak menyedihkan di pojok paling belakang. Wow, great!

23.45

Sepertinya kami memang belum bisa say good bye sama yang namanya macet deh. Di jalan tol pun macet lagi, haduh!! OK, mari lanjutkan tidur. Cek personel, lengkap. Lanjut tidur dengan harapan melihat sunrise besok pagi mencapai limit mendekati 0. Hoahm…..

01.00

kapan lagi bisa duduk di jalan tol kayak gini?

Terbangun dari tidur karena sms tahun baru dari fans2 yang ternyata udah bejibun, biasalah artis (hahaha). Eh, udah pergantian tahun ya? Kok aku gak sadar, kebo amat nih tidurnya -.-“. Lihat kembang apai udah gak ada, adem ayem aja tuh (padahal katanya rame loh). Lihat jalan kanan-kiri udah gak macet. Eh, tunggu. Kok busnya masih berhenti, ada apakah gerangan? Iseng aku tanya penumpang sampingku, busnya mogok neng. mantap!! Jam segini masih di tol itu adalah tanda mustahilnya kami bisa melihat sunrise di puncak gunung. Well, ganti tujuan utama, mengejar sunset. Setelah tengok kanan-kiri sambil cek personel, yang tersisa cuma aku, Qura dan 3 makhluk menyedihkan di pojokan. Yang lain mungkin pada turun, pikirku. Beberapa saat kemudian, masih dalam keadaan setengah sadar, ada yang mendorong bus. Berusaha membuka mata dan mengumpulkan nyawa, oh…ternyata emang beneran didorong oleh para penumpang. Voilla…mesin hidup!!! Para penumpang yang tadi sudah mendorong bus sudah mulai masuk. Cek personel lagi. Loh, mana Maul? Ketinggalan bus ternyata. Sayang sekali, aku masih belum hidup 100%. Lupa-lupa inget gimana nasibnya si Maul bisa sampai ke dalam bus lagi. Berlari kuch-kuch hotahe kah? Atau pasrah melambaikan tangan? Tanyakan langsung pada orangnya 😛

02.30

Setelah didorong, mesin hidup, lalu mati lagi dan sempat diderek, ternyata pak sopir nyerah. Semua penumpang disuruh oper, opernya ke bus ekonomi non AC lagi, walah walah. Yah…pindah pindah pindah. Kenapa gak dari tadi ya?! Hm…oya, disini aku baru pertama kali menemukan orang berjualan buah di bus (di tempatku gak ada penjual model ginian). Penjual jeruk dan penjual sawo. Kalo diperhatikan, lucu juga mereka. Mulai dari 10rbu dapat 7 sawo sampai 10rb dapet 25 sawo (atau berapa ya? Lupa aku). Penjual jeruk gak mau kalah. Bilang jeruknya amis-amis. Hah?? Aku jadi beneran hidup dan mikir, kok amis sih? Emang diapain jeruknya? Dikasih ikan? Atau daging? Wah, jeruknya ajaib bener nih, haha. Baru kemudian aku tahu, amis dalam bahasa sunda itu artinya manis, kalau bahasa jawa amis itu artinya anyir. Lumayan terganggu juga dengan penjual sawo dan penjual jeruk yang ternyata tipe2 pekerja keras menjual dagangannya, aku pura2 tidur pun ditawarin. Udah lah, enjoy it. Toh, bus ini juga yang membawa kami bersepuluh sampai Garut. Have fun, guys.

05.20

Setelah perjalanan yang lamanya melebihi waktu pulang kampungku dari Jakarta, sampailah kami di terminal Guntur, Garut. Solat subuh sambil istirahat sebentar di masjid, sambil sarapan roti yang rupanya tidak cukup besar untuk mengganjal perut langsingku ini. Maunya sih sarapan pake nasi, karena gak ada minum susu pun jadi. Hehe…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s